tattoos
Showing posts with label resep herbal. Show all posts
Showing posts with label resep herbal. Show all posts

Saturday, March 12, 2011

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal Daun DEWA Berserta Penyakitnya


Daun Dewa = Gynura procumbens Merr.

Nama daerah: Beluntas cina

Deskripsi tanaman: Tanaman semak semusim, tinggi 10-25 cm, berbatang lunak, berambut halus, warna ungu kehijauan. Daun tunggal, bentuk bulat telur, berbulu lebat, permukaan atas hijau, bawah ungu. Bunga majemuk berbentuk tongkat, berbulu, kelopak hijau, mahkota berwarna kuning. Buah kecil berwarna coklat.

Bagian tanaman yang digunakan :   Seluruh tanaman dengan rincian – DAUN berguna untuk luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan (batuk darah, muntah darah, mimisan), pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, haid tidak teratur dan digigit binatang berbisa. UMBI – untuk menghilangkan pembekuan darah, pembengkakan tulang patah, pendarahan nifas.

Cara budidaya :   Perbanyak tanaman dengan menggunakan stek batang atau stump. Stek dari batang yang keras 5-10 cm. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dengan cara penyiraman cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan dasar.

Kandungan kimia: Saponin; Flavonoid

Efek Farmakologis : Tumbuhan ini bersifat anti coagulant (mencairkan bekuan darah), stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan, menghilangkan panas, membersihkan racun. Dalam farmakologi cina disebutkan tumbuhan ini memiliki rasa khas dan sifat netral.

Khasiat: Antipiretik; Anti inflamasi

Nama simplesia: Gynurae Folium
Sumantera : Beluntas cina
Jawa : Tigel kio
Cina : Samsit.

Kandungan : Flavonoid, saponin, minyak atsiri, alkaloid dan tanin.

Resep tradisional:

Kanker:
Daun dewa segar 4 g; Akar daruju 7 g; Herba benalu 3 g; air 120 ml, Ditumbuk; ditambah air mendidih; disaring, Diminum 1 hari sekali 100 ml; selama 30 hari.

Tekanan darah tinggi:
Daun dewa segar 3-7 helai; buah mengkudu muda 1 buah; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1-2 kali sehari 100 ml; selama 1 bulan.

Kencing manis:
Daun dewa 5 helai; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Pembersih luka:
Daun dewa secukupnya; Air secukupnya, Daun dewa ditumbuk halus lalu dimasukkan ke dalam air, Luka yang kotor dimasukkan ke dalam air yang dicampur daun dewa

Khasiat :

    * Menurunkan kadar kolesterol darah.
    * Minyak atsiri : merangsang sirkulasi darah, analgesik & antiinflamasi.
    * Membersihkan racun & menghilangkan panas.
    * Antikoagulantia, mencairkan bekuan darah, menghentikan perdarahan.
    * Anti radang, penyejuk darah, pembersih darah.
    * Menghambat pertumbuhan kanker.
    * Juga menurunkan kadar glukosa darah.

Indikasi :
Daun dapat dipakai untuk :

    * Bengkak karena terbentur / memar.
    * TB paru, bronkitis, batuk rejan.
    * Batu ginjal
    * Radang mata, sakit gigi
    * Radang tenggorokan
    * Rematik sendi
    * Perdarahan kandungan
    * Payudara bengkak.
    * Diabetes melitus
    * Hipertensi
    * Tidak datang haid
    * Ganglion, kista , tumor.
    * Digigit binatang berbisa.

Umbi berkhasiat untuk :

    * Benjolan karena gumpalan darah / hematom
    * Bengkak karena memar
    * Tulang patah.
    * Perdarahan sehabis melahirkan.

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal Daun DUDUK Berserta Penyakitnya


Daun Duduk   
Tanaman yang satu ini juga sangat bermanfaat bagi kesehatan, yaitu tanaman yang disebut daun Duduk.

Daun Duduk (Desmodium triquetrum [L.] D.C.)Tumbuhan ini merupakan suku Papilionaceae (leguminose). Di daerah Sunda, tumbuhan ini kerap disebut genteng cangkeng, ki concorong, atau cen-cen. Sementara di Jawa, kerap disebut daun duduk, gerji, gulu walang, sosor bebek, cocor bebek (jawa). Dalam bahsa asing Three-flowered desmodium (I)

Uraian Tumbuhan
Daun duduk dapat ditemukan mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 1.500 m dpl. Tumbuh liar ditempat terbuka dengan cahaya matahari yang cukup atau sedikit naungan, serta tidak begitu kering. Perdu menahun, tumbuh tegak atau menanjak, tinggi 0,5 m hingga 3 m dengan kaki berkayu. Batang bulat, beruas, permukaan kasar, percabangan simpodial, diameter sekitar 2 cm, berwarna cokelat.

Daun tunggal, berseling, berdaun penumpu, serta tangkai daun bersayap lebar. Helaian daun lanset, ujung meruncing, pangkal rata, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 10 cm hingga 20 cm, lebar 1,5 cm hingga 2 cm, saat muda berwarna cokelat, setelah tua berwarna hijau.

Bunga majemuk, malai, keluar dari ujung batang, mahkota berbentuk kupu-kupu, warnanya putih keunguan, berambut halus, dan pangkal berlekatan. Buah polong, panjang 2,5 cm hingga 3,5 cm, lebar 4 mm hingga 6 mm, berambut, berisi 4 biji hingga 8 biji, masih muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna cokelat. Bijinya kecil, berbentuk ginjal, berwarna cokelat muda, dan sistem perbanyakan dengan biji.

Sifat dan Khasiat
Herba ini rasanya sedikit pahit, sejuk. Berkhasiat sebagai pereda demam (antiperik), anti radang (anti-inflamasi), pembunuh parasit (parasitisid), meningkatkan napsu makan (stomakik), dan peluruh kencing (diuretik).

DARI KETERANGAN DIATAS DAPAT SAYA RANGKUAM SEBAGAI BERIKUT:

DAUN DUDUK

Nama latin: Desmodium triquitrum

Nama daerah: Genteng cangkeng; Ki congcorang; Cencer; Potong kujang; Gerji; Gulu walang

Deskripsi tanaman:
Tanaman perdu, tinggi lebih kurang 3 meter. Batang berkayu, bulat beruas, permukaan kasar, diameter lebih kurang 2 cm berwarna cokelat. Daun tunggal, berseling, berbentuk lanset, panjang 10-20 cm, lebar 1-2 cm, bertulang menyirip, daun muda berwarna cokelat setelah tua berwarna hijau. Bunga majemuk berbentuk mulai tumbuh di ujung batang, mahkota putih keunguan berbentuk kupu-kupu. Buah polong, masing-masing 4-8 biji, buah muda berwarna hijau, setelah tua berwarna cokelat

Habitat: Tumbuh ditempat terbuka dengan cahaya matahari cukup, sedikit naungan serta tidak begitu kering pada dataran rendah sampai 1500 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Alkoloid hepaforina; Trigonelina; Tanin
Khasiat: Anti inflamasi; Antipiretik; Diuretik; Stomakik; Paratisid

Nama simplesia: Desmodii triquetri Folium
Kandungan Kimia

Daun tumbuhan ini mengandung tanin, alkaloida hipaforin, trigonelin, bahan penyamak, asam silikat, dan K2O. Buahnya mengandung saponin, dan flafonoida, sedangkan akar mengandung saponin, flavonida dan tanin.

Bagian yang digunakan
Seluruh bagian kecuali akar (herba) dapat digunakan. Pemakaian dapat dalam bentuk segar atau yang telah dikeringkan.

Indikasi
Herba ini berkhasiat untuk mencegah pingsan karena udara panas (heat stroke), demam salesma, radang amandel (tonsilitis), gondongan (parotitis), lelehan nanah (piorea), radang ginjal akut (akut nephritis), sembab (edema), radang susu (enteritis), disentri, infeksi cacing tambang (hookworn), infeksi cacing pita di hati, keputihan akibat trichomonas (trichomonal vaginitis), muntah-muntah pada kehamilan, kurang gizi pada anak ? anak, sakit kuning (ikterik hepatitis), keracunan buah nanas, TBC tulang dan kelenjar limfa, multipel abses, skleroderma, wasir serta rematik.

Cara Pemakaian
Siapkan herba daun duduk sebanyak 15 genggam hingga 60 genggam, lalu direbus dan diminum. Pemakaian luar berupa herba daun duduk yang digiling halus, digunakan untuk mengompres wasir, abses, sakit pinggang, dan pegal-pegal pada kaki.

Resep tradisional:

  • Batu Ginjal:Daun duduk segar 6 g; Daun keji beling segar 3 g; Herba kumis kucing segar 6 g; Air 115 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
  • Radang amandel:Daun duduk segar 7 helai; Daun sirih segar 2 helai; Herba pegagan segar 1 genggam; Rimpang kunci pepet 5 rimpang; Air 1 gelas, Dipipis, Untuk berkumur 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali 1/2 gelas.
  • Wasir:.Ambil 20 genggam daun segar, dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sakaligus. Lakukan tiap hari.atau dengan resep:Daun duduk segar 6 g; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
  • Radang Ginjal akut, edema: Ambil herba daun duduk sebanyak 60 genggam, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum sekaligus pada pagi hari.
  • Muntah pada kehamilan.:Ambil herba daun duduk sebanyak 30 genggam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang, dan sore, masing-masing 1/3 gelas.
  • Disentri.Ambil herba daun duduk segar sebanyak 30 genggam, dicuci lalu digiling halus. Seduh dengan ? air panas, biarkan selama 15 menit. Tambahkan garam seujung sendok teh sambil diaduk. Peras dan saring. Hangat-hangat diminum sekaligus.

Bila herbal ini ditambahkan pada ikan asin dan daging, dapat melindung makanan tersebut dari serbuan lalat dan belatung. Ternyata lumayan banyak ya khasiat dari daun ini

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal Daun ENCOK Berserta Penyakitnya


DAUN ENCOK

Nama latin: Plumbago zeylanica L.
Nama daerah: Ki encok; Poksor; Bawa; Kareka

Deskripsi tanaman: Tumbuhan semak berbatang lunak, dan tumbuh berumpun. Bentuk daun bulat telur, bunga berwarna putih dalam tandan. Buah memanjang kecil dengan bulu kasar yang berperekat, berwarna hijau waktu muda.

