tattoos
Showing posts with label Dunia Medis dan Kesehatan tubuh. Show all posts
Showing posts with label Dunia Medis dan Kesehatan tubuh. Show all posts

Thursday, March 10, 2011

Mengenal Dan Mengetahui Gejala Karsinoma Endometrium Uterus dan Pengobatanya


Karsinoma Endometrium Uterus

Karsinoma endometrium uterus merupakan keganasan pelvis yang paling sering pada wanita. AS dan Kanada memiliki rerata insidensi tertinggi di seluruh dunia, sementara negara berkembang dan Jepang memiliki rerata insidensi 4-5 kali lebih rendah. Data epidemiologis menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk kanker endometrium. Bentuk yang pertama berhubungan langsung dengan pajanan estrogen dan merupakan yang paling banyak terjadi di AS. Bentuk yang lainnya tidak berhubungan dengan estrogen dan terjadi di seluruh dunia. Tumor tipe I yang berhubungan dengan estrogen terjadi pada wanita perimenopause yang lebih muda dan memiliki prognosis yang baik. Pada kenyataannya, lesi tipe I berpotensi dapat diecgah melalui pengenalan risiko pada pasien, diagnosis lesi prekursor (hiperplasia endometrium atipikal), dan pengobatan yang sesuai. Tumor tipe II yang tidak berhubungan dengan estrogen terjadi pada wanita pascamenopause yang lebih tua tanpa ada riwayat pajanan estrogen dan memiliki prognosis yang lehih buruk. Perubahan genetik molekular yang terdapat pada karsinoma endometrium tipe I dan tipe II berbeda dan mungkin dapat membantu dalam menjelaskan sifat-sifat klinisnya.

Sel pada saluran Mullerii dapat berdiferensiasi menjadi berbagai jenis jaringan yang sangat bervariasi. Hal ini terlihat dari berbagai subtipe histologis pada kanker endometrium. Mayoritas utama merupakan adenokarsinoma endometrioid. Prognosis pada pasien dengan adenokarsinoma endometrioid sebagian besar ditentukan oleh derajat diferensiasi atau derajat histologisnya (berdiferensiasi baik, sedang, atau buruk). Pada kenyataannya, derajat histologis merupakan faktor prognostik yang tidak bergantung pada stadium saat diagnosis. Subtipe histologis yang lebih jarang antara lain adenokarsinoma musinosa, adenokarsinoma serosa, adenokarsinoma sel jernih, karsinoma sel skuamosa, dan berbagai tumor campuran dan tidak berdiferensiasi yang jarang ditemukan. Untuk semua subtipe selain adenokarsinoma endometrioid, prognosis bergantung pada subtipe secara histologis dibandingkan derajat histologisnya.

Adenokarsinoma endometrioid pertama kali menginvasi stroma jaringan uterus di bawahnya dengan merusak membran basal kelenjar. Tumor ini kemudian menginvasi miometrium dan serviks. Adenokarsinoma endometrioid biasanya menyebar melalui saluran limfatik pelvis dan periaorta dibandingkan secara hematogen. Invasi vaskular biasanya hanya terlihat pada lesi derajat tinggi dan tidak bergantung estrogen.

Terapi kanker endometrium umumnya meliputi pengangkatan uterus, tuba Fallopii, dan ovarium melalui pembedahan. Pasien dengan invasi miometrium yang dalam atau penyebaran di luar uterus dapat diterapi pascaoperasi dengan radiasi, kemoterapi, atau terapi hormonal progestin. Analisis praterapi pada spesimen adenokarsinoma endometrioid terhadap status reseptor estrogen dan progesteron dapat membantu terapi pascaoperasi. Terdapat hubungan antara diferensiasi tumor dan kandungan reseptornya. Tumor yang berdiferensiasi baik biasanya memiliki reseptor estrogen dan progesteron dalam jumlah yang banyak. Karena kandungan reseptor dapat memperkirakan respons terapi progestin, maka pasien dengan tumor yang berdiferensiasi baik mungkin merupakan kandidat yang baik untuk terapi progestin.

Rerata angka ketahanan hidup untuk kanker endometrium relatif baik. Secara keseluruhan, angka ketahanan hidup 5 tahun dan 10 tahun mendekati 70%. Pasien dengan penyakit stadium 1, di mama tumor belum menginvasi lebih dari separuh ketebalan miometrium, memiliki angka ketahanan hidup 5 tahun lebih dari 90%. Dengan tingginya prevalensi ini, kanker endometrium dapat dipertimbangkan menjadi neoplasia dengan morbiditas yang tinggi namun mortalitas yang relatif rendah di negara-negara maju.

Epidemiologi kanker endometrium
Kanker endometrium merupakan penyakit yang banyak terjadi pada wanita pascamenopause. Sekitar 80% kasus yang terdiagnosis terjadi pada wanita berusia 50-75 tahun, dengan puncak insidensi pada wanita berusia 55-70 tahun. Wanita yang memasuki masa menopause memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk mengalami kanker endometrium dibandingkan kemungkinan untuk mengalami karsinoma serviks atau ovarium. Insidensi kanker endometrium sangat bervariasi pada berbagai negara. Pola geografis penyakit ini mengikuti pola kanker payudara dan ovarium dengan rerata tertinggi di negara industri. Terdapat pola yang jelas berlawanan dari kanker serviks.

Adanya hubungan antara pajanan estrogen dengan kanker endometrium telah diketahui selama lebih dari 50 tahun. Satu faktor risiko yang paling sering dan paling terbukti untuk adenokarsinoma uterus adalah obesitas. Jaringan adiposa memiliki enzim aromatase yang aktif. Androgen adrenal dengan cepat dikonversi menjadi estrogen di dalam jaringan adiposa pada individu yang obes. Estrogen yang baru disintesis ini juga memiliki bioavailabilitas yang sangat baik karena perubahan metabolik yang berhubungan dengan obesitas menghambat produksi globulin pengikat hormon seks oleh hati. Individu yang obes mungkin mengalami peningkatan drastis pada estrogen bioavailabel yang bersirkulasi dan pajanan ini dapat menyebabkan penumbuhan hiperplastik pada endometrium.

Terdapat hubungan yang dekat antar risiko kanker endometrium, diet tinggi lemak, dan tingginya produksi nasional bruto. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat perkembangan industri dapat mempengaruhi insidensi karsinoma endometrium melalui konsumsi makanan. Diet tinggi lemak juga berhubungan dengan obesitas dan diabetes melitus tipe II. Jumlah dan jenis lemak dalam makanan mempengaruhi metabolisme estrogen. Misalnya, diet yang kaya daging atau lemak dapat meningkatkan reabsorpsi estrogen pada usus besar.

Wanita kulit putih tiga kali lebih sering didiagnosis mengalami kanker endometrium dibandingkan wanita kulit hitam. Sekali lagi, ini jelas berlawanan dengan apa yang terlihat pada kanker serviks.

Hormon steroid dan kanker endometrium Seperti disebutkan di atas, data epidemiologis pada kanker endometrium menunjukkan adanya hubungan yang end antara pajanan estrogen dan perkembangan kanker. Yang menarik, hubungan tersebut hanya dapat disimpulkan pada saat ini. Dasar pemikiran yang menganggap estrogen sebagai faktor etiologis berasal dari tiga sumber: (i) aktivitas biologis estrogen dan progesteron pada endometrium: (ii) data pada hewan dan manusia mengenai pengaruh dietilstilbestrol (DES) terhadap karsinogenesis; dan (iii) hubungan antara kanker endometrium dengan hiperplasia endometrium dalam kaitannya dengan hubungan antara hiperplasia dengan pajanan estrogen yang tidak dihambat dan bcrlangsung lama.

Bukti yang paling kuat untuk sensitivitas endometrium yang tinggi terhadap hormon steroid ovarium adalah perubahan dramatis yang terjadi pada jaringan ini selama siklus menstruasi. Pada siklus wanita normal: endometrium mengubah morfologinya setiap hari. 

Pada fase folikular siklus: estrogen menstimulasi proliferasi epitel yang menutupi kelenjar endometrium dan stroma di bawahnya. Estrogen menginduksi produksi reseptomya sendiri dan reseptor progesteron selama fase ini. Progesteron yang disekresi dengan cepat setelah ovulasi menahan aktivitas proliferasi pada kelenjar-kelenjar dan mengkonversi epitel menjadi keadaan sekretorik. Stroma merespons progesteron dengan angiogenesis dan maturasi fungsional. Jika kehamilan terjadi, perubahan-perubahan ini akan mempersiapkan endometrium untuk implantasi. Dipercaya bahwa efek mitogenik yang poten dari estrogen pada epitel kelenjar endometrium mempercepat tingkat mutasi spontan dari onkogen yang merupakan predisposisi dan/atau gen penekan tumor. Hal ini mengarah pada suatu transformasi neoplastik.

Data pada hewan dan manusia yang dikumpulkan setelah berkembangnya pajanan DES menambah bukti biologis untuk potensi karsinogenik dari estrogen di saluran reproduksi. DES adalah agonis estrogen nonsteroid yang merupakan salah salu estrogen sintetik pertama yang dikembangkan. DES tersebut diberikan kepada lebih dari dua juta wanita pada tahun 1940-1970 sebagai pengobatan terhadap ancaman keguguran spontan (miscarriage). 

Pada tikus. pajanan neonatal terhadap DES menghasilkan kanker endometrium pada 95% binatang saat berusia 18 bulan. Pada wanita, pajanan DES pranatal mengarah pada kelainan struktur saluran reproduksi dan pada adenokarsinoma sel jemih vagina dan serviks. Aktivitas karsinogenik pada DES tampaknya dimediasi sebagian oleh aktivasi reseptor estrogen. Apakah pajanan DES pranatal akan menyebabkan kanker endometrium pada manusia akan ditentukan setelah penelitian kohort pada wanita-wanita ini berlangsung sampai menopause. Mekanisme genetik molekular mengenai bagaimana DES menyebabkan karsinoma sel jernih mungkin sama dengan bagaimana estrogen steam alami menyebabkan kanker endometrium tipe I. Ketidakstabilan genetik pada urutan mikrosatelit telah ditunjukkan pada kedua tumor ini.

Biologi molekular kanker endometrium
Mutasi onkogen K-ras dan ketidakstabilan mikrosatelit merupakan hal yang paling sering terjadi pada tumor tipe I yang berkaitan dengan estrogen. Mutasi pada gen penekan tumor PT53 dan ekspresi yang berlebihan dari onkogen ERBB2 lebih brinyak ditemukan pada tumor tips II yang tidak berkaitan dengan estrogen.