Nama Lokal Ki urat, ceuli, c. uncal (Sunda), meloh kiloh, otot-ototan,; Sangkabuah, sangkabuah, sangkuah, sembung otot,; suri pandak (Jawa). daun urat. daun urat-urat, daun sendok,; Ekor angin, kuping menjangan (Sumatera). ; Torongoat (Minahasa). ; Che qian cao (China), ma de, xa tien (Vietnam),; Weegbree (Belanda), plantain, greater plantain, ; Broadleaf plantain, rat's tail plantain, waybread,; White man's foot (Inggris).;
Deskripsi Daun sendok merupakan gulma di perkebunan teh dan karet, atau tumbuh liar di hutan, ladang, dan halaman berumput yang agak lembap,kadang ditanam dalam pot sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan ini berasal dari daratan Asia dan Eropa, dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 3.300 m dpl. Tumbuhan obat ini tersebar luas di dunia dan telah dikenal sejak dahulu kala serta merupakan salah satu dari 9 turnbuhan obat yang dianggap sakral di Anglo Saxon. Terna menahun, tumbuh tegak, tinggi 15 - 20 cm. 
Daun tunggal, bertangkai panjang, tersusun dalam roset akar. Bentuk daun bundar telur sampai lanset melebar, tepi rata atau bergerigi kasar tidak teratur, permukaan licin atau sedikit berambut, pertulangan melengkung, panjang 5 - 10 cm, lebar 4 - 9 cm, warnanya hijau. Perbungaan majemuk tersusun dalam bulir yang panjangnya sekitar 30 cm, kecil-kecil, warna putih. Buah lonjong atau bulat telur, berisi 2 - 4 biji berwarna hitam dan keriput. Daun muda bisa dimasak sebagai sayuran Perbanyakan dengan biji.
Untuk Penyakit Infeksi saluran kencing, kencing berlemak, kencing berdarah,; Bengkak karena penyakit ginjal (nefrotik edema), batu empedu,; Batu ginjal, radang prostat (prostatitis), kencing sedikit, demam, ; Influenza, batuk rejan (pertusis), radang saluran napas (Bronkhitis) ; diare, disentri, nyeri lambung, radang mata merah (konjungtivitis),; Kencing manis (diabetes melitus), cacingan, gigitan serangga,; Hepatitis akut disertai kuning (hepatitis ikterik akut), mimisan,; Gangguan pencernaan pada anak (dispepsia), cacingan,; Perangsang birahi (afrodisiak), beser mani (spermatorea),; Kencing sakit (disuria), sukar kencing, penglihatan kabur,; Batuk darah, keputihan (leukore), nyeri otot, mata merah,; Batuk berdahak, beri-beri, darah tinggi (hipertensi), rematik gout,; Sakit kuning (jaundice).;

Pemanfaatan BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Herba, biji, akar. Biji dikumpulkan setelah masak lalu digongseng atau digongseng dengan air asin.

Habitat: Tumbuh liar di tepi-tepi sungai dan di pagar-pagar rumah di pegunungan.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun ; Akar

Kandungan kimia: Plumbagin; Zat samak

Khasiat: Analgesik; Antibengkak; Antimikroba

Nama simplesia: Plumbaginis Folium

Resep tradisional: DAUN ENCOK

INDIKASI:
Herba berkhasiat mengatasi:
- gangguan pada saluran kencing seperti infeksi saluran kencing,
  kencing berlemak, kencing berdarah, bengkak karena penyakit ginjal
  (nefrotik edema), kencing sedikit karena panas dalam,
- batu empedu, batu ginjal,
- radang prostat (prostatitis),
- influenza, demam, batuk rejan (pertusis), radang saluran napas
  (bronkitis),
- diare, disentri, nyeri lambung,
- radang mata merah (konjungtivitis), menerangkan penglihatan yang
  kabur,
- kencing manis (DM),
- hepatitis akut disertai kuning (hepatitis ikterik akut),
- cacingan, gigitan serangga, dan
- perdarahan seperti mimisan, batuk darah.

Akar berkhasiat untuk mengatasi:
- keputihan (leukore) dan
- nyeri otot.

Biji berkhasiat untuk mengatasi:
  • - gangguan pencernaan pada anak (dispepsia),
  • - perangsang birahi (afrodisiak), beser mani (spermatorea),
  • - kencing sakit (disuria), sukar kencing, rasa penuh di perut bagian  bawah,
  • - diare, disentri,
  • - cacingan,
  • - penglihatan kabur,
  • - mata merah, bengkak dan terasa sakit akibat panas pada organ hati,
  • - batuk disertai banyak dahak,
  • - beri-beri, darah tinggi (hipertensi),
  • - sakit kuning (jaundice), dan
  • - rematik gout.
Sakit pegal linu:
Daun Encok 5 lembar; Daun seligi 1 genggam; Tikel balung 3 ruas; Daun kecubung 3 lembar, Semua bahan ditumbuk halus lalu direndam dalam alkohol 70 persen minyak gondopuro dan minyak serai (dengan perbandingan 3:2:1)atau alkohol 150 cc; gondopuro 110 cc; minyak serai 50 cc, Direndam lalu dioleskan pada tempat yang sakit

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal Daun JINTEN Berserta Penyakitnya

Daun jinten termasuk jenis tanaman herbal yang sangat banyak manfaatnya yang dapat menyambuhkan sakit kepala dan batuk..
Bagian tanaman yang bisa di manfaatkan adalah seluruhnya dapat di manfaatkan.Tumbuh baik di dataran rendah.Daun jiten disebut Coleus amboinicus Lour atau coleus aromaticus Benth. Temasuk dalam famili tumbuhan Labiatae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bangun- bangun, daun hati-hati, tramun, acerang, mahja nereng dan iwak 
Nama latin: Coleus amboinicus Lour.

DAUN JINTEN
Nama daerah: Sukan; Ajeran; Daun kucing; Daun kambing

Deskripsi tanaman: Tanaman semak, menjalar. Batang berkayu, lunak, beruas-ruas. Ruas yang menempel di tanah akan tumbuh akar, batang muda berwarna hijau pucat. Daun tunggal, mudah patah, bentuk bulat telur, tebal, tepi beringgit, berambut, panjang 6-7 cm, lebar 5-6 cm, bertulang menyirip, warna hijau muda. Bunga majemuk, berbentuk tandan, mahkota bentuk mangkok warna ungu.

Habitat: Tumbuh baik pada dataran rendah sampai 1100 m dpl, dibudidayakan sebagai tanaman hias.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tanaman

KANDUNGAN KIMIAWI :
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui , a I : Daun : Kalium, minyak atsiri 2% yang mengandung karvakrol, isoprofil-o-kresol dan fenol.
Kandungan kimia: Minyak atsiri; Fenol; Kalium

EFEK FARMAKOLOGI :
Aprodisak, penyegar Laktagoga (penambah asi ), Analgesik (menghilangkan rasa sakit ) Anti – piretik ( penurun panas / demam) , SariawanBatuk asma.
Khasiat: Ekspektoran; Antiseptik; Karminatif

Nama simplesia: Plectranthi amboinici Herba
Resep tradisional:

KHASIAT :
1. Demam.
    Daun segar 7 lembar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang , tumbuk sampai
    seperti bubur lalu diperas & disaring. Airnya diminum dan ampasnya dipakai untuk
    menggosok badan.
2. Asma dan Batuk.
    Daun 10 lembar cuci bersih dan bilas dengan air matang, tumbuk sampai seperti bubur
    lalu peras dan disaring . Air perasan nya ditambah minyak wijen, minum.
3. Sakit kepala.
    Daun segar dicuci bersih lalu dimemarkan , tempelkan di kepala dan pelipis.
4. Rematik.
    Daun segar 10 lembar digiling halus, tambahkan air kapur sirih secukupnya, diremas
    sampai merata. Bubur daun tersebut digunakan untuk melumas dan menggosok bagian
    yang sakit.
5. Ayan.
    Daun jiten 30 lembar, ngokilo 10 lembar, lenglengan 25 lembar, sambiloto 40 lembar,
    meniran  8 sirip, gula aren 3 jari. Cuci dan potong potong seperlunya lalu direbus
    dengan4 gelas air bersih sampai tersisa 3 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.
    Sehari 3x  ¾  gelas.
6. Perut kembung :
    Daun 5 lembar , cuci tumbuk halus, seduh dengan ¾  cangkir air panas. Saring,
    minum.
7. Memperbayak asi.
    Daun jiten dimasak dengan sop ayam. Makan seluruhnya.
8. Aphrodisiak.
    Seluruh tanaman direbus bersama bahan lain.
Untuk batuk dan sakit  kepala  dapat juga dengan resep dibawah ini:

Batuk:
Daun jinten segar 7 helai; Air 100 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml; diulang selama 14 hari
Sariawan perut:
Daun jintan segar 1 g; Daun saga segar 3 g; Herba pegagan segar 3 g; Daun Sirih segar 3 helai; Kulit kayu turi 4 g; Air 110 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml (infus); apabila dibuat pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 7 hari.
Sakit kepala:
Daun jinten segar 2 helai; Daun legundi segar 2 helai; Rimpang jahe merah 1 rimpang; Rimpang bangle secukupnya; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan ke pelipis dan di belakang telinga; bila ada; dapat ditambahkan minyak kelonyo.

Thursday, March 10, 2011

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal Daun Kaki Kuda (Pegagan) Berserta Penyakitnya

DAUN KAKI KUDA / Pegagan

Nama latin: Centella asiatica Urb

Nama daerah: Pegagan; Gagain; Pegaga; Penggaga; Ganggagan; Bagigan; Kerok; Calingan.Pegaga (Aceh), daun kaki kuda (Melayu), ampagaga (batak), antanan (sunda), gagan-gagan, rendeng (jawa), taidah (bali) sandanan (irian) broken copper coin, buabok (Inggris), paardevoet (Belanda), gotu kola (India), ji xue cao

Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, serta pematang sawah. Tanaman ini berasal dari daerah Asia tropik, tersebar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat Cina, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan antanan.

Sejak zaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk obat kulit, gangguan saraf dan memperbaiki peredaran darah. Masyarakat Jawa Barat mengenal tanaman ini sebagai salah satu tanaman untuk lalapan.

Deskripsi tanaman: Tanaman penutup tanah, termasuk tumbuhan herba dengan batang horizontal, setiap ruas keluar akar dan menjalar ditanah. Daun berbentuk ginjal, bergerigi, dan pada pangkal berbentuk pelepah. Bentuk bunga panjang berkelopak 2-3, berhadapan dengan daun. Perbanyakan dengan tunas akar.

Habitat: Tumbuh liar ditanah yang agak lembab di daerah dengan ketinggian 1-2500 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan:  Seluruh bagian tumbuhan

Kandungan kimia: Glikosida asitikosida; Velarin; Alkolisulfat; Damar; Tanin.

Khasiat: Antipiretik; Diaforetik; Diuretik; Infeksi

Nama simplesia: Centellae Herba

Pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai hingga dijadikan pennutup tanah. Jenis pegagan yang banyak dijumpai adalah pegagan merah dan pegagan hijau. Pegagan merah dikenal juga dengan antanan kebun atau antanan batu karena banyak ditemukan di daerah bebatuan, kering dan terbuka. Pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon (geragih) dan tidak mempunyai batang, tetapi mempunyai rhizoma (rimpang pendek). Sedangkan pegagan hijau sering banyak dijumpau di daerah pesawahan dan disela-sela rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembab dan terbuka atau agak ternaungi. Selain itu, tanaman yang mirip pegagan atau antanan ada empat jenis yaitu antanan kembang, antanan beurit, antanan gunung dan antanan air.
Kandungan

Pegagan yang simplisianya dikenal dengan sebutan Centella Herba memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.

Sifat dan Manfaat

Pegagan berasa manis, bersifat mendinginkan, memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika), menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, insektisida, antialergi dan stimulan. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid)

Pengolahan

Kebanyakan pegagan dikonsumsi segar untuk lalapan, tetapi ada yang dikeringkan untuk dijadikan teh, diambil ekstraknya untuk dibuat kapsul atau diolah menjadi krem, salep, obat jerawat, maupun body lotion

Resep tradisional:


Sakit maag dan Perut kembung:
Pegagan 5 g; Pupus pepaya 1 g; Adas 7 g; Jinten 3 g; Kencur (diparut)5 g; Sembung legi 5 g; Daun pooh 6 g; Pulosari 5 g; Ketumbar 2 g; Falerian 10 g; Air 500 ml, Semua bahan direbus, Diminum untuk 1 hari.
Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki; mencegah varises dan salah urat; meningkatkan daya ingat, mental dan stamina tubuh; serta menurunkan gejala stres dan depresi. pegagan pada penelitian di rsu dr.soetomo surabaya dapat dipakai untuk menurunkan tekanan darah,Penurunan tidak drastis, jadi cocok untuk penderita usia lanjut.



Demam dan Menambah nafsu makan:
Herba pegagan 5 g; Air secukupnya, Diseduh, Diminum sebagai pengganti air teh.

Asma dan Batuk:
Herba pegagan segar 2 genggam; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; selama 14 hari.

Sariawan usus dan Disentri:
Herba pegagan segar 2 genggam; Rimpang kunyit segar 1 jari; Rasuk angin (serbuk)1 sendok teh; Ketumbar 9 butir; Air 110 ml, Ditumbuk; Tambahkan air; Disaring; Dididihkan, Diminum 1 kali sehari 100 ml; selama 7 hari.

Wasir:
Herba pegagan segar 2 genggam; Daun wungu 7 helai; air 110 ml, Ditumbuk; tambahkan air; disaring dan dididihkan, Diminum 1 kali sehari 100 ml; selama 30 hari.

Wednesday, March 9, 2011

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal Daun Salam Berserta Penyakitnya


Daun salam adalah jenis rempah daun yang biasa digunakan untuk berbagai masakan. Dibalik itu, daun salam juga memiliki khasiat obat yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pohon salam (Syzygium polyanthum) yang biasa tumbuh liar di hutan dan di pegunungan bisa mencapai ketinggian 25 meter dan lebar pohon 1,3 meter itu berkhasiat mengobati diare, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, kencing manis, dan maag. Sementara, buahnya yang berbentuk bulat kecil bisa digunakan untuk mengobati mabuk akibat alkohol.

Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan tersebut adalah minyak atsiri, tannin, dan flavonoida. Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, akar, dan buah

DAUN SALAM

(Syzygium polyathum (weight.) Walp. )

Famili :   Myrtaceae

Daerah :  meselangan, ubar serai, gowok, manting atau kastolam.

Asing : 

Sifat Kimiawi :  Minyak Atsiri (0.05%) yang mengandung sitral, eugenol, Tanin dan flavonida.

Efek Farmakologis :  Daun – rasa kelat dan wangi, Astringent, memperbaiki sirkulasi.

Bagian tanaman yang digunakan :  Daun, kulit batang, buah dan akar.
Uraian tanaman :
Pohon salam tumbuh liar di hutan, di daerah pegunungan maupun ditanam di halaman rumah sebagai tanaman bumbu. Tumbuhan berbatang besar dan tinggi ini, tingginya bisa mencapai 25 m. Daunnya yang rimbun, berbentuk lonjong / bulat telur, berujung runcing bila diremas mengeluarkan bau harum. Bunganya putih dan harum. Buahnya keciI-kecil sebesar buni dan rasanya sedikit sepat. Ketika masih muda buahnya berwarna hijau, kemudian kalau sudah tua berwarna merah kehitaman.


Cara budidaya : Dengan biji atau stump. 

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami diare, ambil 15 lembar daun salam segar direbus dengan dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin tambahkan sedikit garam kemudian diminum.

Untuk mengatasi radang lambung, ambil 30 gram daun salam, 30 gram sambiloto kering, dan gula batu secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian airnya diminum untuk dua kali sehari. Lakukan secara teratur.

Air rebusan daun salam juga dapat mengatasi asam urat yang tinggi, 10 lembar daun salam direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. Lalu untuk mengatasi stroke, 10 lembar daun salam dan 50 gram jantung pisang dibuat masakan sesuai selera lalu dimakan.

Bagi penderita kolesterol tinggi, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun ceremai direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian airnya diminum secara teratur. Untuk melancarkan peredaran darah, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun dewa segar direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 350 cc. Lalu ramuan disaring dan diminum sebanyak dua kali sehari.

Buah salam yang masak dapat mabuk akibat alkohol. Satu genggam buah salam masak ditumbuk sampai halus, peras dan saring. Airnya dapat diminum sekaligus.

Untuk pengobatan luar seperti kudis atau gatal-gatal pada kulit ambil daun dan kulit batang atau akar salam. Cuci bersih lalu giling hingga halus, tambahkan minyak kelapa secukupnya kemudian balurkan pada bagian yang gatal

Khasiat daun salam dapat kita simpulkan sebagai berikut:
  1. Diare : Daun 15 gr dicuci, direbus dengan 1 gls air selama 15 mnt, tambah sedikit garam, saring lalu diminum sekaligus. Bisa juga kulit batang dipotong lalu diminum seperti teh.
  2. Kencing Manis : Daun 7 lbr dicuci bersih, direbus dengan 3 gls sampai menjadi 1 gls, disaring dan diminum untuk 2x.
  3. Maag : Daun 15-20 lbr, cuci dan rebus dengan 0.5 ltr air sampai mendidih, tambahkan gula merah secukupnya dan minum sebagai teh.
  4. Mabuk alkohol : Satu genggam buah salam masak dicuci bersih, ditumbuk sampai halus, peras dan saring lalu minum.
  5. Kudis, gatal : Daun atau kulit batang atau akar, dicuci bersih lalu digiling halus sampai manjadi adonan  seperti bubur, balurkan ketempat yang sakit.

Tuesday, March 8, 2011

4 Minuman Yang Aman Untuk Mengeluarkan Racun Dari Dalam Tubuh

aghifaris.blogspot.com
Detoksifikasi merupakan satu cara menghilangkan racun dari tubuh secara alami, pilihan paling aman untuk detoksifikasi bisa dengan air putih, jus buah dan sayur. Pilihan asupan ini tentunya lebih aman karena semua bahan yang digunakan berasal dari bahan alami dan tidak menimbulkan efek samping. Berikut ini beberapa cairan yang bisa digunakan untuk mendetoks tubuh dan mengeluarkan racun yang menumpuk

Penumpukan racun dalam tubuh bisa saja disebabkan oleh faktor makanan. Mengkonsumsi makanan berkolestrol tinggi, mengadung lemak jenuh dan makanan dan minuman ringan lainnya bisa jadi mengadung zat berbahaya juga bisa jadi pemicu bertumpuknya racun dalam tubuh.Detoksifikasi merupakan satu cara menghilangkan racun dari tubuh secara alami, pilihan paling aman untuk detoksifikasi bisa dengan air putih, jus buah dan sayur. Pilihan asupan ini tentunya lebih aman karena semua bahan yang digunakan berasal dari bahan alami dan tidak menimbulkan efek samping.
Berikut ini beberapa cairan yang bisa digunakan untuk mendetoks tubuh dan mengeluarkan racun yang menumpuk :

  1. Air putihAir putih merupakan salah satu cairan yang berkualitas dan bisa membersihkan system pencernaan. Air putih bekerja menghilangkan racun dan ampas makanan yang mungkin tersisa dan menumpuk dalam usus. Minumlah sedikitnya dua gelas air putih setiap pagi, setelah bangun tidur.
  2. Teh hijauTeh hijau merupakan salah satu anti oksidan alami tertinggi. Mengandung polyphenol yang membantu mengontrol pembentukan glukosa dalam darah. Polyphenol menghambat pembentukan glukosa menjadi sel-sel lemak, serta mencegahnya masuk ke pusat aliran darah.
  3. Jus jerukJeruk merupakan sumber utama vitamin C, yang dipercaya meningkatkan daya tahan tubuh. Jeruk juga kaya akan flavonoid, antioksidan penting yang melindungi sistem imun manusia dengan cara melawan kuman dan bakteri penyebab penyakit.
  4. Air kelapa hijauAir kelapa hijau dapat bermanfaat untuk membersihkan saluran pencernaan bahkan dapat melawan kuman, virus dan bakteri. Minum air kelapa hijau secara teratur pun bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan mencukupi asupan cairan dalam tubuh.Minumlah minuman-minuman diatas, 10 menit sebelum Anda menyantap sarapan untuk hasil yang lebih maksimal.