Hiperplasia endometrium
Hiperplasia endometrium menggambarkan suatu spektrum perubahan pada endometrium. Spektrum ini dapat berkisar dari pola-pola gangguan ringan yang hanya memperberat perubahan yang terlihat pada tahap proliferatif akhir siklus menstruasi hingga lesi ‘regular dan hiprekromatik yang sulit dibedakan dengan adenokarsinoma endometrioid. Meskipun demikian, hiperplasia endometrium noninvasif dapat dibagi menjadi dua tipe dasar: hiperplasia dan hiperplasia atipikal. Atipia ditandai oleh pembesaran inti, hiperkromasia, atau ketidakteraturan bentuk inti. Lesi hiperplastik dapat dibagi lagi menjadi beberapa kelompok. 

Hiperplasia sederhana menggambarkan perubahan hiperplastik dengan arsitektur kelenjar yang teratur sementara hiperplasia kompleks memiliki arsitektur kelenjar yang tidak teratur. Dan keempat tipe hiperplasia endometrium – sederhana, atipikal sederhana, dan atipikal kompleks – hanya hiperplasia atipikal kompleks yang memiliki risiko signifikan untuk berlanjut menjadi karsinoma invasif. Progresi dan hiperplasia ini berjalan lambat dan dapat berlangsung selama 5 tahun atau lebih. Sekitar 20% wanita dengan hiperplasia atipikal kompleks akan
berkembang menjadi adenokarsinoma endometrium. Hanya 1-2% dari lesi-lesi hiperplastik lainnya akan berlanjut.

Hiperplasia endometrium memiliki faktor risiko epidentiologis yang sama dengan kanker endometrium. Di antara pasien dengan hiperplasia endometrium atipikal, status pascamenopause berhubungan dengan risiko yang tertinggi untuk berlanjut menjadi adenokarsinoma (33% dalam 10 tahun). Kanker endometrium jarang ditemukan selama periode melahirkan anak. Saat ini terjadi, biasanya disebabkan oleh kelainan klinis yang menyebabkan adanya pajanan estrogen kronis dan tidak dihambat, termasuk sindrom osmium polikistik dan anovulasi kronik. Tumor ovarium yang memproduksi estrogen, seperti tumor sel granulosa-teka, juga berhubungan dengan perkembangan hiperplasia endometrium dan adenokarsinoma pada wanita pramenopause.

Terapi progesteron digunakan untuk menghentikan proliferasi endometrium dan untuk mengubah endometrium menjadi keadaan sekretorik pada pasien hiperplasia endometrium dengan potensi keganasan yang rendah. Terapi dapat diberikan secara siklis atau terus-menerus. Hiperplasia endometrium atipikal diterapi dengan pembedahan (histerektomi) kecuali terdapat kontraindikasi terhadap pembedahan.



Kanker Rahim adalah tumor ganas pada endometrium (lapisan rahim).

Kanker rahim biasanya terjadi setelah masa menopause, paling sering menyerang wanita berusia 50-60 taun.

Kanker bisa menyebar (metastase) secara lokal maupun ke berbagai bagian tubuh (misalnya kanalis servikalis, tuba falopii, ovarium, daerah di sekitar rahim, sistem getah bening atau ke bagian tubuh lainnya melalui pembuluh darah).

PENYEBAB

Penyebabnya yang pasti tidak diketahui, tetapi tampaknya penyakit ini melibatkan peningkatan kadar estrogen.

Salah satu fungsi estrogen yang normal adalah merangsang pembentukan lapisan epitel pada rahim. Sejumlah besar estrogen yang disuntikkan kepada hewan percobaan di laboratorium menyebabkan hiperplasia endometrium dan kanker.

Wanita yang menderita kanker rahim tampaknya memiliki faktor resiko tertentu. (faktor resiko adalah sesuatu yang menyebabkan bertambahnya kemungkinan seseorang untuk menderita suatu penyakit).

Wanita yang memiliki faktor resiko tidak selalu menderita kanker rahim, sebaliknya banyak penderita kanker rahim yang tidak memiliki faktor resiko. Kadang tidak dapat dijelaskan mengapa seorang wanita menderita kanker rahim sedangkan wanita yang lainnya tidak.

Penelitian telah menemukan beberapa faktor resiko pada kanker rahim:

  1. Usia, Kanker uterus terutama menyeranga wanita berusia 50 tahun keatas.
  2. Hiperplasia endometrium
  3. Terapi Sulih Hormon (TSH), TSH digunakan untuk mengatasi gejala-gejala menopause, mencegah osteoporosis dan mengurangi resiko penyakit jantung atau stroke. Wanita yang mengkonsumsi estrogen tanpa progesteron memiliki resiko yang lebih tinggi. Pemakaian estrogen dosis tinggi dan jangka panjang tampaknya mempertinggi resiko ini. Wanita yang mengkonsumsi estrogen dan progesteron memiliki resiko yang lebih rendah karena progesteron melindungi rahim.
  4. Obesitas, Tubuh membuat sebagian estrogen di dalam jaringan lemak sehingga wanita yang gemuk memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi. Tingginya kadar estrogen merupakan penyebab meningkatnya resiko kanker rahim pada wanita obes.
  5. Diabetes (kencing manis)
  6. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  7. Tamoksifen, Wanita yang mengkonsumsi tamoksifen untuk mencegah atau mengobati kanker payudara memiliki resiko yang lebih tinggi. Resiko ini tampaknya berhubungan dengan efek tamoksifen yang menyerupai estrogen terhadap rahim. Keuntungan yang diperoleh dari tamoksifen lebih besar daripada resiko terjadinya kanker lain, tetapi setiap wanita memberikan reaksi yang berlainan.
  8. Ras, Kanker rahim lebih sering ditemukan pada wanita kulit putih.
  9. Kanker kolorektal
  10. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun
  11. Menopause setelah usia 52 tahun
  12. Tidak memiliki anak
  13. Kemandulan
  14. Penyakit ovarium polikista
  15. Polip endometrium.

GEJALA

Gejalanya bisa berupa:

    * Perdarahan rahim yang abnormal
    * Siklus menstruasi yang abnormal
    * Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi (pada wanita yang masih mengalami menstruasi)
    * Perdarahan vagina atau spotting pada wanita pasca menopause
    * Perdarahan yang sangat lama, berat dan sering (pada wanita yang berusia diatas 40 tahun)
    * Nyeri perut bagian bawah atau kram panggul
    * Keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca menopause)
    * Nyeri atau kesulitan dalam berkemih
    * Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut:

    * Pemeriksaan panggul
    * Pap smear
    * USG transvagina
    * Biopsi endometrium.

Untuk membantu menentukan stadium atau penyebaran kanker, dilakukan pemeriksaan berikut:

   1. Pemeriksaan darah lengkap
   2. Pemeriksaan air kemih
   3. Rontgen dada
   4. CT scan tulang dan hati
   5. Sigmoidoskopi
   6. Limfangiografi
   7. Kolonoskopi
   8. Sistoskopi.

Staging (Menentukan stadium kanker)

  1. Stadium I : kanker hanya tumbuh di badan rahim
  2. Stadium II : kanker telah menyebar ke leher rahim (serviks
  3. Stadium III : kanker telah menyebar ke luar rahim, tetapi masih di dalam rongga panggul dan belum menyerang kandung kemih maupun rektum. Kelenjar getah bening panggul mungkin mengandung sel-sel kanker.
  4. Stadium IV : kanker telah menyebar ke dalam kandung kemih atau rektum atau kanker telah menyebar ke luar rongga panggul.

PENGOBATAN

Pemilihan pengobatan tergantung kepada ukuran tumor, stadium, pengaruh hormon terhadap pertumbuhan tumor dan kecepatan pertumbuhan tumor serta usia dan keadaan umum penderita.

Metode pengobatan:

1. Pembedahan

Kebanyakan penderita akan menjalani histerektomi (pengangkatan rahim). Kedua tuba falopii dan ovarium juga diangkat (salpingo-ooforektomi bilateral) karena sel-sel tumor bisa menyebar ke ovarium dan sel-sel kanker dorman (tidak aktif) yang mungkin tertinggal kemungkinan akan terangsang oleh estrogen yang dihasilkan oleh ovarium.

Jika ditemukan sel-sel kanker di dalam kelenjar getah bening di sekitar tumor, maka kelenjar getah bening tersebut juga diangkat. Jika sel kanker telah ditemukan di dalam kelenjar getah bening, maka kemungkinan kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Jika sel kanker belum menyebar ke luar endometrium (lapisan rahim), maka penderita tidak perlu menjalani pengobatan lainnya.

2. Terapi penyinaran (radiasi)

Digunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker.

Terapi penyinaran merupakan terapi lokal, hanya menyerang sel-sel kanker di daerah yang disinari.

Pada stadium I, II atau III dilakukan terapi penyinaran dan pembedahan. Penyinaran bisa dilakukan sebelum pembedahan (untuk memperkecil ukuran tumor) atau setelah pembedahan (untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa).

Ada 2 jenis terjapi penyinaran yang digunakan untuk mengobati kanker rahim:

  • Radiasi eksternal : digunakan sebuah mesin radiasi yang besar untuk mengarahkan sinar ke daerah tumor. Penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama beberapa minggu dan penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit. Pada radiasi eksternal tidak ada zat radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh.
  • Radiasi internal : digunakan sebuah selang kecil yang mengandung suatu zat radioaktif, yang dimasukkan melalui vagina dan dibiarkan selama beberapa hari. Selama menjalani radiasi internal, penderita dirawat di rumah sakit.

3. Kemoterapi

Pada terapi hormonal digunakan zat yang mampu mencegah sampainya hormon ke sel kanker dan mencegah pemakaian hormon oleh sel kanker. Hormon bisa menempel pada reseptor hormon dan menyebabkan perubahan di dalam jaringan rahim.

Sebelum dilakukan terapi hormon, penderita menjalani tes reseptor hormon. Jika jaringan memiliki reseptor, maka kemungkinan besar penderita akan memberikan respon terhadap terapi hormonal.

Terapi hormonal merupakan terapi sistemik karena bisa mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh. Pada terapi hormonal biasanya digunakan pil progesteron.

Terapi hormonal dilakukan pada:

    * penderita kanker rahim yang tidak mungkin menjalani pembedahan ataupun terapi penyinaran
    * penderita yang kankernya telah menyebar ke paru-paru atau organ tubuh lainnya
    * penderita yang kanker rahimnya kembali kambuh.

Jika kanker telah menyebar atau tidak memberikan respon terhadap terapi hormonal, maka diberikan obat kemoterapi lain, yaitu siklofosfamid, doksorubisin dan sisplastin.