Pengobatan Alami Dengan Sengat Lebah



Di dalam racun lebah (bee venom) terdapat berbagai zat yang bermanfaat.  Racun lebah memiliki kandungan biologi yang kompleks dan sangat efektif untuk menjaga kesehatan badan , meningkatkan daya tahan tubuh juga untuk penyembuhan berbagai macam penyakit.

Kandungan racun lebah (bee venom)
Racun lebah terdiri atas beberapa unsure protein, mineral-mineral seperti magnesium, sulfur, juga zat sisa pembakaram seperti tembaga dan kalsium. Disamping itu mengandung gabungan acid hidrokolik, formic, artofosforik,kolisin, histamine,triphtopan dan phosphate. Juga mengandung minyak yang menyebabkan efek rasa sakit ketika di sengatkan. Minyak ini tidak ada bedanya dengan protein yang disuntikkan ke tubuh.
aghifaris.blogspot.com
sengat lebah


Manfaat sengat lebah

Sengat lebah sangat bermanfaat  untuk pengobatan:
1.   Reumatik, nyeri sendi dan otot
2.   Penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah
3.   Keluhan pada saraf-saraf wajah, motorik dan sensorik
4.   Penyakit-penyakit metabolic ; seperti asam urat, diabetes, kolesterol
5.   Keluhan pada system pernafasan dan pencernaan
6.   Mengatasi sakit pada penglihatan dan pendengaran
7.   Mengatasi masalah reproduksi
8.   Mengobati penyakit kanker dan tumor


Hal yang harus di perhatikan ketika terapi sengat lebah
Sengat lebah tidak dapat dilakukan pada sembarang pasien. Tergantung kondisi pasien. Kondisi pasien yang defisiensi tidak dianjurkan untuk terapi sengat lebah, akan tetapi dianjurkan untuk mejalani terapi yang lain terlebih dahulu sampai kondisi tubuhnya kuat untuk menerima racun lebah.
  1. Tempat yang akan di sengat hendaknya di bersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan air hangat
  2. Sengatan dilakukan secara bertahap pada tiap-tiap fase terapi
  3. Tahap selanjutnya dosis sengat lebah bisa ditingkatkan
  4. Sengatan dilakukan pada bagian-bagian tubuh yang berbeda-beda
  5. Setelah menghilangkan sengat lebah, titik local yang disengat hendaknya di olesi dengan minyak. Bisa minyak apa saja yang efeknya tahan lama. Tapi lebih baiknya lagi di oleskan madu.

bekas sengatan lebah
Efek setelah terapi sengat lebah
Efek yang dirasakan setelah terapi sengat lebah berbeda-beda pada tiap individu. Ada yang ketika sengatan pertama sudah merasakan efek dari sengat lebah. Ada juga yang terapi tahap ke dua atau ke tiga baru dirasakan efeknya. Setelah terapi sengat lebah tubuh kita biasanya akan merasakan gatal pada titik local (titik yang disengat lebah), bengkak (karena darah terakumulasi pada titik tersebut), demam, mual dan muntah, bahkan pingsan.


Tidak perlu khawatir jika terjadi hal-hal seperti ini, insya Allah akan segera membaik. Untuk menetralisirnya sebaiknya minum air madu. Tapi jika timbul reaksi gatal pada seluruh tubuh bisa di bantu dengan meminum air kelapa muda dan mandi dengan air dingin. Jangan takut untuk melakukan terapi sengat lebah, manfaatnya sungguh luar biasa

Disebutkan dalam Al quran surat An Nahl ayat 68-69, di dalam madu lebah terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Ayat tersebut menjabarkan pada manusia, lebah memiliki khasiat yang dapat menyembuhkan bermacam-macam penyakit.

Produk turunan yang dihasilkan lebah ada 13, di antaranya madu, propolis, royal jelly, pollen, bee venom, lilin lebah, madu sarang, roti lebah, larva lebah, dan phedra.

Pengobatan dengan menggunakan lebah biasa disebut Aphitherapy (apiterapi), yang berasal dari perpaduan bahasa Latin, aphis berarti lebah dan therapy, pengobatan.

Apiterapi didefinisikan sebagai upaya pengobatan komplementer untuk tujuan prefentif, kuratif, dan rehabilitasi menggunakan lebah dan produk turunannya.

Salah seorang terapis sengat lebah, Oman, mengatakan, penggunaan madu lebah untuk kesehatan telah diketahui sejak ribuan tahun lalu. Penggunaan sengat lebah untuk meringankan nyeri sendi dan artritis telah lama dilakukan oleh bangsa Yunani. Pelopornya adalah bapak kedokteran modern, Hippocrates.

Selain itu, Dr. Philip Tere dari Perancis pernah meneliti hubungan antara sengat lebah dan rematik. Sebelumnya, tahun 1864, Prof. Libowsky melaporkan kesembuhan pasiennya yang menderita rematik dan neuralgia setelah diterapi dengan sengatan lebah.

Pengobatan menggunakan sengat (bisa) lebah dikenal sebagai apipuntur. Apipuntur, kata Oman adalah bagian dari apiterapi. Apipuntur memanfaatkan bee venom dan metode akupuntur. Lebah untuk terapi ini jenis Apis mellifera dan Apis cerana. Apipuntur sendiri merupakan bagian dari apiterapi.

Sengat atau racun lebah sangat baik untuk menormalkan segala aktivitas pembuluh darah dan saraf.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengat lebah mengandung melitin, apamin, peptida 401 (MDC), inhibitor protease, dan norepinephrine,” kata terapis yang mendalami pengobatan sengat lebah sejak tahun 2000 itu.

Apiterapi secara umum dimanfaatkan untuk meredakan gangguan rematik, masuk angin, flu, salah urat, hingga penyakit berat, seperti darah tinggi, diabetes, dan kanker. Cara itu pun diklaim efektif untuk mengobati penyakit degeneratif, seperti stroke.

Seseorang yang mempunyai keluhan tidak semerta langsung diterapi. Oman memilki cara untuk mendeteksi penyakit yang diderita pasien. “Kalau ditekan ditempat yang menjadi sumber penyakit terasa sakit, di tempat itu dilalukan sengatan, jadi tidak sembarangan,” jelasnya.

Jumlah sengatan tergantung pada jenis penyakit. Namun, satu sengatan di titik-titik tertentu dianggap cukup sebagai perkenalan.

“Buat yang baru terapi biasanya diberi satu atau dua sengatan, kalau yang sudah biasa biasa sampi tujuh tapi tidak boleh lebih dari 10, kalau terlalu banyak bisa meriang meski daya tahan tubuh pasien kuat,” jelasnya.

Sengatan lebah yang sedang bereaksi di tubuh ditandai dengan ketidaknormalan sejenak yang sifatnya individual. Reaksi pasien berbeda-beda, apakah sebelumnya pernah disengat lebah atau tidak.

Biasanya pasien akan mengalami reaksi lokal dan sistemik. Ciri reaksi lokal adalah pembengkakan di sekitar lokasi sengatan, gejala klinisnya gatal, nyeri, dan kaku. Reaksi sistemik berupa demam, lemas, telinga berdengung, dan pusing.

Untuk menetralkan kondisi tersebut, dia menganjurkan konsumsi madu dan mengoleskan minyak gosok di bagian yang bengkak dan gatal. Karena itu, terapi sengat lebah akan lebih efektif bila dikombinasikan dengan pemberian madu, propolis, pollen, atau royal jelly

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal Daun Sendok Berserta Penyakitnya

Daun  Sendok


Nama latin: Plantago major L.

Nama daerah: Daun urat; Ekor angin; Ekor menjangan; Ki urat; Ceuli uncal; Meloh kiloh; Otot-ototan; Sembung otot; Suri pandak; Sang koba; Terongoat

Deskripsi tanaman: Tumbuhan terna tahunan, berkembang secara luar biasa dengan rimpang tegak, tinggi tanaman 60-80 cm.

Habitat: Tumbuh di tanah yang disinari matahari atau agak teduh, dipinggir-pinggir jalan berumput dan di lapangan rumput, di hutan atau tempat terbuka.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tanaman
Kandungan kimia: Lendir; Asam D-galakturonat; Pluntagon; ankobin(glikosid); Nivertin; Emulsin(enzim); Vitamin C; Alkaloida; Tanin; Minyak lemak
Khasiat: Anti inflamasi; Diuretik; Antipiretik; Ekspektoran
Nama simplesia: Plantaginis majoris herba
Nama lain :
Plantago major L.

Nama umum

Indonesia: Daun sendok, ki urat (Snd)
Inggris: common plantain, broad-leaved plantain
Melayu: Ekor anjing, ekor angin… Lihat Selengkapnya
Pilipina: Lanting
Cina: che qian cao

Klasifikasi

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Plantaginales
Famili: Plantaginaceae
Genus: Plantago
Spesies: Plantago major L.

Kerabat Dekat

Otot-ototan, Marakun

SIFAT KIMIAWI : Seluruh herba; Kandungan kimia a.l: Seluruh herba : plantagin,aucubin, ursolic acid,bethasitosterol,hentria-contane dan plantaglucide yang terdiri dari methyl d-galacturonate, D-3galactose, L-arabinose dan L-rhammose. Vitamin B1, C, A dan kalium. Rhinantin,turunan dari naphazolin sebagaiandrenergik agent, menghilangkan nyeri urat.

Biji : planterolic acid,plantasan (dengan komposisi xylose, arabinose, galacturonic acid dan rhammose), protein adenine, choline, catalpol, dan asamlemak; palmitic acid, succinic acid, stearic acid, arachidic acid, linolenicacid dan lenoleic acid.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : anti inflamasi (anti radang), peluruh airseni (diuretic), karena unsur K, peluruh dahak (mucolytic), menghentikan batuk (antitusiv), antiseptik karena glikosid aukubin, aphrodisiak memperbaiki penglihatan pada penderita kencing manis, hepatoprotektor, menormalkan aktivitas hati. Mempunyai Rasa manis dan sifat dingin.