Efek samping pengobatan kanker

Pengobatan kanker bisa menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan yang sehat, karena itu bisa menimbulkan beberapa efek samping yang tidak diharapkan.

Efek samping tersebut tergantung kepada berbagai faktor, diantaranya jenis dan luasnya pengobatan.

Setelah menjalani histerektomi, penderita biasanya mengalami nyeri dan merasa sangat lelah. Kebanyakan penderita akan kembali menjalani aktivitasnya yang normal dalam waktu 4-8 minggu setelah pembedahan.

Beberapa penderita mengalami mual dan muntah serta gangguan berkemih dan buang air besar.

Wanita yang telah menjalani histerektomi tidak akan mengalami menstruasi dan tidak dapat hamil lagi. Jika ovarium juga diangkat, maka penderita juga mengalami menopause. Hot flashes dan gejala menopause lainnya akibat histerektomi biasanya lebih berat dibandingkan dengan gejala yang timbul karena menopause alami.

Pada beberapa penderita, histerektomi bisa mempengaruhi hubungan seksual. Penderita merasakan kehilangan sehingga mengalami kesulitan dalam melakukan hubungan seksual.

Histerektomi

Histerektomi

Efek samping dari terapi penyinaran sangat tergantung kepada dosis dan bagian tubuh yang disinari.

  1. Biasanya kulit menjadi kering dan merah, rambut di daerah yang disinari mengalami kerontokan, nafsu makan berkurang dan kelelahan yang luar biasa.
  2. Beberapa penderita merasakan gatal-gatal, kekeringan dan perih pada vaginanya.
  3. Penyinaran juga menyebabkan diare atau sering berkemih.
  4. Radiasi juga bisa menyebabkan terjadinya penurunan jumlah sel darah putih.
  5. Wanita yang mengkonsumsi progesteron bisa mengalami peningkatan nafsu makan, penimbunan cairan dan penambahan berat badan. Jika masih mengalami menstruasi, maka siklusnya bisa mengalami perubahan.

PENCEGAHAN

Setiap wanita sebaiknya menjalani pemeriksaan panggul dan Pap smear secara rutin, untuk menemukan tanda-tanda pertumbuhan yang abnormal.

Wanita yang memiliki faktor resiko kanker rahim sebaiknya lebih sering menjalani pemeriksaan panggul, Pap smear dan tes penyaringan (termasuk biopsi endometrium)

Apa HYPERPLASIA ENDOMETRIUM? Terapi dan Pencegahannya

aghifaris.blogspot.com
HYPERPLASIA ENDOMETRIUM adalah keadaan dimana endometrium tumbuh secara berlebihan. Kelainan ini bersifat benigna ( jinak ) ; akan tetapi pada sejumlah kasus dapat berkembang kearah keganasan uterus . Sejumlah wanita berada pada resiko tinggi menderita hiperplasia endometrium. Tulisan ini akan memberi penjelasan mengenai :

                            * Pemeriksaan Diagnostik
                            * Terapi
                            * Pencegahan

Siapa yang memiliki resiko tinggi?

Hiperplasia Endometrium seringkali terjadi pada sejumlah wanita yang memiliki resiko tinhggi :
  1. Sekitar usia menopause
  2. Didahului dengan terlambat haid atau amenorea
  3. Obesitas ( konversi perifer androgen menjadi estrogen dalam jaringan lemak )
  4. Penderita Diabetes melitus
  5. Pengguna estrogen dalam jangka panjang tanpa disertai pemberian progestin pada kasus menopause
  6. PCOS – polycystic ovarian syndrome
  7. Penderita tumor ovarium dari jenis granulosa theca cell tumor

Keluhan utama hiperplasia glandulare adalah perdarahan uterus abnormal dengan spektrum histologis yang luas .

Terdapat 2 golongan :

   1. Simple Hyperplasia
   2. Complex Hyperplasia

dengan dua subgolongan : dengan atau tanpa atypia

Complex Atypical Hyperplasia memiliki potensi keganasan paling tinggi dimana sekitar20 – 30% tanpa pengobatan akan mengalami perubahan ke karsinoma endometrium

PEMERIKSAAN

Pada penderita perdarahan uterus abnormal yang disertai dengan faktor resiko harus dilakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan hiperplasia endometrium :

Pemeriksaan Ultrasonografi

Pada wanita pasca menopause ketebalan endometrium pada pemeriksaan ultrasonografi transvaginal kira kira < 4 mm. Untuk dapat melihat keadaan dinding cavum uteri secara lebih baik maka dapat dilakukan pemeriksaan hysterosonografi dengan memasukkan cairan kedalam uterus


Biopsy

Diagnosis hiperplasia endometrium dapat ditegakkan melalui pemeriksaan biopsi yang dapat dikerjakan secara poliklinis dengan menggunakan mikrokuret. Metode ini juga dapatmenegakkan diagnosa keganasan uterus.

Dilatasi dan Kuretase

Dilakukan dilatasi dan kuretase untuk terapi dan diagnosa perdarahan uterus.

Histeroskopi

Histeroskopi adalah tindakan dengan memasukkan peralatan teleskop kecil kedalam uterus untuk melihat keadaan dalam uterus dengan peralatan ini selain melakukan inspeksi juga dapat dilakukan tindakan pengambilan sediaan biopsi untuk pemeriksaan histopatologi.

Simple, typical hyperplasia of endometrium. The hyperplastic endometrium consists in proliferated epithelium with quasi-normal appearing (stratified, tall columnar, or cuboidal) and proliferated cells in stroma. Often, the glands are dilated (cystic "Swiss cheese" hyperplasia). (H&E, ob. x10)

Complex Hyperplasia

TERAPI

Pada sebagian besar kasus , terapi hiperplasia endometrium atipik dilakukan dengan memberikan hormon progesteron. Dengan pemberian progesteron, endometrium dapat luruh dan mencegah pertumbuhan kembali. Kadang kadang disertai dengan perdarahan per vaginam.

Besarnya dosis dan lamanya pemberian progesteron ditentukan secara individual. Setelah terapi , dilakukan biopsi ulang untuk melihat efek terapi.

Umumnya jenis progesteron yang diberikan adalah Medroxyprogetseron acetate (MPA) 5 – 10 mg per hari selama 10 hari setiap bulannya dan diberikana selama 3 bulan berturut turut

Pada pasien hiperplasia komplek harus dilakukan evaluasi dengan D & C fraksional dan terapi diberikan dengan progestin setiap hari selama 3 – 6 bulan

Pada pasien hiperplasia komplek dan atipik sebaiknya dilakukan histerektomi kecuali bila pasien masih menghendaki anak.

Pada pasien dengan tumor penghasil estrogen harus dilakukan ekstirpasi

PENCEGAHAN HIPERPLASIA ENDOMETRIUM

Harus diambil langkah untuk menurunkan resiko hiperplasia endometrium :
  • Penggunaan etsrogen pada masa pasca menopause harus disertai dengan pemberian progestin untuk mencegah karsinoma endometrium.
  • Bila menstruasi tidak terjadi setiap bulan maka harus diberikan terapi progesteron untuk mencegah pertumbuhan endometrium berlebihan. Tderapi terbaik adalah memberikan kontrasepsi oral kombinasi.
  • Rubah gaya hidup untuk menurunkan berat badan.

Dari keterangan diatas dapat kita simpulkan sebagai berikut:
Hiperplasia Endometrium adalah suatu kondisi di mana lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh secara berlebihan. Kondisi ini merupakan proses yang jinak (benign), tetapi pada beberapa kasus (hiperplasia tipe atipik) dapat menjadi kanker rahim.

Endometrium merupakan lapisan paling dalam dari rahim. Lapisan ini tumbuh dan menebal setiap bulannya dalam rangka mempersiapkan diri terhadap terjadinya kehamilan, agar hasil konsepsi bisa tertanam. Jika tidak terjadi kehamilan, maka lapisan ini akan keluar saat menstruasi.

Hormon yang ada di tubuh wanita: estrogen dan progesteron mengatur perubahan endometrium, dimana estrogen merangsang pertumbuhannya dan progesteron mempertahankannya. Sekitar pertengahan siklus haid, terjadi ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur). Jika sel telur ini tidak dibuahi (oleh sperma), maka kadar hormon (progesteron) akan menurun, sehingga timbullah haid/menstruasi.

Pada saat mendekati menopause, kadar hormon2 ini berkurang. Setelah menopause wanita tidak lagi haid, karena produksi hormon ini sangat sedikit sekali. Untuk mengurangi keluhan/gejala menopause sebagian wanita memakai hormon pengganti dari luar tubuh (terapi sulih hormon), bisa dalam bentuk kombinasi estrogen + progesteron ataupun estrogen saja.

Estrogen tanpa pendamping progesteron (unoppesd estrogen) akan menyebabkan penebalan endometrium. Pada beberapa kasus sel2 yang menebal ini menjadi tidak normal yang dinamakan Hiperplasis atipik yang merupakan cikal bakal kanker rahim.

Risiko terjadinya hiperplasia endometrium bisa tinggi pada: usia sekitar menopause, menstruasi yang tidak beraturan atau tidak ada haid sama sekali, over-weight, diabetes, SOPK (PCOS), mengkonsumsi estrogen tanpa progesteron dalam mengatasi gejala menopause. Gejalanya yang biasa/sering adalah perdarahan pervagina yang tidak normal (bisa haid yang banyak dan memanjang).

Berikut ini beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan pada hiperplasia endometrium:
USG: Terutama yang transvaginal.
Biopsi : pengambilan sampel endometrium, selanjutnya di periksa dengan mikroskop (PA)
Dilatasi dan Kuretase (D&C): leher rahim dilebarkan dengan dilatator kemudian hiperplasianya dikuret. Hasil kuret lalau di PA-kan.
Hysteroscopy: memasukkan kamera (endoskopi) kedalam rahim lewat vagina. Dilakukan juga pengambilan sampel untuk di PA-kan

Pada kebanyakan kasus hiperplasisa dapat diobati dengan obat2an yaitu dengan memakai progesteron. Progesteron menipiskan/menghilangkan penebalan serta mencegahnya tidak menebal lagi. Namun pemakain progesteron ini menimbulkan bercak (spotting).

Setelah mengkonsumsi progeteron dalam waktu tertentu, dilakukan evaluasi kembali endometriumnya dengan cara di biopsi atau metode sampling lainnya. Jika tidak ada perbaikan, dilakukan dapat diberikan obat lagi. Histerektomi atau pengangkatan rahim dilakukan jika anak sudah cukup atau hiperplasia nya jenis atipik. Namun jika masih ingin punya anak maka masih ada pilihan dilakukan terapi hormonal.






    Tuesday, March 8, 2011

    4 Minuman Yang Aman Untuk Mengeluarkan Racun Dari Dalam Tubuh

    aghifaris.blogspot.com
    Detoksifikasi merupakan satu cara menghilangkan racun dari tubuh secara alami, pilihan paling aman untuk detoksifikasi bisa dengan air putih, jus buah dan sayur. Pilihan asupan ini tentunya lebih aman karena semua bahan yang digunakan berasal dari bahan alami dan tidak menimbulkan efek samping. Berikut ini beberapa cairan yang bisa digunakan untuk mendetoks tubuh dan mengeluarkan racun yang menumpuk

    Penumpukan racun dalam tubuh bisa saja disebabkan oleh faktor makanan. Mengkonsumsi makanan berkolestrol tinggi, mengadung lemak jenuh dan makanan dan minuman ringan lainnya bisa jadi mengadung zat berbahaya juga bisa jadi pemicu bertumpuknya racun dalam tubuh.Detoksifikasi merupakan satu cara menghilangkan racun dari tubuh secara alami, pilihan paling aman untuk detoksifikasi bisa dengan air putih, jus buah dan sayur. Pilihan asupan ini tentunya lebih aman karena semua bahan yang digunakan berasal dari bahan alami dan tidak menimbulkan efek samping.
    Berikut ini beberapa cairan yang bisa digunakan untuk mendetoks tubuh dan mengeluarkan racun yang menumpuk :

    1. Air putihAir putih merupakan salah satu cairan yang berkualitas dan bisa membersihkan system pencernaan. Air putih bekerja menghilangkan racun dan ampas makanan yang mungkin tersisa dan menumpuk dalam usus. Minumlah sedikitnya dua gelas air putih setiap pagi, setelah bangun tidur.
    2. Teh hijauTeh hijau merupakan salah satu anti oksidan alami tertinggi. Mengandung polyphenol yang membantu mengontrol pembentukan glukosa dalam darah. Polyphenol menghambat pembentukan glukosa menjadi sel-sel lemak, serta mencegahnya masuk ke pusat aliran darah.
    3. Jus jerukJeruk merupakan sumber utama vitamin C, yang dipercaya meningkatkan daya tahan tubuh. Jeruk juga kaya akan flavonoid, antioksidan penting yang melindungi sistem imun manusia dengan cara melawan kuman dan bakteri penyebab penyakit.
    4. Air kelapa hijauAir kelapa hijau dapat bermanfaat untuk membersihkan saluran pencernaan bahkan dapat melawan kuman, virus dan bakteri. Minum air kelapa hijau secara teratur pun bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan mencukupi asupan cairan dalam tubuh.Minumlah minuman-minuman diatas, 10 menit sebelum Anda menyantap sarapan untuk hasil yang lebih maksimal.

    Thursday, March 3, 2011

    Mengenal Dan Mengetahui Gejala Kehamilan Secaradini

    Pengantar mengenal sedini mingkin gejala pada wanita dinyatakan telah hamil.secara garis besar sya tulis pada awal artikel ini,secara bersambung akan saya selesaikan secara lengkap.

    Kebanyakan wanita Yang di jadikan patokan yaitu  periode menstruasi yang  dinyatakan kemungkinan hamil, tetapi gejala lain dan tanda-tanda yang sering dialami oleh banyak wanita di tahap awal kehamilan .

    Sangat penting untuk diingat bahwa tidak semua wanita akan mengalami gejala-gejala masing-masing atau memiliki gejala-gejala pada tingkat yang sama.

    Bahkan wanita yang sama dapat memiliki berbagai jenis gejala pada kehamilan berikutnya dari beberapa kehamilan sebelumnya, dan gejala dapat mengubah atau mengembangkan secara mingguan.

    Gejala kehamilan ektopik , atau gejala kehamilan tuba, sangat mirip dengan gejala kehamilan normal di awal dan dapat mencakup banyak gejala yang dijelaskan di bawah ini.

    Namun, dengan atau jenis kehamilan ektopik tuba, gejala lain, seperti sakit perut dan pendarahan vagina , berkembang dari waktu ke waktu, biasanya 6 sampai 8 minggu setelah periode menstruasi tidak terjawab.

    Berikut ini adalah gejala kehamilan yang paling umum pada trimester pertama.

    Terlambat haid

    Sebuah periode menstruasi terjawab yang paling sering tanda pertama kehamilan dan merupakan gejala pertama trimester umum.

    Kadang-kadang seorang wanita yang sedang hamil masih mungkin mengalami beberapa perdarahan atau bercak sekitar waktu periode yang diharapkan, biasanya 6 sampai 12 hari setelah pembuahan.

    Ketika itu terjadi, ini implantasi perdarahan "yang disebut-" biasanya tidak berat atau selama suatu periode menstruasi yang teratur

    Ini sedikit pendarahan yang terjadi pada saat masa haid yang diharapkan terjadi karena telur yang dibuahi menempel pada dinding rahim.

    Hal ini disebut sebagai pendarahan implantasi.

    Setiap perdarahan selama kehamilan biasanya lebih ringan daripada yang diamati selama periode menstruasi yang teratur.

    Namun, jika seorang wanita tidak memiliki siklus menstruasi yang teratur, ia mungkin melihat beberapa gejala lain dari awal kehamilan sebelum jelas bahwa periode menstruasi telah lewat.

    Sebuah periode menstruasi terjawab juga tidak mengkonfirmasi bahwa seorang wanita hamil bahkan jika ia memiliki siklus teratur, karena kedua kondisi emosional dan fisik yang dapat menyebabkan menstruasi tidak ada atau tertunda.

    Payudara bengkak, nyeri, dan rasa sakit

    Perasaan payudara bengkak, nyeri, atau nyeri juga umumnya terkait dengan awal kehamilan.

    Gejala-gejala ini kadang-kadang mirip dengan sensasi dalam payudara pada hari-hari sebelum periode menstruasi yang diharapkan.

    Perempuan juga dapat menggambarkan perasaan berat atau kepenuhan di payudara.

    Gejala-gejala ini dapat dimulai dalam beberapa wanita dari  awal satu sampai dua minggu setelah pembuahan.

    Monday, February 28, 2011

    Mengenal Dan Menentukan Alat KB Yang Tepat


    Pengenalan tipe kontrol kelahiran /KB   dan pilihan

    Jika seorang wanita aktif secara seksual dan dia subur - fisik dapat menjadi hamil - "?

    Apakah saya ingin menjadi hamil sekarang" dia perlu bertanya sendiri, ?

    Jika jawabannya adalah "Tidak," dia harus menggunakan beberapa metode pengendalian kelahiran (kontrasepsi) atau KB.

    Jika seorang wanita tidak ingin hamil pada saat ini dalam hidupnya, apakah dia berencana untuk menjadi hamil di masa depan? yang akan datang?  Pernah?

    Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dapat menentukan metode pengendalian kelahiran bahwa ia dan laki-laki pasangannya menggunakan seksual - sekarang dan di masa depan.

    Ada sejumlah cara yang berbeda untuk menggambarkan pengendalian kelahiran. Persyaratan meliputi kontrasepsi / KB, kehamilan pencegahan, pengendalian kesuburan, dan keluarga berencana.

    Tapi tak peduli apa proses ini disebut, secara seksual orang yang aktif dapat memilih dari sejumlah besar metode untuk mengurangi kemungkinan mereka hamil.

    Namun demikian, tidak ada metode pengendalian kelahiran yang tersedia saat ini menawarkan perlindungan sempurna terhadap infeksi menular seksual pada wanita , dan infeksi menular seksual pada laki-laki (penyakit menular seksual, atau PMS), kecuali pantang.

    Diperkirakan bahwa ada lebih dari tiga juta kehamilan yang tidak direncanakan setiap tahun di Indonesia

    Setengah dari kehamilan yang tidak direncanakan terjadi karena pasangan tidak menggunakan alat kontrasepsi /KB sama sekali, dan setengah lainnya terjadi karena pasangan menggunakan kontrol kelahiran, tetapi tidak benar.

    Secara sederhana, semua metode pengendalian kelahiran didasarkan pada baik mencegah sperma seorang pria dari mencapai dan memasuki telur wanita (pembuahan) atau mencegah sel telur yang dibuahi dari menanamkan di dalam rahim wanita (rahim) dan mulai tumbuh.

    Metode pengendalian kelahiran dapat reversibel atau permanen.

    Pengendalian kelahiran Reversible berarti bahwa metode tersebut dapat dihentikan pada dasarnya setiap saat tanpa-jangka efek panjang pada kesuburan (kemampuan untuk menjadi hamil).

    Pengendalian kelahiran Permanen biasanya berarti bahwa metode tersebut tidak dapat dibatalkan atau terbalik, kemungkinan besar karena melibatkan operasi.

    Contoh metode permanen
    Termasuk vasektomi untuk pria atau ligasi tuba untuk wanita.

    Metode pengendalian kelahiran juga dapat diklasifikasikan menurut apakah mereka adalah metode penghalang (misalnya, sebuah kondom ) yang menghalangi sperma, metode mekanik (misalnya, sebuah alat kontrasepsi [IUD]), atau metode hormonal (misalnya, yang "pil" ).

    Alam" metode tidak bergantung pada perangkat atau hormon namun pada mengamati beberapa aspek fisiologi Tubuh seorang wanita untuk mencegah pembuahan.

    Tanggung jawab langsung untuk sebagian besar metode pengendalian kelahiran yang saat ini tersedia di tangan perempuan itu.

    Masukan dari seorang praktisi kesehatan kadang-kadang mungkin penting dalam memilih kontrol kelahiran yang tepat.

    Metode pengendalian kelahiran baru sedang dikembangkan dan diuji sepanjang waktu. Dan apa yang tepat untuk pasangan pada satu titik dapat berubah seiring dengan waktu dan keadaan.


    Sayangnya, tidak ada metode kontrol kelahiran / KB, kurang 100% efektif.

    Apa Pengaruh Jangka Panjang (prognosis) Untuk Kram Menstruasi?

    Apa Pengaruh jangka panjang (prognosis) untuk kram menstruasi?

    Secara umum, kram menstruasi seorang wanita tidak memperburuk selama hidupnya.Bahkan, kram menstruasi dismenore primer biasanya berkurang dengan umur dan setelah kehamilan.

    Hal ini diduga disebabkan oleh fakta bahwa saraf rahim merosot dengan usia dan menghilang di akhir kehamilan, dengan hanya sebagian dari saraf regenerasi setelah melahirkan.

     Ketika ada dismenore sekunder dengan kondisi yang mendasari berkontribusi rasa sakit, prognosis tergantung pada kondisi perawatan yang sukses itu.