Resep tradisional:

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

  1. Gangguan saluran air kemih. 6 ons herba segar, digodok 3 liter jadi 1,5 liter,dibagi 3 kali minum, atau herba segar ditumbuk, diperas jadi 1/2 mangkuk. Tambah madu 1 sendok, minum, tambah keji beling (Desmodiumgangeticum), direbus, airnya sebagai obat batu ginjal atau kandung kemih. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
  2. Air kemih berdarah. Minum semangkok air tumbukanherba segar sebelum makan. (Saran 3 x 2 kapsul/hari)
  3. Keputihan. Akar 10 g. dilumatkan,ditambah air cucian beras saring, minum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
  4. Disentri panas. Semangkok air tumbukan herba segar + madu 2 sendok, di tim sebentar, minum hangat. Atau Biji digiling halus, larutkan dalam anggur, sebagai tonikum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
  5. Disentribasiler. Minum 60 – 120 ml/hari godokan daun sendok, selama 10 hari. (Saran 3 x 2 kapsul/hari)
  6. Diare. Daun segar 30 gram digodok,minum sehari 2 kali. (Saran 3 x 2 kapsul per hari, minum banyak air)
  7. Gangguan pencernakan anak-anak. Biji disangrai dan dibuat bubuk untuk dimakan. Umur4-12 bulan; @ 0,5 gram; 1-2 tahun; @1gram,3-4 kali/hari. (Saran 3x 1 kapsul per hari, minum banyak air)
  8. Mimisan. Daun segar dilumatkan, seduh dengan air panas, minum setelah dingin.
  9. Batuk sesak, batuk darah. Herbasegar 60 g. + sedikit air, 15 g. madu atau 30 g. gula batu, di tim. Minum hangat-hangat. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
  10. Radang saluran napas (bronchitis). Herba segar 30 g.digodok, minum, 1-2 minggu. (Saran 3 x 2 kapsul/hari)
  11. Kencing manis, kencing batu. Daun 0,5 genggam, digodok, air 3 gelas jadi 2 1/4gelas. Disaring, minum denganmadu. Sehari 3 kali 3/4 gelas minum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
  12. Sakit kuning (Acute icteric hepatitis). Daun 60 g digodok,minum. Nafsu makan timbul dalam 5 s/d 7hari, warna kuning (jaundice) menghilang dalam 14 hari. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
  13. Luka berdarah, gigitan serangga, gigitan ular. Lukadikompres dengan air perasan daun sendok.
  14. Bisul. Turapkan segenggam daun yang dilumatkan dan diremas dengan sirih.
  15. Obat kuat laki-laki. 3 sendok teh biji daun sendok digiling, + 3 sendok madu, minum. (Saran3 x 2 kaps/hr)
  16. Radang selaput mata. Tanaman segar direbus 15 menit, airnya diteteskan pada radang selaput mata.
  17. Nyeri urat/otot. Daun lima lembar dilumatkan, gosokkan. Atau akarnya dimasak dengan minyak kelapa dihasilkan minyak untuk mengobati salah urat.
  18. Kudis. Daun sendok segar 5 lbr, daun sambiloto 7 lbr, digodok, air 2 gelas jadi 1 gelas, saring, minum.
  19. Batu empedu. Tanaman daun sendok ( + akar) ditambah keji beling lima kali lipat, direbus, minum.
  20. Bisul:Seluruh tanaman daun sendok 3 tanaman; air 2 gelas, Campuran direbus sampai diperoleh 1 gelas; disaring, Diminum sehari 1 kali 1 gelas.
  21.  Kudis:Daun sendok segar 7 lembar; Daun sambiloto segar 7 lembar; air 2 gelas, Campuran direbus hingga diperoleh 1 gelas; disaring, Diminum sehari 2 kali; 1 gelas.
  22. Batu ginjal:Herba daun sendok segar 7 g; Akar alang-alang 7 g; Daun keji beling segar 2 g; Herba kumis kucing segar 6 g; Herba meniran segar 2 g; Air 130 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml; apabila dibuat pipisan; diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 14 hari.
  23. Hepatitis dan Radang usus:Herba daun sendok segar 1 genggam; Rimpang temu lawak segar 7 keping; Air secukupnya, Rimpang temu lawak segar disangrai; kemudian dipipis bersama herba daun sendok, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 7 hari sampai 14 hari.
  24.  Rematik:Herba daun sendok segar secukupnya; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian yang sakit; diperbaharui setiap 3 jam sekali.
  25.  Wasir:Herba daun sendok segar 1 genggam; Daun wungu segar 7 helai; Air 100 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 14 hari

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal Daun Seribu Berserta Penyakitnya


DAUN SERIBU
Daun seribu termasuk tanaman herbal yang banyak manfaat yang dapat menyambuhkan gangguan syaraf,gangguan pencernaan, mengurangi yeri haid.Di indonesia dikenal dengan nama Daun Seribu.

Indonesia:    Daun seribu
  
Achillea santolina

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
         Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
             Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                 Sub Kelas: Asteridae
                     Ordo: Asterales
                         Famili: Asteraceae
                             Genus: Achillea
                                 Spesies: Achillea santolina L
Nama latin: Achillea millefolium

Nama daerah: Godong sewu; Daun hidung berdarah; Gandana; Momadra

Deskripsi tanaman: Herba (Rumput – rumputan)tinggi 15-50 cm. Daun bercangap menyirip, pada masa vegetatif, daun tumbuh membentuk roset, karena batang belum muncul di atas tanah, lebar anak daun hanya 2 mm. Bunga pada tandannya membentuk payung berwarna kemerahan atau putih, tabungnya berwarna kuning, pada saat berbunga tangkainya tumbuh cepat sehingga tampak ruasnya memanjang. Buahnya kecil-kecil dan kulit tidak pecah.

Deskripsi
Habitus : Semak, tinggi  45 cm.
Batang : Tidak berkayu, bulat, berbuku, hijau.
Daun : Majemuk, menyirip ganda, duduk memeluk batang, bercangap, ujung membulat atau tumpul, pangkal menyempit, panjang 2-35 cm, lebar 1-4 cm, hijau.
Bunga : Majemuk, di ujung batang, bentuk kerucut, diameter + 1,5 cm, putik menjulang keluar, mahkota lima, bergerigi tumpul, tabung tiga sampai sepuluh, putih.
Buah : Kecil, bulat telur, coklat.
Biji : Kecil, pipih, hitam,
Akar : Tunggang, coklat muda.

Kandungan kimia
Daun dan akar Achiltea millefolium mengandung saponin dan flovonoida, di samping itu akar juga mengandung polifenol dan daunnya juga mengandung minyak atsiri.
Habitat: Tumbuh baik pada ketinggian tempat 900-1500 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Kandungan kimia: Akhileina; Stakhidrina; Kholina; Polina; Apigenin; Inulin; Flavon; Glikosida benzaldehidsianhidrin; Zat samak; Asparagin; Minyak lemak.

Khasiat: Diaforetik; Antipiretik; Diuretik; Hipotensif; Antiseptik.

Nama simplesia: Achilleae millefolli Herba


Resep tradisional:

Daun Achillea millefolium berkhasiat sebagai obat nyeri haid dan obat sakit perut.

Untuk obat nyeri haid:
Yang  dipakai  20 gram daun Achillea millefolium, dicuci dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, seteiah dingin disaring. Hasil saringan diminum sekaligus

Gangguan syaraf:
Daun seribu kering 30 g; Air 2 gelas, Daun direbus hingga cairannya tinggal 1 gelas, Diminum setiap jam

Gangguan pencernaan:
Daun seribu ditumbuk halus 1 sendok makan; Madu 1 sendok makan, Keduanya diaduk menjadi satu, Sehari minum 3 kali; tiap kali minum 1 cangkir; setiap hari hendaknya makan buah pepaya.

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal SIRIH Berserta Penyakitnya


Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain[1]. Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dimakan dengan cara mengunyah bersama gambir, pinang dan kapur. Namun mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat malignan.

Sirih digunakan sebagai tanaman obat (fitofarmaka); sangat berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat rumpun Melayu

Nama latin: Piperbetie L.

Nama daerah: Sirih; Suruh

Deskripsi tanaman: Perdu, merambat, batang berkayu, berbuku-buku, bersalur, berwarna hijau keabu-abuan. Daun tunggal, bulat panjang, berwarna kuning kehijauan sampai hijau tua, yang sudah bisa dipetik biasanya sudah selebar 10 cm, panjang 15 cm. Buah buni, bulat, berwarna hijau keabu-abuan.

Habitat: Tanaman ini dapat tumbuh di daerah yang lembab.Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang.

Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 - 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 - 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Eugenol; Metil eugenol; Karvakral; Kavikal; Alil katekal; Kalribetol; Sineol; Estragol; Karoten; Tiamin; Riboflavin; Asam nikotinat; Vitamin C; Tanin; Gula; Pati; Asam amino

Khasiat: Astringen; Ekspektoran; Sialagoga; Hemostatik; Antiseptik

Nama simplesia: Piperis Folium


Resep tradisional:

Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan. Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam lubang hidung. Selain itu, kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap[2].

Kegunaan

   1. Batuk
   2. Sariawan
   3. Bronchitis
   4. Jerawat
   5. Keputihan
   6. Sakit gigi karena berlubang (daunnya)
   7. Demam berdarah
   8. Bau mulut
   9. Haid tidak teratur
  10. Asma
  11. Radang tenggorokan (daun dan minyaknya)
  12. Gusi bengkak (getahnya)
  13. Membersihkan Mata

Pemakaian luar

   1. Eksim
   2. Luka bakar
   3. Koreng (pyodermi)
   4. Kurap kaki
   5. Bisul
   6. Mimisan
   7. Sakit mata
   8. Perdarahan gusi
   9. Mengurangi produksi ASI yang berlebihan
  10. Menghilangkan gatal

Kaki bengkak:
Daun sirih 2 helai; Cabai jawa 3 buah; Lempuyang emprit 1 rimpang; Beras sedikit; Air sedikit; Arak secukupnya, Ramuan dihaluskan dengan bantuan sedikit air; kemudian ditambah arak secukupnya, Digosokkan pada kaki yang bengkak sebelum tidur.

Keputihan:
Daun sirih 2 helai; Daun Jambu biji 5 helai; Air 210 ml, Dibuat infus, Dicebokkan 2 kali sehari.

Malaria:
Daun sirih segar 20 helai; Daun sembung 20 helai; Daun asam 1 genggam; Daun beluntas 20 helai; Kulit kayu pulai 3 jari tangan; Air 2 panci, Dididihkan, Uapnya digunakan untuk mandi ukub(mandi uap).

Napas/mulut bau:
Daun sirih 3 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 50 ml.

Nyeri sendi:
Buah sirih 5 butir; Lempuyang emprit 1 rimpang; Ragi secukupnya, Dihaluskan ditambahan arak, Digosokkan pada tempat yang nyeri.

Pendarahan hidung(mimisan):
Daun sirih, Diremas dan digulung, Dimasukkan ke dalam hidung.

Radang mulut:
Daun sirih 2 helai; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 100 ml.

Suara parau dan Batuk:
Daun sirih 2 g; Buah kapulaga 1 g; air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml

Manfaat dan Khasiat Tanaman Herbal Jahe Merah Berserta Penyakitnya

 Jahe merah termasuk tanaman herbal yang banyak manfaatnya,sekarang banyak produk yang dikemas dalam bentuk bubuk dan dikombinasi dengan bermacam-macam citarasa, : Ada  jhe madu, jahe susu,jahe wangi,jahe merah bubuk. dan banyak produk yang lain.Semuanya berbahan dasar tanaman herbal jahe merah, yang sangat mudah untuk ditanam dan dikembangkan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah

Khasiat tanaman herbal :
  1. Batuk kering yang tidak kunjung sembuh. Rimpang (ditambah jamu) dikunyah, airnya ditelan.
  2. Luka lecet, tertikam, duri. Gatal-gatal. Rimpang dihaluskan.
  3. Gigitan ular. Rimpang ditumbuk tambah, garam sdikit, letakkan pada tempat luka.
  4. Kolera. Bawang merah 50 gr, akar lempuyang 125 gr, biji kedawung 375,5gr, jahe/ jahe merah 100 gr, kayu manis 125 gr. Rebus dengan 1½ liter air sampai tinggal separohnya, sesudah itu dibubuhi cuka jawa 0,25 liter dan tawas 50 gr, garam ½ sendok teh. Saring bubuhi gula putih halus ¼ cangkir dan minyak poko 2 sendok makan dan kayu putih. Sebelum diminum dikocok dahulu. Penggunaan: dewasa 1 sendok makan tiap ½ atau ¼ jam jam, anak-anak ½ sendok makan.
  5. Obat kuat (Aphrodisiak). Jahe secukupnya direbus, minum.
    
KLASIFIKASI : Jahe merah disebut Zingiberofficinale Linn.var. rubrum termasuk ke dalam spesies jahe atau Zingiber officinale Rosc. Dikenal dengan nama daerah; halia barah, halia udang atau jahe sunti.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: gingerol & minyak terbang; limonene, 1,8cineole, 10-dehydrogingerdione, 6-gingerdione, alpha-linolenic acid, arginine, asparic, betha-sitosterol, caprilic-acid, capsaicin, chorogenic acid, farnesal, farnese, farnesol.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat pedas, merangsang selaput lendir perut besar dan usus, mengurangi rasa sakit. Memperkuat khasiat obat lain yang dicampurkan.

JAHE MERAH

Zingiber officinale Linn. Var. rubrum.


Efek zat aktif : Limonene dan Caprylic-acid (rimpang); menghambat jamur candida albicans, antikholinesterase, obat flu. 1,8cineole, (rimpang); mengatasi ejakulasi dini, anestetik, antikholinesterase, perangsangaktifitas syaraf pusat, merangsang ereksi, merangsang keluarnya keringat, penguat hepar. 10-dehydrogingerdione (rimpang) penekan prostagladin, 10-gingerdione (rimpang); penekan prostaglandin, 6-gingerdion, penekan prostaglandin. 6 gingerol (rimpang);merangsang keluarnya ASI, penghambat enzim siklo oksigense, penekanprostaglandin, Alpha-linolenic-acid (rimpang); anti pendarahan diluar haid, merangsangkekebalan tubuh, merangsang produksi getah bening. Arginine (rimpang); mencegah kemandulan memperkuat daya tahan sperma.

Aspartic acid (rimpang); perangsang syaraf, penyegar, Betha-sitosterol (rimpang); merangsang hormon androgen, menghambat hormon estrogen, mencegahhiper-lipoprotein, melemahkan potensi sperma, bahan baku obat steroid.

Capsaicin (seluruh tanaman); merangsang ereksi, penghambat keluarnya enzim 5-lipoksigenase, dansiklo-oksigenase, meningkatkan kelenjar endoktrin. Chlorogenicacid (seluruh tanaman), Farnesal (rimpang); mencegah proses penuaan, merangsang regenerasi sel kulit. Farnesol (rimpang) bahan penwangi, parfum, merangsang regenerasi sel.




Saturday, March 5, 2011

Terapi Herbal Meski Alami, Waspadai Efek Samping dan Aturannya

Penyimpangan terhadap salah satu aspek kemungkinan dapat menyebabkan ramuan OT tersebut yang asalnya aman menjadi tidak aman atau efek samping bagi kesehatan. Pada hal jika diperhatikan, seiring perkembangan jaman banyak sekali hal-hal tradisional yang telah bergeser mengalami penyempurnaan agar lebih mudah dikerjakan ulang oleh siapapun.

Misalnya tentang peralatan untuk merebus jamu, dulu masih menggunakan kwali dari tanah liat sekarang sudah beralih ke panci dari aluminium, untuk menumbuk sudah menggunakan alat-alat dari logam dan tidak lagi menggunakan alu dari kayu atau batu, dan lain sebagainya.

Disamping itu perlu disadari pula bahwa memang ada bahan ramuan OT yang baru diketahui berbahaya, setelah melewati beragam penelitian, demikian juga adanya ramuan bahan-bahan yang bersifat keras dan jarang digunakan selain untuk penyakit-penyakit tertentu dengan cara-cara tertentu pula. Secara toksikologi bahan yang berbahaya adalah suatu bahan (baik alami atau sintesis, organik maupun anorganik) yang karena komposisinya dalam keadaan, jumlah, dosis dan bentuk tertentu dapat mempengaruhi fungsi organ tubuh manusia atau hewan sedemikian sehingga mengganggu kesehatan baik sementara, tetap atau sampai menyebabkan kematian.

Suatu bahan yang dalam dosis kecil saja sudah menimbulkan gangguan, akan lebih berbahaya daripada bahan yang baru dapat mengganggu kesehatan dalam dosis besar. Akan tetapi bahan yang aman pada dosis kecil kemungkinan dapat berbahaya atau toksis jika digunakan dalam dosis besar dan atau waktu lama, demikian juga bila tidak tepat cara dan waktu penggunaannya. Jadi tidak benar, bila dikatakan OT/TO itu tidak memiliki efek samping, sekecil apapun efek samping tersebut tetap ada; namun hal itu bisa diminimalkan jika diperoleh informasi yang cukup.

Ada beberapa contoh, antara lain merica (Piperis sp.) pada satu sisi baik untuk diabetes, tetapi merica juga berefek menaikkan tekanan darah; sehingga bagi penderita diabet sekaligus hipertensi dianjurkan tidak memasukkan merica dalam ramuan jamu/OT yang dikonsumsi.

Kencur (Kaempferia galanga) memang bermanfaat menekan batuk, tetapi juga berdampak meningkatkan tekanan darah; sehingga bagi penderita hipertensi sebaik-nya tidak dianjurkan minum beras-kencur. Demikian juga dengan brotowali (Tinospora sp.) yang dinyatakan memiliki efek samping dapat mengganggu kehamilan dan menghambat pertumbuhan plasenta.

Walaupun demikian efek samping TO/OT tentu tidak bisa disamakan dengan efek samping obat modern.

Pada TO terdapat suatu mekanisme yang disebut-sebut sebagai penangkal atau dapat menetralkan efek samping tersebut, yang dikenal dengan SEES (Side Effect Eleminating Subtanted).

Sebagai contoh di dalam kunyit terdapat senyawa yang merugikan tubuh, tetapi di dalam kunyit itu juga ada zat anti untuk menekan dampak negativ tersebut.

Pada perasan air tebu terdapat senyawa Saccharant yang ternyata berfungsi sebagai antidiabetes, maka untuk penderita diabet (kencing manis) bisa mengkonsumsi air perasan tebu, tetapi dilarang minum gula walaupun gula merupakan hasil pemurnian dari tebu.

ada wawasan yang perlu kita perhatikan agar hati-hati dalam menggunakan resep herbal.mari kita perhatikan artikel saya dibawah ini :

Beberapa tahun belakangan ini terapi herbal menjadi alternatif penyembuhan penyakit. Kendati berbahan alami, terapi herbal bukan tanpa efek samping loh.

    Karena ada pengalaman seorang pria penderita diabetes mendadak mengalami impotensi setelah rutin mengkonsumsi buah pare untuk menurunkan gula darahnya. Usut punya usut, ternyata hal itu disebabkan buah pare yang dikonsumsi adalah mentah dan overdosis!

    Endah Lasmadiwati, seorang praktisi herbal di Jakarta, belum lama ini menuturkan kasus "kecelakaan" lain setelah mengkonsumsi buah mahkota dewa dan temu putih yang dijadikan andalan untuk penumpas sel kanker. Selain sakit tenggorokan mendadak, pasien yang bersangkutan justru mengalami perdarahan.

    "Biji mahkota dewa memang tidak boleh dikonsumsi, karena sangat beracun. Selain itu buah mahkota dewa juga temu putih jangan diminum selagi haid, akan memperhebat perdarahan. Khasiatnya memang menumpas sel kanker sekaligus menggerus dinding rahim. Harus hati-hati, ada aturannya, terutama soal dosis," kata pemilik Kebun Tanaman Obat Taman Sringganis, di kota hujan Bogor itu.

    Kasus bengkak wajah setelah minum ramuan jamu, banyak ditulis oleh media massa. Ini disebabkan oleh kenakalan para produsen dengan menambah bahan-bahan kimia aktif. Bengkak mata karena salah kompres dengan teh celup chamomille yang mestinya teh biasa, adalah contoh kurang pengetahuan para pengguna herbal di sini.