    Sebagai perempuan telah belajar lebih banyak tentang tubuh mereka dan cara mempertahankan mereka dalam kesehatan yang optimal, kram menstruasi telah menjadi kurang dari penyakit yang melemahkan, dan lebih sering, hanya sebuah ketidaknyamanan bulanan kecil.

    Menstruasi Sekilas

    1. Kram menstruasi adalah nyeri perut dan panggul berkala dialami oleh perempuan.
    2. Lebih dari separuh dari semua wanita menstruasi kram.
    3. Kram yang parah pada paling tidak satu dari tujuh wanita-wanita.
    4. Medis, kram menstruasi disebut dysmenorrhea.
    5. Dismenore primer adalah kram menstruasi umum tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi.
    6. Dismenore sekunder hasil dari suatu kelainan yang mendasarinya yang biasanya melibatkan sistem reproduksi wanita.
    7. Nonsteroidal obat anti-inflamasi (NSAID) biasanya digunakan untuk mengobati kram.
    8. Latihan fisik dapat membantu mengurangi kram menstruasi.
    9. Kram menstruasi cenderung meningkatkan dengan usia

    Apa Yang Menyebabkan Kram Menstruasi?


    Dysmenorrhea
    Apa yang menyebabkan kram menstruasi?


    Setiap bulan, lapisan dalam rahim (endometrium) menumpuk dalam persiapan untuk kemungkinan kehamilan .

    Setelah ovulasi, jika telur tidak dibuahi oleh sperma, kehamilan tidak akan mengakibatkan dan lapisan rahim saat ini tidak lagi diperlukan.

    Estrogen wanita itu dan penurunan hormon progesteron, dan lapisan rahim menjadi bengkak dan akhirnya gudang sebagai aliran menstruasi dan digantikan oleh lapisan baru dalam siklus bulanan berikutnya.

    Ketika lapisan rahim tua mulai memecah, senyawa molekuler yang disebut prostaglandin dilepaskan.

    Senyawa ini menyebabkan otot-otot rahim berkontraksi. Ketika kontrak otot rahim, mereka menyempitkan pasokan darah (vasokonstriksi) untuk endometrium.

    Ini blok kontraksi pengiriman oksigen ke jaringan dari endometrium yang, pada gilirannya, rusak dan mati.

    Setelah kematian jaringan ini, kontraksi uterus harfiah memeras jaringan endometrium tua melalui leher rahim dan keluar dari tubuh dengan cara vagina.

    Zat lain yang dikenal sebagai leukotrien, yang merupakan bahan kimia yang berperan dalam respon inflamasi, juga meningkat pada saat ini dan mungkin berhubungan dengan pengembangan kram menstruasi.

    Mengapa beberapa kram begitu menyakitkan?

    Kram menstruasi disebabkan oleh kontraksi uterus yang terjadi sebagai tanggapan terhadap prostaglandin dan bahan kimia lainnya.

    Sensasi kram diintensifkan ketika bekuan atau potongan jaringan berdarah dari lapisan rahim melewati leher rahim, terutama jika saluran leher rahim wanita adalah sempit.

    Perbedaan antara kram menstruasi yang lebih menyakitkan dan mereka yang kurang menyakitkan mungkin berkaitan dengan tingkat prostaglandin wanita.

    Perempuan dengan kram menstruasi mengalami peningkatan kadar prostaglandin di endometrium (lapisan rahim) bila dibandingkan dengan wanita yang tidak mengalami kram.

    Kram menstruasi sangat mirip dengan wanita hamil pengalaman ketika ia diberikan prostaglandin sebagai obat untuk menginduksi persalinan.

    Mengetahui Secara Detail Apa Kram Menstruasi (Dysmenorrhea)?

    Kram Menstruasi
    (Dysmenorrhea)

    Apa  kram menstruasi?


    Kram menstruasi adalah nyeri dalam (perut) perut dan daerah panggul yang dialami oleh perempuan sebagai akibat dari periode menstruasi.

    Kram menstruasi yang tidak sama dengan ketidaknyamanan yang dirasakan selama premenstrual syndrome (PMS), meskipun gejala-gejala dari kedua gangguan kadang-kadang dapat dialami sebagai proses berkelanjutan.

    Banyak perempuan menderita dari kedua PMS dan kram menstruasi.

    Menstrual cramps can range from mild to quite severe. kram menstruasi dapat berkisar dari ringan sampai cukup parah.

    Kram menstruasi ringan mungkin hampir tidak terlihat dan durasinya terlalu singkat - kadang-kadang merasa seperti rasa berat ringan di perut.


    Parah kram menstruasi bisa begitu menyakitkan bahwa mereka mengganggu aktivitas rutin seorang wanita selama beberapa hari.

    Bagaimana  Secara  umum  kram menstruasi?

    Kram menstruasi dari beberapa derajat mempengaruhi lebih dari diperkirakan 50% perempuan, dan di antara ini, sampai dengan 15% akan menjelaskan kram menstruasi mereka sebagai parah.

    Survei gadis remaja menunjukkan bahwa lebih dari 90% dari perempuan melaporkan mengalami kram menstruasi.

    Apa itu dismenore?

    Istilah medis untuk kram menstruasi adalah dismenore.

    Ada dua jenis dismenore, primer dan sekunder.

    Pada dismenorea primer, tidak ada masalah ginekologi yang mendasari menyebabkan rasa sakit.

    Jenis kram dapat dimulai dalam enam bulan sampai satu tahun setelah menarche (awal haid ), saat seorang gadis mulai mengalami periode menstruasi.

    Kram menstruasi biasanya tidak dimulai sampai siklus menstruasi ovulasi (saat sel telur dilepaskan dari ovarium) terjadi, dan perdarahan haid aktual biasanya dimulai sebelum timbulnya

    Oleh karena itu, gadis remaja mungkin tidak mengalami dismenore sampai bulan sampai tahun setelah onset menstruasi.


    Dalam dismenore sekunder, beberapa kondisi abnormal yang mendasari (biasanya melibatkan sistem reproduksi wanita) berkontribusi pada nyeri haid.

    Dismenore sekunder dapat terlihat pada menarche tetapi, lebih sering, kondisi berkembang kemudian.

    What Is The Prostate?

    What is the prostate?

    The prostate gland is about the size of a walnut and is shaped like a doughnut. It sits underneath the bladder and surrounds the top part of the urethra; the tube which urine passes through on its way from the bladder to the penis.

    The prostate gland produces a milky, slightly acidic fluid that is secreted into the urethra and helps keep the sperm alive and moving. This fluid from the prostate makes up about half of the fluid that is ejaculated.

    cross section of the prostate gland



    Prostate growth

    The prostate is found deep within the pelvis and is difficult to examine except through the rectum.

    The close location of the prostate around the urethra means that any enlargement of the gland can narrow the outflow from the bladder. If the prostate grows too large, it may slow or even stop the flow of urine.

    At puberty, when testosterone levels in boys start to increase, the prostate grows about eight times in size.  It continues to grow, doubling in size between 21 and 50 years and almost doubling again between 50 and 80 years.  The reasons for this ongoing increase are not fully understood.

    prostate growth


    What is prostate disease?

    Prostate disease is a term used to describe several common prostate problems including:

        * Prostatitis -
          inflammation of the prostate gland, sometimes because of infection;
        * Benign Prostatic Hyperplasia or Hypertrophy (BPH) -
          non-cancerous enlargement or growth of the prostate gland;
        * Prostate cancer.

    Only prostate cancer and the uncommon acute form of bacterial prostatitis (ABP) are considered life-threatening.  However, both inflammation and enlargement of the prostate can be painful and can have a major effect on man’s quality of life.

    Prostatitis

    Prostatitis is a general term that refers to any inflammation or swelling of the prostate gland. It may or may not be associated with an infection within the prostate gland.

    It has been estimated that about one in every six men may experience prostatitis some time during their lives1.  Prostatitis can occur at any age in the male population, but occurs more commonly in the under 50 age group.

    Prostatitis is not a life threatening condition but it can be a very painful disorder.

    Sunday, February 27, 2011

    Apa Gejala Diabetes Militus Yang Harus Di Waspadai ?

    aghifaris.blogspot.com

    Gejala Diabetes Tipe II

    Beberapa gejala diabetes tipe II meliputi:

    1. Tinggi jumlah glukosa dalam urin, yang mengarah ke dehidrasi dan menyebabkan rasa haus meningkat dan konsumsi air;
    2. Berat badan turun meskipun peningkatan nafsu makan;
    3. Kelelahan;
    4. Mual;
    5. Muntah;
    6. Kandung kemih, kulit, dan infeksi vagina;
    7. Penglihatan kabur; dan
    8. Kelesuan

    Apa saja gejala diabetes?

    • Gejala-gejala awal diabetes yang tidak diobati yang terkait dengan tingkat gula darah, dan hilangnya glukosa dalam urin.
    • Tinggi jumlah glukosa dalam urin dapat menyebabkan peningkatan output urin dan menyebabkan dehidrasi . Dehidrasi menyebabkan rasa haus meningkat dan konsumsi air.
    • Ketidakmampuan insulin untuk melakukan normal memiliki pengaruh terhadap protein, lemak dan metabolisme karbohidrat.Insulin adalah hormon anabolik, yaitu, salah satu yang mendorong penyimpanan lemak dan protein.

    • Sebuah kekurangan insulin absolut atau relatif akhirnya mengarah pada penurunan berat badan meskipun peningkatan nafsu makan.
    • Beberapa pasien diabetes yang tidak diobati juga mengeluhkan kelelahan, mual dan muntah .
    • Pasien dengan diabetes rentan terhadap infeksi berkembang dari kandung kemih , kulit, dan daerah vagina.
    • Fluktuasi kadar glukosa darah dapat menyebabkan penglihatan kabur .Sangat peningkatan kadar glukosa dapat menyebabkan kelesuan dan koma.

    Bagaimana diabetes didiagnosis?


    Glukosa darah puasa (gula) tes adalah cara yang disukai untuk mendiagnosis diabetes. Sangat mudah untuk melakukan dan nyaman.

         Setelah orang tersebut telah berpuasa semalam (minimal 8 jam), contoh tunggal darah diambil dan dikirim ke laboratorium untuk analisis.

         Hal ini juga dapat dilakukan secara akurat di kantor dokter menggunakan meter glukosa.

    • Normal kadar glukosa plasma puasa kurang dari 100 miligram per desiliter (mg / dl).
    • Puasa kadar glukosa plasma lebih dari 126 mg / dl pada dua atau lebih tes pada hari yang berbeda menunjukkan diabetes.
    • Sebuah tes darah acak glukosa juga dapat digunakan untuk mendiagnosa diabetes.Sebuah kadar glukosa darah 200 mg / dl atau lebih tinggi menunjukkan diabetes.