    Ginko, herbal yang makin laris untuk memompa daya ingat itu juga tidak aman 100 persen. Terapi herbal itu hanya akan efektif jika penurunan daya ingat disebabkan oleh karena melemahnya aliran darah ke otak. "Kondisi seperti ini bisa diperbaiki dengan konsumsi ginko. Bagaimana jika melemahnya daya ingat disebabkan oleh faktor lain, misalnya ketidakseimbangan hormonal," kata Endah mempertanyakan.

    Hal senada dikemukakan dokter yang juga herbalis dari Jakarta, Anton Budiono. Katanya, herbal memang potensial sebagai obat, karena warisan alam ini akan menjadi pilar terapi masa depan. Namun sayang, kekayaan herbal Indonesia belum semuanya teruji kelayakannya sebagai bahan terapi. Juga, karena herbal belum pernah secara khusus dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan dokter di sini, sehingga masih sulit untuk menstandarisasikannya.

    "Dengan demikian siapa akan menjamin mutunya," katanya.

    Untuk bisa dipakai sebagai bahan terapi, tanaman obat harus lulus melewati penelitian fisk, kimiawi, farmakologis, biologis, uji toksisitas (racun). Hingga kini para dokter masih enggan meresepkan tanaman obat karena masih kurang jelasnya informasi tentang khasiat, cara penggunaan dan efek sampingan bahan tanaman obat. Pekerjaan tersebut di Indonesia saat ini tidak mudah dilakukan mengingat memerlukan biaya riset yang tidak sedikit.

    Sebagai gambaran, ia memaparkan hasil penelitian tanaman obat di Amerika Serikat. Tahapan penelitian untuk menentukan zat aktif satu tanaman saja memerlukan biaya 15-20 juta dollar, dan memerlukan waktu penelitian 12 tahun! Nah, mampukah Indonesia?

    Indonesia sangat tertinggal dalam hal penelitian ilmiah berkaitan dengan obat tradisional, bahkan dibanding negara-negara di Asia lain seperti India, Korea, Jepang. Jadi pemakaian obat tradisional saat ini masih bersifat empiris artinya berdasar dosis dan efek yang didapat dari pengalaman yang sangat bervariasi buat masing-masing orang atau dari daerah ke daerah.

    Meski demikian herbal tidak sepenuhnya aman, karena tanaman obat pun mengandung racun, dan penggunaannya memerlukan berbagai kondisi yang berbeda. Misalnya Echinacea (yang biasa digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh melawan flu) sebaiknya tidak dikonsumsi mereka yang mempunyai gangguan otoimun, karena akan mempergiat sistem imun yang sudah terlalu aktif.

    "Epedhra dan licorise akan membuat pasien darah tinggi semakin parah. Begitu juga ginko dan jahe, dosis konsumsinya harus diperhatikan terutama bagi pasien-pasien yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah," katanya.

    Ditanyakan lebih bagus mana, herbal segar atau yang sudah dikeringkan? Menurut Anton Budiono, efek herbal segar dan kering sama saja, hanya soal dosis saja, karena yang telah dikeringkan atau diekstrak lebih pekat konsentrasinya. Pengeringan sangat bermanfaat, karena ada herbal tertentu yang tumbuh hanya pada musim tertentu.

    "Untuk kasus akut seperti flu, sebaiknya herbal dikonsumsi dalam bentuk seduhan. Sedangkan kasus kronis, herbal dalam bentuk pil, tablet maupun kapsul. Sirup lebih mudah diberikan kepada anak-anak," katanya.

    Ditambahkan, tinctur bisa diberikan jika pasien bisa menerima alkohol (ada pasien yang menolak alkohol). Dalam pengobatan Cina tradisional arak atau alkohol bersifat menghangatkan dan melancarkan sirkulasi darah sehingga bisa memperkuat efek pengobatan. Lebih-lebih pada kasus penyakit 'yin/dingin' dan gangguan sirkulasi darah.

    Disinggung soal cara menyimpan herbal yang aman, Anton mengatakan, untuk herbal segar dapat disimpan dengan cara membungkusnya rapat dalam tempat yang tertutup rapat lalu dimasukkan lemari es, bisa tahan sampai seminggu.

    Sedangkan herbal kering bisa tahan lebih lama, tetapi efek panas, cahaya, oksigen (udara) tetap berpengaruh. Herbal aromatik seperti chamomile, peppermint dengan bahan aktif yang terikat minyak esensial mudah menguap saat bereaksi dengan oksigen dan panas.

    "Sebaiknya di tempatkan dalam wadah kaca yang tertutup rapat, simpan dalam gelap, kering dan dingin, jauhkan dari panas matahari. Jika penyimpanananya benar, herbal kering (bunga dan daun) bisa tahan sampai setahun, sedang kulit kayu dan akar kering bisa sampai 2 tahun," katanya.

    Liquid extract paling stabil, namun masih juga rusak oleh panas, cahaya dan udara (oksigennya). Jika disimpan dalam wadah yang tertutup selalu rapat, kekuatan liquid bisa bertahan hingga 3 tahun atau lebih.

    Kapsul dan tablet sangat tidak stabil karen selama proses dihancurkan menyebabkan penguraian. Simpan dalam kering, dingin, gelap, jangan lebih dari 3 bulan. Dalam bentuk minyak, sangat peka terhadap panas. Paling baik, dalam lemari es, bisa tahan 6 bulan.

    Seberapa cepat herbal bereaksi ? Menurut Anton, tergantung herbal dan kondisi kesehatan kita/kondisi penyakitnya. Misalnya untuk keadaan akut, (kembung dan mual) dengan minum teh jahe, hasilnya akan terlihat 30 menit hingga sejam. Lain lagi untuk keadaan pengobatan jangka panjang, misal (gangguan keseimbangan hormonal) semacam menopause (dengan mengkonsumsi black cochos) bisa tampak Ihasilnya sekitar 3 bulan.

    "Herbal bekerja dengan cara memberi energi pada organ tubuh, kelenjar, dan menyeimbangkan kondisi tubuh. Ini tentu memerlukan waktu untuk melihat hasilnya," tuturnya.

    Apakah sebaiknya dalam keadaan perut kosong? Tidak ada aturan umum, tetapi biasanya herbal yang bersifat tonik (umumnya berasa manis dan tidak merangsang lambung) diminum sebelum makan agar penyerapannya maksimal, apalagi jika herbal tersebut mahal harganya (misal ginseng).

    Berapa lama herbal boleh diminum ?

    Efektifitas herbal ternyata ada jangka waktunya, bergantung pada kondisi penyakit dan sifat herbal. Kondisi penyakit: jika kasusnya akut seperti diare, flu, maka herbal bisa diminum setiap 3-4 jam sekali dan dihentikan setelah kondisi membaik. Sedangkan pada kasus penyakit kronis, misal jerawat, rematik, hipertensi, kolesterol, biasanya herbal harus diminum dalam waktu yang lebih lama.

    Ditambahkan, waspadai jika belum lebih dari satu jam mengkonsumsi herbal, muncul gejala mual, diare, pusing, berkeringat deras. Hentikan mengkonsumsi herbal dan segera konsultasikan kepada ahli herbal atau dokter. "Mungkin Anda perlu mengingat-ingat, selain herbal yang baru Anda minum, Anda juga sedang mengkonsumsi obat apa saja," katanya menandasakan

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal Daun Wungu Berserta Penyakitnya

DAUN WUNGU

Deskripsi

Daun ungu adalah termasuk tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat terutama dalan bidang kesehatan. Kapsul herbal ini, terbuat dari daun Ungu 100%, berguna untuk mengatasi penyakit wasir dan mengobati sembelit

Tanaman daun ungu mengandung kandungan kimia antara lain. Alkaloid non toksik, flavonoid, glikosid, steroid, saponin, tanin, calsium oksalat, asam format dan lemak. Dengan berbagai kandungan kimiawinya daun ungu mempunyai sifat sebagai antiinflamasi, peluruh air seni, mempercepat pemasakan bisul, pencahar ringan, pelembut kulit kaki, melunakkan feaces, dan mengempiskan wasir.

Tumbuhan perdu, tinggi lebih kurang 8 meter. Daun berbentuk lonjong, berhadapan, berlendir. Bunga berbentuk bintang, keluar dari pucuk daun, kelopak bunga besar dan berbentuk daun, warna putih.

W arna daun ungu langsung tertuju pada wasir atau ambeien. Famili Acanthaceae itu memang mujarab mengobati penyakit akibat membengkaknya bibir anus itu. Daun ungu juga berkhasiat antiinflamasi, antiplak gigi, dan mencegah sakit ketika menopause. Wasir atau hemorrhoid merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya pembengkakan atau pembesaran pembuluh vena di bagian terbawah poros usus, baik di sisi dalam maupun di sisi luar anus.



Pola defekasi yang tidak teratur pun serta jarangnya olahraga menjadi faktor pememicu timbulnya wasir. Khasiat daun ungu sebagai anti-hemorrhoid sen diri dibuktikan oleh Prof dr H Sardjono Oerip Santoso dari Farmakologi FKUI.

Sebanyak 9-10 gram daun ungu segar kemudian direbus dalam 2 gelas air (600 cc) sampai menjadi 1 gelas rebusan dan diminum tiap hari 1 kali. Lima hari kemudian, efek yang ditimbulkan oleh gejala hemorroid seperti nyeri, pendarahan, dan panas hilang tak berbekas. Dr JM Sugiarto memberikan bukti, Konsumsi 1 gelas rebusan daun ungu selama dua bulan berturut-turut ternyata bisa membebaskan penderita dari gangguan wasir.

Berkat daun ungu, pengidap ambeien tak perlu lagi mengkonsumsi obat-obatan jenis phlebodinamic seperti radium dan daflon. Obat itu lazim diresepkan dokter untuk melancarkan sirkulasi darah di daerah anus serta menghilangkan bengkak, tonjolan, dan pendarahan.

Analgesik. Sebagai analgesik pun khasiat daun ungu teruji sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan Dr drg Nur Permatasi MS, dr Umi Kalsum MKes, dan dr Nurdiana MKes dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.