    Ketika glukosa darah puasa 100mg/dl tetap di atas, tapi di kisaran 100-126mg/dl, ini dikenal sebagai glukosa puasa terganggu (IFG).

    Sementara pasien dengan IFG tidak memiliki diagnosis diabetes, kondisi ini disertai dengan resiko sendiri dan keprihatinan, dan dirujuk di tempat lain.
    Uji Toleransi glukosa oral

    Meskipun tidak secara rutin digunakan lagi, maka tes toleransi glukosa oral (OGTT) adalah standar emas untuk membuat diagnosis diabetes tipe 2.

    Hal ini masih sering digunakan untuk mendiagnosa gestational diabetes dan dalam kondisi pra-diabetes, seperti polycystic ovary syndrome Dengan tes toleransi glukosa oral, orang puasa semalam (setidaknya delapan tetapi tidak lebih dari 16 jam).

    Kemudian pertama, glukosa plasma puasa diuji. Setelah tes ini, orang tersebut menerima 75 gram glukosa (100 gram untuk wanita hamil).

    Ada beberapa metode yang digunakan oleh dokter kandungan untuk melakukan tes ini, tapi satu yang dijelaskan di sini adalah standar.

    Biasanya, glukosa dalam cairan manis-rasa bahwa minuman orang.Contoh darah diambil pada interval tertentu untuk mengukur glukosa darah.

    Untuk uji untuk memberikan hasil yang dapat diandalkan:

    1. Orang harus berada dalam kesehatan yang baik (tidak punya penyakit lain, bahkan tidak flu).
    2. Orang harus normal aktif (tidak berbaring, misalnya, sebagai rawat inap di rumah sakit), dan
    3. Orang tersebut tidak boleh memakan obat yang dapat mempengaruhi glukosa darah.
    4. Selama tiga hari sebelum ujian, orang tersebut harus memiliki makan diet tinggi karbohidrat      (200-300 gram per hari).
    5. Pagi pengujian, orang tidak boleh merokok atau minum kopi.

    Oral klasik tes toleransi glukosa mengukur kadar glukosa darah lima kali selama tiga jam.

    Beberapa dokter hanya mendapatkan sampel dasar sampel darah diikuti oleh dua jam setelah minum larutan glukosa. 

    Dalam orang tanpa diabetes, kadar glukosa naik dan kemudian jatuh dengan cepat.

    Pada seseorang dengan diabetes, kadar glukosa naik lebih tinggi dari normal dan gagal untuk kembali turun dengan cepat.

    Orang dengan kadar glukosa antara normal dan diabetes memiliki gangguan toleransi glukosa (IGT).

    Orang dengan toleransi glukosa terganggu tidak menderita diabetes, namun berada pada risiko tinggi untuk maju dengan diabetes.

    Setiap tahun, 1% -5% dari orang-orang yang hasil tes menunjukkan gangguan toleransi glukosa akhirnya benar-benar mengembangkan diabetes.

    Berat badan dan olahraga dapat membantu orang dengan toleransi glukosa terganggu kadar glukosa mereka kembali normal.

    Selain itu, beberapa dokter menganjurkan penggunaan obat-obatan, seperti metformin (Glucophage), untuk membantu mencegah / menunda timbulnya diabetes terbuka.

    Studi terbaru menunjukkan bahwa gangguan toleransi glukosa sendiri dapat menjadi faktor risiko untuk perkembangan penyakit jantung.

    Dalam komunitas medis, kebanyakan dokter sekarang pemahaman bahwa toleransi glukosa terganggu adalah atau hanyalah sebuah prekursor diabetes, tetapi sendiri penyakit klinis entitas yang membutuhkan perawatan dan pemantauan.

    Mengevaluasi hasil tes toleransi glukosa oral

    Tes toleransi Glukosa dapat menyebabkan salah satu diagnosis berikut:

    • Normal Tanggapan: Seseorang dikatakan memiliki respon normal ketika jam glukosa tingkat-2 kurang dari 140 mg / dl, dan semua nilai antara 0 dan 2 jam kurang dari 200 mg / dl.
    • Gangguan toleransi glukosa: Seseorang dikatakan memiliki gangguan toleransi glukosa ketika glukosa plasma puasa kurang dari 126 mg / dl dan glukosa jam tingkat-2 adalah antara 140 dan 199 mg / dl.
    • Diabetes: Seseorang memiliki diabetes ketika dua tes diagnostik dilakukan pada hari yang berbeda menunjukkan bahwa kadar glukosa darah tinggi.
    • Gestational diabetes: Seorang wanita telah gestational diabetes ketika ia sudah memiliki dua dari berikut: a OGTT 100g, glukosa plasma puasa lebih dari 95 mg / dl, glukosa jam level-1 lebih dari 180 mg / dl, 2 - Tingkat glukosa jam lebih dari 155 mg / dl, atau kadar glukosa 3 jam lebih dari 140 mg / dl

    Mengetahui Secara Lengkap Pengertian,Penyebab dan Akibat Diabetes Militus

    Apa itu diabetes?

    Diabetes mellitus adalah sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan gula darah tinggi ( glukosa ) tingkat, yang dihasilkan dari kerusakan sekresi insulin, atau tindakan, atau keduanya.

    Diabetes mellitus, sering disebut sebagai diabetes (seperti yang akan di artikel ini) pertama kali diidentifikasi sebagai penyakit yang terkait dengan "air kencing manis," dan kehilangan otot yang berlebihan dalam dunia kuno.

    Peningkatan kadar glukosa darah ( hiperglikemia ) menyebabkan tumpahan glukosa ke dalam urin, maka kencing manis panjang.

    Biasanya, glukosa darah tingkat yang ketat dikendalikan oleh insulin, suatu hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Insulin menurunkan kadar glukosa darah.

    Ketika mengangkat glukosa darah (misalnya, setelah makan makan), insulin dilepaskan dari pankreas untuk menormalkan kadar glukosa.

    Pada pasien dengan diabetes, tidak adanya atau kurangnya produksi insulin menyebabkan hiperglikemia.

     Diabetes adalah suatu kondisi medis yang kronis, yang berarti bahwa meskipun dapat dikontrol, itu berlangsung seumur hidup.

    Apa dampak dari diabetes?

    Seiring waktu, diabetes dapat menyebabkan kebutaan , gagal ginjal, dan kerusakan saraf. Jenis kerusakan adalah hasil dari kerusakan pembuluh kecil, disebut sebagai penyakit mikrovaskuler

    Diabetes juga merupakan faktor penting dalam mempercepat pengerasan dan penyempitan pembuluh darah ( aterosklerosis ), menyebabkan stroke , penyakit jantung koroner , dan pembuluh darah besar penyakit lainnya.

    Hal ini disebut sebagai penyakit macrovascular .

    Diabetes mempengaruhi sekitar 17 juta orang (sekitar 8% dari populasi) di Amerika Serikat.

    Selain itu, tambahan diperkirakan 12 juta orang di Amerika Serikat telah diabetes dan bahkan tidak tahu itu.

    Dari perspektif ekonomi, biaya tahunan sebesar diabetes pada tahun 1997 diperkirakan menjadi 98 milyar dolar di Amerika Serikat. Biaya per kapita akibat diabetes pada tahun 1997 sebesar $ 10,071.00, sedangkan biaya kesehatan untuk orang-orang tanpa diabetes yang terjadi per kapita biaya sebesar $ 2,699.00.

    Selama tahun yang sama, 13,9 juta hari di rumah sakit yang dikaitkan dengan diabetes, sementara 30,3 juta kunjungan ke dokter kantor yang terkait diabetes.

    Ingat, angka-angka ini mencerminkan hanya populasi di Amerika Serikat. Secara global, statistik yang mengejutkan.

    Diabetes adalah penyebab utama kematian ketiga di Amerika Serikat setelah penyakit jantung dan kanker .

    Apa penyebab diabetes?

    Kurangnya produksi insulin (baik mutlak maupun relatif terhadap kebutuhan tubuh), produksi insulin cacat (yang tidak umum), atau ketidakmampuan sel untuk menggunakan insulin dengan benar dan efisien menyebabkan hiperglikemia dan diabetes.

    Kondisi terakhir mempengaruhi sebagian besar sel-sel lemak dan jaringan otot, dan hasil dalam suatu kondisi yang dikenal sebagai  Ini adalah masalah utama pada diabetes tipe 2.

    Kurangnya insulin absolut, biasanya sekunder untuk proses destruktif yang mempengaruhi sel beta penghasil insulin di pankreas, adalah gangguan utama dalam diabetes tipe 1.

    Dalam diabetes tipe 2, juga ada yang terus menurun sel beta yang menambah proses gula darah.

    Pada dasarnya, jika seseorang resisten terhadap insulin, tubuh dapat, untuk beberapa derajat, meningkatkan produksi insulin dan mengatasi tingkat resistensi.

    Setelah beberapa waktu, menurunkan produksi jika dan insulin tidak bisa dilepaskan sebagai keras, hiperglikemia berkembang.

    Glukosa adalah gula sederhana yang ditemukan dalam makanan.Glukosa adalah nutrisi penting yang memberikan energi untuk berfungsinya sel-sel tubuh.

    Karbohidrat dipecah dalam usus kecil dan glukosa dalam makanan dicerna kemudian diserap oleh sel-sel usus ke dalam aliran darah, dan dibawa oleh aliran darah untuk semua sel-sel dalam tubuh di mana ia digunakan.

    Namun, glukosa tidak bisa masuk ke sel sendirian dan kebutuhan insulin untuk membantu transportasi nya ke dalam sel.

    Tanpa insulin, sel-sel menjadi haus energi glukosa meskipun kehadiran glukosa yang melimpah dalam aliran darah.

    Dalam beberapa jenis diabetes, ketidakmampuan sel untuk memanfaatkan glukosa menimbulkan situasi ironis dari "kelaparan di tengah-tengah banyak".

    Glukosa, berlimpah yang tidak digunakan adalah sia-sia diekskresikan dalam urin.

    Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh sel khusus (sel beta) dari pankreas.(Pankreas adalah organ yang mendalam dalam perut terletak di belakang perut.)

    Selain membantu glukosa masuk ke dalam sel, insulin juga penting dalam ketat mengatur kadar gula dalam darah.

    Setelah makan, naik kadar glukosa darah. Sebagai respon terhadap kadar glukosa meningkat, pankreas biasanya melepaskan lebih banyak insulin ke dalam aliran darah untuk membantu glukosa masuk ke dalam sel dan menurunkan kadar glukosa darah setelah makan.

    Ketika kadar glukosa darah diturunkan, pelepasan insulin dari pankreas adalah ditolak.Penting untuk dicatat bahwa bahkan dalam keadaan puasa ada rilis stabil insulin rendah dari berfluktuasi sedikit dan membantu untuk menjaga tingkat gula darah yang stabil selama puasa. In normal individuals,

    Pada individu normal, seperti sistem peraturan yang membantu menjaga kadar glukosa darah dalam berbagai dikontrol ketat.

    Sebagaimana diuraikan di atas, pada pasien dengan diabetes, insulin adalah baik tidak ada, relatif tidak cukup untuk kebutuhan tubuh, atau tidak digunakan dengan baik oleh tubuh.Semua faktor tersebut menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia)

    Saturday, February 26, 2011

    Cara Mediagnosis Dan Mengetahui Apakah Vaginosis Dapat Menular ?

    Apakah vaginosis bakteri menular?

    Meskipun vaginosis bakteri tidak dianggap kondisi menular, peran transmissibility bakteri di antara individu-individu tidak sepenuhnya dipahami.

    Sejak memiliki pasangan seksual multipel atau baru meningkatkan risiko wanita mengembangkan vaginosis bakteri, hal ini menunjukkan bahwa penyebaran bakteri antara individu dapat mengubah keseimbangan bakteri dalam vagina dan berpotensi menyebabkan rentan terhadap vaginosis bakteri.

    Namun, karena vaginosis bakteri juga terjadi pada wanita selibat, faktor penyebab lain juga harus memainkan peran dalam perkembangannya.

    Bagaimana bakteri vaginosis didiagnosis?

    Ketika seorang wanita melaporkan suatu cairan vagina yang tidak biasa, dokter akan menanyakan serangkaian pertanyaan rutin untuk membantu membedakan ringan dari kondisi yang lebih serius.

    masalah tambahan yang mungkin mengindikasikan adanya kondisi yang lebih serius termasuk demam , nyeri panggul, baru atau mitra seksual (terutama dengan hubungan seks tanpa kondom), dan sejarah -menular infeksi menular seksual (PMS).

    Selain pertanyaan-pertanyaan ini, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul . Selama ujian, dokter catatan penampilan dari lapisan vagina dan leher rahim.

    Dokter juga akan melakukan pemeriksaan manual pada ovarium dan uterus.

    Leher rahim diperiksa untuk kelembutan, yang mungkin mengindikasikan infeksi yang lebih serius.

    Dokter mungkin mengumpulkan sampel untuk memeriksa atau infeksi klamidia gonore.

    Meneliti keputihan di bawah mikroskop dapat membantu membedakan dari vaginosis bakteri ragi vaginitis (infeksi vagina ragi, Kandidiasis) dan trikomoniasis (sejenis infeksi yang ditularkan secara seksual).

    Sebuah tanda vaginosis bakteri di bawah mikroskop adalah sel vagina yang disebut sel petunjuk.

    Clue sel adalah sel-sel vagina ditutupi dengan bakteri dan diyakini menjadi tanda diagnostik yang paling dapat diandalkan vaginosis bakteri.

    Selain sel petunjuk, wanita dengan vaginosis bakteri memiliki lebih sedikit dari bakteri vagina normal, disebut laktobasilus.

    Sebuah pH vagina lebih dari 4,5 juga sugestif dari vaginosis bakteri. Budaya bakteri umumnya tidak berguna dalam membantu menegakkan diagnosis vaginosis bakteri.

    Akhirnya, dokter mungkin melakukan "uji bau" dengan kalium hidroksida (KOH) cair.

    Ketika setetes cairan pengujian KOH digunakan dalam kontak "uji bau" setetes debit dari seorang wanita dengan vaginosis bakteri, bau amis tertentu dapat hasil.

    Aturan Pengobatan Vaginosis Karena Bakteri Penyebab VAGINA Gatal

    Vaginosis bakteri Pengobatan

    Pengobatan untuk vaginosis bakteri terdiri dari antibiotik.Sebuah solusi beberapa antibiotik secara rutin digunakan dan meliputi:

        * metronidazole (Flagyl) oral pill form or by vaginal metronidazole gel (Metrogel), metronidazole (Flagyl) bentuk pil oral atau dengan vagina gel metronidazole (MetroGel),
        * vaginal clindamycin cream (Cleocin), or clindamycin vaginal cream (Cleocin), atau
        * tinidazole (Tindamax). tinidazole (Tindamax).

    Terulangnya vaginosis bakteri adalah mungkin bahkan setelah pengobatan berhasil.

    Lebih dari setengah dari mereka mengalami gejala diobati berulang dalam waktu 12 bulan. Tidak jelas mengapa infeksi berulang begitu banyak berkembang.

    Dengan gejala berulang, kursus kedua antibiotik umumnya diresepkan.

    Apa pengobatan untuk vaginosis bakteri?

    Pengobatan untuk vaginosis bakteri terdiri dari antibiotik. Sebuah solusi beberapa antibiotik secara rutin digunakan.

    Metronidazol (Flagyl) yang diambil oleh salah satu bentuk (pil) oral atau dengan vagina gel metronidazole (MetroGel) adalah pengobatan yang efektif.

    Juga tersedia adalah klindamisin krim vagina (Cleocin).

    The metronidazol oral dapat menyebabkan beberapa efek samping yang kecil tapi tidak menyenangkan, tetapi diyakini perawatan yang paling efektif.

    Gel biasanya tidak menimbulkan efek samping, meskipun vaginitis ragi dapat terjadi sebagai efek samping dari obat.

    Tinidazole (Tindamax) adalah antibiotik yang tampaknya memiliki efek samping yang lebih sedikit dari metronidazole dan juga efektif dalam mengobati vaginosis bakteri.

    Terulangnya vaginosis bakteri adalah mungkin bahkan setelah pengobatan berhasil. Lebih dari setengah dari mereka mengalami gejala diobati berulang dalam waktu 12 bulan.

    Tidak jelas mengapa infeksi berulang begitu banyak berkembang.  Dengan gejala berulang, kursus kedua antibiotik umumnya diresepkan.

    Apa komplikasi dari vaginosis bakteri?

    vaginosis bakteri dapat menyelesaikan sepenuhnya tanpa komplikasi setelah perawatan. Tidak khusus tindak lanjut diperlukan jika gejala hilang.

    Dalam kehamilan , vaginosis bakteri dapat menyebabkan persalinan prematur, kelahiran prematur, infeksi cairan ketuban, dan infeksi rahim setelah melahirkan.


    Namun, pengobatan tanpa gejala (bukan gejala menghasilkan) vaginosis bakteri dalam kehamilan belum terbukti mengurangi kejadian kelahiran prematur di kebanyakan studi.

    Untuk skrining, alasan dan pengobatan untuk vaginosis bakteri selama kehamilan adalah kontroversial, dan penelitian masih terus dilakukan untuk menentukan utilitas dan nilai.

    Saat ini pemeriksaan rutin semua wanita hamil tidak dianjurkan.

    Namun, skrining dan pengobatan vaginosis bakteri kadang-kadang dianjurkan untuk wanita dengan riwayat kelahiran prematur

    Friday, February 25, 2011

    Bakteri VAGINOSIS ,Apa Penyebab Dan Gejalanya Vagina Gatal?

    Apakah bakteri vaginosis?

    Bakteri vaginosis adalah kondisi vagina yang dapat menghasilkan discharge vagina dan hasil dari pertumbuhan berlebih dari bakteri normal dalam vagina.

    Di masa lalu, kondisi ini disebut Gardnerella vaginitis , setelah bakteri yang diduga menyebabkan kondisi tersebut. Namun, nama baru, vaginosis bakteri, mencerminkan fakta bahwa ada beberapa jenis bakteri yang secara alami hidup di daerah vagina dan dapat tumbuh secara berlebihan.

    Gardnerella bukanlah satu-satunya penyebab menyebabkan gejala.

    Saat ini beberapa jenis bakteri menjadi seimbang, seorang wanita dapat memiliki keputihan dengan bau busuk .

    vaginosis bakteri tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan gejala mengganggu.

    Wanita dengan debit yang tidak biasa harus dievaluasi sehingga infeksi yang lebih serius seperti klamidia dan gonore ,

    Dapat dikecualikan.Juga dapat meniru gejala yang ditemukan pada infeksi jamur pada vagina dan trikomoniasis (a -infeksi menular seksual ), dan kondisi ini juga harus dikecualikan pada wanita dengan gejala vagina.

    Bakteri vaginosis adalah kondisi umum, dan penelitian menunjukkan bahwa sekitar 29% wanita di Amerika Serikat dipengaruhi.

    Bakteri vaginosis ditemukan pada sekitar 17% dari wanita hamil dan sekitar 65% dari perempuan yang memiliki penyakit menular seksual (PMS).

    Apa saja gejala bakteri vaginosis?

    Banyak wanita (sekitar 85% dari mereka yang terkena dampak) dengan vaginosis bakteri sebenarnya tidak memiliki gejala.Ketika gejala muncul, keputihan dan bau adalah gejala dominan.

    Biasanya, tidak ada gejala lain. Jumlah cairan vagina yang dianggap normal bervariasi dari wanita dengan wanita.

    Oleh karena itu, setiap tingkat cairan vagina yang normal bagi wanita tertentu harus dievaluasi.

    Beberapa wanita mungkin mengalami bau amis yang tidak menyenangkan dengan vagina.Debit biasanya tipis dan putih keabu-abuan.

    Debit ini sering lebih terlihat setelah hubungan seksual.

    Apa yang menyebabkan bakteri vaginosis?

    Para peneliti telah mengalami kesulitan menentukan dengan tepat apa penyebab vaginosis bakteri.

    Saat ini, tampaknya adalah bahwa kombinasi dari beberapa bakteri harus hadir bersama-sama untuk masalah untuk mengembangkan.

    Bakteri vaginosis biasanya fitur pengurangan jumlah laktobasilus hidrogen peroksida yang memproduksi normal di vagina.

    Secara bersamaan, ada peningkatan konsentrasi bakteri jenis lain, terutama bakteri anaerob (bakteri yang tumbuh dalam ketiadaan oksigen).

    Akibatnya, diagnosis dan pengobatan yang tidak sesederhana mengidentifikasi dan memberantas satu jenis bakteri.

     Mengapa bakteri menggabungkan untuk menyebabkan infeksi tidak diketahui.

    Beberapa faktor telah diidentifikasi bahwa meningkatkan peluang pengembangan vaginosis bakteri.

    Ini termasuk baru seksual mitra atau beberapa, intrauterine device untuk kontrasepsi, penggunaan antibiotik baru-baru ini, bilas vagina , dan merokok .