Mereka menyatakan bahwa kandungan alkaloid dalam daun ungu mempunyai kemampuan sebagai antiinflamasi dan juga sebagai analgesik pada hewan percobaan. Efek analgesik tersebut ditunjukkan dengan terjadinya penurunan nilai ambang nyeri setelah pemberian ekstrak alkaloid pada dosis 1,5, 3, dan 6 mg/kg.

Menurut trio peneliti tersebut kemampuan efek analgesik dan antiinfl amasi fraksi alkaloid dari ekstrak etanol daun ungu ampuh menurunkan nilai ambang nyeri pada dosis 3 mg/kg bobot tubuh.

Itu setara dengan pemberian aspirin dengan dosis 125 mg/kg bobot tubuh. Hal ini berkat kemampuan alkaloid daun wungu dalam menghambat pembentukan prostaglandin. Penelitian yang dilakukan oleh drg Endang Wahyuningtyas MS SpPros dari Jurusan Ilmu Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi UGM, menyimpulkan daun ungu bermanfaat untuk sanitasi gigi palsu. Penelitian yang menggunakan 40 sampel gigi tiruan arkrilik dibagi dalam 4 kelompok.

Masing-masing kelompok diberikan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40% daun ungu dan direndam selama 15 menit. Setelah dipakai oleh pasien selama 4 jam, gigi palsu itu kemudian dibilas dan diperiksa. Hasilnya, daun ungu ampuh mencegah pertumbuhan bakteri mutan streptococcus, cendawan, dan mencegah pertumbuhan plak.

Penelitian tersebut merekomendasikan bahwa pencegahan terbaik untuk menghambat plak, bakteri, dan cendawan terjadi pada konsentrasi kandungan daun ungu sebanyak 40%. Daun ungu ternyata mengandung berjuta manfaat.

Dari beberapa ulasan dapat saya simpulkan sebagai berikut:

Nama latin: Graptophyllum pictum (L.)Griff.

Nama daerah: Daun putri; Demung; Tulak; Puding; Daun ungu

Habitat: Tumbuh di dataran rendah sampai 1250 m dpl, sebagai tanaman hias atau tanaman pagar.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Lendir; Alkaloid; Steroida; Tanin

Khasiat: Diuretik; Laksatif

Nama simplesia: Graptophylli Folium

Resep tradisional:

Demam:
Daun wungu segar 7 helai; Rimpang temu lawak 5 keping; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 7 hari.

Wasir:
Daun wungu segar 7 helai; Daun duduk 7 helai; Menyan madu 1/2 sendok teh; Norit 1/2 tablet; Air secukupnya, Dipipis, Diminum sehari 1 kali tiap kali 1/4 cangkir; diulang selama 14 hari.Ada dua tipe wasir yang lazim dikenal, wasir dalam (internal hemorrhoid) dan wasir luar (external hemorrhoid). Wasir bisa disebabkan karena kurang mengkonsumsi serat. Ini mengakibatkan susah buang air besar (konstipasi), hingga penderita kerap mengejan

Bisul:
Daun wungu beberapa helai; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada bisul atau bagian kulit yang bengkak.Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan seperti bisul berwarna merah kebiru-biruan atau kehitaman.

Friday, March 4, 2011

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal DELIMA PUTIH Berserta Penyakitnya

DELIMA PUTIH

Nama latin: Punica granatum L.

Nama daerah: Dalima; Glima; Dalimo; Gangsalan; Talima; Dilimene

Deskripsi tanaman: Tanaman perdu, tinggi 2-5 meter. Batang berkayu, bulat, bercabang, berduri, batang muda berwarna cokelat setelah tua berwarna hijau kotor. Daun tunggal, bentuk lanset, panjang 1-8 cm, lebar 5-15 mm, bertulang menyirip, warna hijau. Bunga tunggal di ujung cabang, mahkota membulat berwarna merah atau kuning. Buah buni, bulat, diameter 5-12 cm, warna hijau kekuningan.

Habitat: Tanaman ini banyak tumbuh liar dihutan-hutan atau di tanam dikebun sebagai tanaman hias/buah-buahan.

Bagian tanaman yang digunakan: Kulit kayu ; Kulit buah ; Akar

Kandungan kimia: Alkaloid tropan; Tanin; Gula; Triterpenoid; Glukosida; Estron; Lendir


Khasiat: Antelmintik; Astringen

Nama simplesia: Granati Cortex, Granati fructus Cortex, Granati Radix
Resep tradisional:

Disentri:
Daun delima putih segar 5 g; Rimpang temu giring 2 g; Daun jambu biji segar 6 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 7 hari.
Keputihan:
Kulit buah delima segar 5 g; Daun beluntas segar 6 g; Herba tapak liman 5 g; Majakan 1 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 7 hari
.
Obat cacing:
Akar delima putih 1 jari; Rimpang temu giring segar 1 jari; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 4 hari.


 SECARA  DETAIL  TENTANG  BUAH  DELIMA;

Buah delima merupakan salah satu buah yang indah ketika dipandang.  Warna kulitnya yang halus, mengkilat serta warna daging  buah yang memikat menjadikan buah ini memiliki daya tarik tersendiri bagi penggemarnya.

Buah yang memiliki nama latin Punica granatum ini  tersebar di daerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 m dpl. Tidak jarang tanaman delima ini digunakan sebagai penghias rumah yang diletakkan di halaman atau taman yang berada disekitar tempat tinggal serta dikebun-kebun tanaman obat.

Ciri khas dari buah delima adalah Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjang yang bersegi-segi agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu, atau putih.  Ada tiga macam delima yang dikenal, yaitu delima putih, delima merah, dan delima ungu.  Namun yang paling dikenal sebagai pangan dan obat adalah delima merah. Apabila dimakan, buah delima ada yang terasa manis dan ada juga yang asam. Hal ini tergantung dari jenis buah itu sendiri. Delima yang rasanya manis itu bersifat panas dan basah.

Buah yang seperti ini sangat bagus untuk kesehatan perut, memperkuat perut dengan fungsinya sebagai penyeimbang yang lunak dan halus. Selain itu, buah delima juga bermanfaat untuk kesehatan tenggorokan, dada serta paru-paru sehingga bisa digunakan sebagai penyembuh penyakit batuk. Selain itu karena kelembutan, kehalusannya serta kandungan air didalamnya membuta buah ini cepat larut dan melancrakan sirkulasi pencernaan perut. Delima juga bisa membangkitka gairah seksual. Akan tetapi buah ini tidak disarankan bagi penderita demam.

Untuk buah delima yang rasanya masam, bersifat dingin dan kering cocok sebagai penyeimbang perut  yang halus.

Manfaat lain dari delima yang masam yaitu bisa digunaka sebagai penyembuh penyakit radang perut, melancarkan air seni., meredakan penyakit kuning, menghentikan diare dan muntah-muntah, mual, mulas, melunakan tinja, menurunkan panas pada organ hati, menguatkan organ-organ tubuh khususnya organ dalam perut, mencegah ganguan empedu, rasa sakitpada lever serta mulut lambung serta apabila air buah delima ditambahkan madu bisa digunakan untuk menghalau tumor pada selaput lendir.

Tidak hanya daging buahnya yang memiliki segudang khasiat. Bagian tumbuhan yang lain juga tidak kalah menakjubkan manfaatnya. Kulit buah  juga bisa digunakan untuk pengobatan sakit perut karena cacingan, buang air besar mengandung darah dan lendir (disentri), diare kronis, perdarahan seperti wasir berdarah, muntah darah, batuk darah, perdarahan rahim, perdarahan rektum, prolaps rektum, radang tenggorok, radang telinga, keputihan (leukorea) dan nyeri lambung.

Berdasarkan penelitian, kulit akarnya yang banyak menyimpan senyawa-senyawa alkaloid, antara lain pelletierin. alkaloid pelletierine ini sangat toksik dan menyebabkan kelumpuhan cacing pita, cacing gelang dan cacing kremi.

Selain alkaloid, dalam kulit akar, kulit batang dan buah, terkandung zat penyamak. Zat ini berkhasiat untuk mengecilkan pori-pori, antiseptik dan hemostatik yang baik untuk keputihan. Sementara air rebusan bunganya bisa dijadikan alternatif pereda sakit gigi.

Dalam beberapa penelitian ilmiah disebutkan bahwa dalam setiap 100 gr buah delima mengandung protein (0,5 gr), Lemak (0,3 gr), karbiohidrat (16,4 gr), Vit B1, B2, serta Vit C. selain itu terdapat kalsium, fosfor dan zat besi.

Prosentase zat besi, vitamin B dan C di dalamnya pun cukup tinggi. Biji delima, prosentase kandungan gizinya. Cenderung lebir tinggi, zat protein bisa mencapai 9 % dan zat lemak hingga 7%. Buah delima juga mengandung asam organic yang tinggi dengan prosetase yang relative besar.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Clinical Nutrition, buah delima yang kaya antioksidan ini bisa mencegah oksidasi LDL (Low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat dalam tubuh. Bahkan kandungan antioksidan dalam buah delima jumlahnya tiga kali lebih banyak daripada wine atau teh hijau.

Untuk penyajiannya buah delima dapat dimakan dalam keadaan segar, sebagai campuran rujak buah, salad buah, jus atau sari buah. Membuat jus delima sangat mudah. Tinggal belah dan ambil bagian biji yang dibungkus daging berselaput.

Masukkan daging buah dan biji ini ke dalam juicer atau alat pembuat jus. Setelah itu saring dan jus delima segar siap diminum. Satu buah delima ukuran sedang bisa menghasilkan setengah gelas jus. Untuk membuat jus delima sebaiknya diminum dengan bijinya karena di dalam biji banyak terkandung senyawa polifenol.

Peneliti dari Vanderbilt University Medical Center menemukan bahwa orang yang meminum jus 3 kali atau lebih dalam seminggu, dapat menurunkan resiko terkena alzheimer hingga 76% dibandingkan orang yang tidak minum jus sama sekali.

Apabila anda ingin menyimpan jus untuk pemakaian jangka panjang, bisa disimpan dengan proses tertentu. Caranya, jus dibeklukan dan disimpan dalam wadah kedap udara. Jus bisa disimpan di lemari pendingin dan bisa bertahan sampai beberapa minggu.
 

blogger templates | Blogger