    Namun, peran aktivitas seksual dalam pengembangan kondisi tidak sepenuhnya dipahami, dan vaginosis bakteri masih bisa berkembang pada wanita yang belum melakukan hubungan seksual

    Mengetahui Secara Lengkap Gejala, Penyebab dan Obat VAGINA Gatal

    Vagina Gatal Gejala
    Istilah yang berhubungan dengan vagina Gatal:

        * Genital Gatal (Female)
        * Gatal, alat kelamin (Perempuan)
        * Gatal, Vagina
        * Vagina Pruritus
        * Infeksi Ragi Vagina
        * Vaginitis
        * Gatal vulva
        * Vulvovaginitis
        * Infeksi Ragi

    Meskipun gatal vagina adalah ciri khas infeksi jamur dan infeksi vagina lainnya (termasuk penyakit menular seksual, PMS), gatal-gatal di vagina dan vulva daerah memiliki banyak penyebab.

    Gatal vagina juga dapat timbul karena iritasi kimia yang dapat ditemukan dalam deterjen atau sabun, dan krim douche vagina, kertas toilet, produk mandi, produk-produk kesehatan feminin, dan produk kontrasepsi vagina.

    Perempuan dalam transisi menopause mungkin mengalami gatal-gatal vagina akibat fluktuasi estrogen tingkat.

    Seperti penurunan tingkat estrogen perimenopause, dinding vagina menjadi tipis dan kering, dan gatal-gatal bisa terjadi.

    Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara psikologis stres dan infeksi jamur vagina.Hal ini mungkin disebabkan oleh kenyataan bahwa stres diketahui memiliki efek negatif terhadap sistem kekebalan tubuh dan mungkin dapat meningkatkan kemungkinan mendapatkan infeksi jamur.

    REFERENSI:

    Penyebab Vagina Gatal

        * Vaginosis bakteri
        * Chlamydia Dalam Perempuan
        * Genital Herpes Pada Perempuan
        * Genital Warts (HPV)
        * Gonore Pada Wanita
        * Gatal
        * Mati haid
        * Penyakit Menular Seksual di Wanita (PMS)
        * Vaginitis
        Infeksi Ragi

    Penyebab lainnya Vagina Gatal

        * Kimia iritasi
        * Perimenopause
        * Infeksi cacing kremi
        * Psoriasis atau kondisi kulit lainnya
        *Trichomonas vaginalis infeksi

    Contoh Obat untuk Vagina Gatal

        * clotrimazole, Lotrimin, Mycelex Klotrimazol, Lotrimin, Mycelex
        * Flukonazol, Diflucan
        *Vandazole metronidazol gel, MetroGel, Metrocream, Metrolotion, MetroGel Vagina, Vandazole
        * Lotrimin miconazole, Monistat; Femizol, Vagistat, M-Zole; Micatin; Lotrimin
        * nystatin tablet - oral, Mycostatin tablet nistatin - oral, Mycostatin
        * Terconazole, Terazol, Zazole

    Wednesday, February 23, 2011

    Manfaat dan Khasiat Kopi Manis Bagi Mekanisme Kerja Otak

    KOPI adalah sejenis minuman, biasanya dihidangkan panas, dan dipersiapkan dari biji dari tanaman kopi yang dipanggang. Saat ini kopi merupakan komoditas nomor dua yang paling banyak diperdagangkan setelah minyak bumi. Total 6,7 juta ton kopi diproduksi dalam kurun waktu 1998-2000 saja. Diperkirakan pada tahun 2010, produksi kopi dunia akan mencapai 7 juta ton per tahun (dari FAO). Kopi merupakan sumber utama kafein.

    Sebagian orang mungkin tidak suka atau bahkan antipati dengan kopi, bahkan dengan terang-terangan menyebutkan serentetan bahaya-bahaya dari kopi (kafein yang terkandung di dalamnya). Sama halnya dengan ibu saya yang selalu berpesan, “Mbok ngombe kopi-ne dikurangi, gak apik nggo awak” (minum kopinya dikurangi, ndak bagus buat badan, red). Dilain waktu justru selalu menawarkan kepada saya, “Wan, digawekno kopi tah?” (Wan, dibuatin kopi ya. red) Tapi di bulan baik ini (ramadhan) mari kita coba cari nilai atau pelajari bareng yang baik dan hal-hal yang bermanfaat dari kopi. Bulan baik, sebar berita baik. Bukan begitu..?!


    Pengalaman saya pribadi, setiap pagi (di luar puasa tentunya) ketika bangun selalu rajin minum air putih cukup 1 (satu) gelas. Dan pastinya disusul dengan 1 (satu) cangkir Kopi (instan) ditambah dengan 2 (sendok teh madu tawon). Hasilnya apa? Paling tidak setengah jam sesuda minum kopi langsung ada hasrat ‘alami’, BAB (maaf) alias boker, pub atau be’ol. Ini tips jika anda susah atau kurang lancar BAB di pagi hari. Sudah pernah dipraktekan oleh teman saya dan cukup berhasil. Monggo bisa Anda praktekan sendiri. Tapi jika Anda merasa berdebar jika minum kopi, ya ‘insap’ aja loh. Ndak usah bikin resiko sendiri untuk memberanikan minum kopi. Kesehatan Anda yang lebih utama… Betull..!?!

    Kopi | Awali hari dengan KopiSemua kembali dari kadar yang kita konsumsi, dengan kata lain jangan berlebihan. Allah sendiri tidak menyukai orang yang berlebihan. Jadi tidak hanya kopi, makan nasi pun juga menimbulkan efek samping jika berlebihan dalam mengkonsumsinya. Menjadi ngantuk dan akhirnya mengganggu produktifitas kerja kita. “Berhentilah makan sebelum kenyang“, itu pesan Rosululloh SAW.

    Minum kopi selagi masih panas terasa nikmat dilidah kita. Beberapa orang memang berbeda selera dalam menikmati sajian minum  kopi. Ada yang minum dalam kondisi rasa pahit, ataupun ada juga yang suka minum dikondisi rasa manis. Tergantung dari setiap individu. Namun ditilik dari perbedaanya pasti ada.
    aghifaris.blogspot.com  

    • Bila kopi diminum dalam kondisi rasa pahit : Minum kopi pahit dalam hal ini akan membawa pengaruh pada kinerja kita yang lebih dinamis, karena efek dari kafein yang terkandung dalam kopi akan banyak memberikan pengaruh pada tubuh kita. Sehingga badan akan terasa lebih fit, energik dan senatiasa bersemangat. Dari hal inilah  sehingga Kafein banyak digunakan oleh pabrikan dalam membuat minuman berenergi.
    • Bila diminum dalam kondisi rasa manis : Ternyata efek yang ditimbulkan ketika minum kopi  manis adalah berpengaruh langsung dalam mekanisme kerja otak kita.Telusur punya telusur ternyata hal ini akibat sinergi dari kafein dan glucosa.

    Untuk lebih jelasnya dapat dibaca saduran artikel dibawah ini


    Berikut hal-hal baik dan menarik dari kopi :

    1. Kafein yang terkandung didalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin. Selain pada kopi, kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh, cola, coklat, minuman berenergi (energy drink), cokelat, maupun obat-obatan.
    2. Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. Cobalah mengkonsumsi kopi atau teh 15 menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan, karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak.
    3. Kafein mencegah gigi berlubang. Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat atau teh hangat sesaat setelah Anda mengkonsumsi cookies, cake coklat yang lezat, permen rasa buah atau sepotong roti manis. Joe Vinson, Ph.D., dari University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang terdapat dalam minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi berlubang.
    4. Kafein mengurangi derita sakit kepala. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. Menurut Seimur Diamond, M.D., dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. Penderita migrain dalam kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir black tea. Jadi, sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman berkafein.
    5. Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru.
    6. Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah, bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama, di perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama.
    7. Kafein bisa meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar dan energik.
    8. Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis).
    9. Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga, rangsangan, mood dan konsentrasi. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein.
    10. Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA.
    11. Kafein juga melindungi jantung dan kanker.
    12. Untuk mengurangi risiko pengidapan diabetes mulailah meminum kopi. Seseorang yang minum kopi lebih dari enam cangkir sehari berisiko rendah terserang diabetes dibanding dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali. Demikian simpulan sebuah riset skala besar yang dilakukan pada 80 ribu orang selama 18 tahun di AS.
    13. Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur. Sebuah riset menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang tidak minum kopi tiga kali lebih banyak daripada pria penikmat kopi.
    14. Minum kopi membuat sperma “berenang” lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan pria. Hal ini diumumkan para ilmuwan Brasil dalam pertemuan “American Society for Reproductive Medicine” di San Antonio, dimana pembicaraan utama berkisar pada efek obat-obatan terhadap kesuburan Kaum Adam.

    biji kopi yang sudah dimasak

    Seseorang tidak akan menjadi lebih cerdas setelah minum kopi manis, namun aktivitas otak pada tingkat kecerdasan tersebut akan menurun. Artinya kombinasi kopi dan gula bisa membuat kerja otak lebih efektif.

    Tanpa ditambah gula, kopi diketahui bisa membuat otak dan stamina lebih terjaga karena mengandung kafein. Senyawa ini merupakan stimulan atau pembangkit stamina, sehingga dipakai juga sebagai campuran dalam minuman berenergi.

    Penelitian terbaru yang dilakukan di Universitat de Barcelona (UB) mengungkap, kafein punya efek lain ketika dikombinasikan dengan glukosa atau gula. Kombinasi yang menghasilkan kopi manis ini mampu membuat kerja otak lebih efisien.

    Dalam pemindaian CT Scan, aktivitas otak pada para peminum kopi manis tampak menurun di bagian yang mengatur kemampuan kognitif. Meski aktivitasnya menurun, performa atau kinerja otak teramati stabil dalam hasil tes kognitif yang diberikan.

    Kemampuan otak untuk menghasilkan kinerja yang sama dengan aktivitas lebih rendah menunjukkan bahwa otak bekerja dengan lebih efisien. Hal ini bisa membuat otak tidak cepat mengalami kelelahan atau bahkan kerusakan sel.

    “Kombinasi kafein dan glukosa menyebabkan kerja otak lebih efisien di bagian kognitif, terutama yang bertanggung jawab atas ingatan dan perhatian,” ungkap Josep M Serra Grabulosa dari UB seperti dikutip dari Sciencedaily, Kamis (25/11/2010).

    Penelitian yang dilakukan Jean dan rekan-rekannya melibatkan 40 relawan sehat yang dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing diberi minuman yang berbeda yakni kopi pahit, sirup gula, kopi manis dan air putih.

    Hasil penelitian tersebut dimuat dalam jurnal Human Psychopharmacology: Clinical and Experimental.
     

    blogger templates | Blogger