tattoos
Showing posts with label khasiat buah. Show all posts
Showing posts with label khasiat buah. Show all posts

Thursday, March 10, 2011

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal Daun Kaki Kuda (Pegagan) Berserta Penyakitnya

DAUN KAKI KUDA / Pegagan

Nama latin: Centella asiatica Urb

Nama daerah: Pegagan; Gagain; Pegaga; Penggaga; Ganggagan; Bagigan; Kerok; Calingan.Pegaga (Aceh), daun kaki kuda (Melayu), ampagaga (batak), antanan (sunda), gagan-gagan, rendeng (jawa), taidah (bali) sandanan (irian) broken copper coin, buabok (Inggris), paardevoet (Belanda), gotu kola (India), ji xue cao

Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, serta pematang sawah. Tanaman ini berasal dari daerah Asia tropik, tersebar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat Cina, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan antanan.

Sejak zaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk obat kulit, gangguan saraf dan memperbaiki peredaran darah. Masyarakat Jawa Barat mengenal tanaman ini sebagai salah satu tanaman untuk lalapan.

Deskripsi tanaman: Tanaman penutup tanah, termasuk tumbuhan herba dengan batang horizontal, setiap ruas keluar akar dan menjalar ditanah. Daun berbentuk ginjal, bergerigi, dan pada pangkal berbentuk pelepah. Bentuk bunga panjang berkelopak 2-3, berhadapan dengan daun. Perbanyakan dengan tunas akar.

Habitat: Tumbuh liar ditanah yang agak lembab di daerah dengan ketinggian 1-2500 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan:  Seluruh bagian tumbuhan

Kandungan kimia: Glikosida asitikosida; Velarin; Alkolisulfat; Damar; Tanin.

Khasiat: Antipiretik; Diaforetik; Diuretik; Infeksi

Nama simplesia: Centellae Herba

Pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai hingga dijadikan pennutup tanah. Jenis pegagan yang banyak dijumpai adalah pegagan merah dan pegagan hijau. Pegagan merah dikenal juga dengan antanan kebun atau antanan batu karena banyak ditemukan di daerah bebatuan, kering dan terbuka. Pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon (geragih) dan tidak mempunyai batang, tetapi mempunyai rhizoma (rimpang pendek). Sedangkan pegagan hijau sering banyak dijumpau di daerah pesawahan dan disela-sela rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembab dan terbuka atau agak ternaungi. Selain itu, tanaman yang mirip pegagan atau antanan ada empat jenis yaitu antanan kembang, antanan beurit, antanan gunung dan antanan air.
Kandungan

Pegagan yang simplisianya dikenal dengan sebutan Centella Herba memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.

Sifat dan Manfaat

Pegagan berasa manis, bersifat mendinginkan, memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika), menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, insektisida, antialergi dan stimulan. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid)

Pengolahan

Kebanyakan pegagan dikonsumsi segar untuk lalapan, tetapi ada yang dikeringkan untuk dijadikan teh, diambil ekstraknya untuk dibuat kapsul atau diolah menjadi krem, salep, obat jerawat, maupun body lotion

Resep tradisional:


Sakit maag dan Perut kembung:
Pegagan 5 g; Pupus pepaya 1 g; Adas 7 g; Jinten 3 g; Kencur (diparut)5 g; Sembung legi 5 g; Daun pooh 6 g; Pulosari 5 g; Ketumbar 2 g; Falerian 10 g; Air 500 ml, Semua bahan direbus, Diminum untuk 1 hari.
Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki; mencegah varises dan salah urat; meningkatkan daya ingat, mental dan stamina tubuh; serta menurunkan gejala stres dan depresi. pegagan pada penelitian di rsu dr.soetomo surabaya dapat dipakai untuk menurunkan tekanan darah,Penurunan tidak drastis, jadi cocok untuk penderita usia lanjut.



Demam dan Menambah nafsu makan:
Herba pegagan 5 g; Air secukupnya, Diseduh, Diminum sebagai pengganti air teh.

Asma dan Batuk:
Herba pegagan segar 2 genggam; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; selama 14 hari.

Sariawan usus dan Disentri:
Herba pegagan segar 2 genggam; Rimpang kunyit segar 1 jari; Rasuk angin (serbuk)1 sendok teh; Ketumbar 9 butir; Air 110 ml, Ditumbuk; Tambahkan air; Disaring; Dididihkan, Diminum 1 kali sehari 100 ml; selama 7 hari.

Wasir:
Herba pegagan segar 2 genggam; Daun wungu 7 helai; air 110 ml, Ditumbuk; tambahkan air; disaring dan dididihkan, Diminum 1 kali sehari 100 ml; selama 30 hari.

Wednesday, March 9, 2011

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal Daun Salam Berserta Penyakitnya


Daun salam adalah jenis rempah daun yang biasa digunakan untuk berbagai masakan. Dibalik itu, daun salam juga memiliki khasiat obat yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pohon salam (Syzygium polyanthum) yang biasa tumbuh liar di hutan dan di pegunungan bisa mencapai ketinggian 25 meter dan lebar pohon 1,3 meter itu berkhasiat mengobati diare, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, kencing manis, dan maag. Sementara, buahnya yang berbentuk bulat kecil bisa digunakan untuk mengobati mabuk akibat alkohol.

Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan tersebut adalah minyak atsiri, tannin, dan flavonoida. Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, akar, dan buah

DAUN SALAM

(Syzygium polyathum (weight.) Walp. )

Famili :   Myrtaceae

Daerah :  meselangan, ubar serai, gowok, manting atau kastolam.

Asing : 

Sifat Kimiawi :  Minyak Atsiri (0.05%) yang mengandung sitral, eugenol, Tanin dan flavonida.

Efek Farmakologis :  Daun – rasa kelat dan wangi, Astringent, memperbaiki sirkulasi.

Bagian tanaman yang digunakan :  Daun, kulit batang, buah dan akar.
Uraian tanaman :
Pohon salam tumbuh liar di hutan, di daerah pegunungan maupun ditanam di halaman rumah sebagai tanaman bumbu. Tumbuhan berbatang besar dan tinggi ini, tingginya bisa mencapai 25 m. Daunnya yang rimbun, berbentuk lonjong / bulat telur, berujung runcing bila diremas mengeluarkan bau harum. Bunganya putih dan harum. Buahnya keciI-kecil sebesar buni dan rasanya sedikit sepat. Ketika masih muda buahnya berwarna hijau, kemudian kalau sudah tua berwarna merah kehitaman.


Cara budidaya : Dengan biji atau stump. 

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami diare, ambil 15 lembar daun salam segar direbus dengan dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin tambahkan sedikit garam kemudian diminum.

Untuk mengatasi radang lambung, ambil 30 gram daun salam, 30 gram sambiloto kering, dan gula batu secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian airnya diminum untuk dua kali sehari. Lakukan secara teratur.

Air rebusan daun salam juga dapat mengatasi asam urat yang tinggi, 10 lembar daun salam direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. Lalu untuk mengatasi stroke, 10 lembar daun salam dan 50 gram jantung pisang dibuat masakan sesuai selera lalu dimakan.

Bagi penderita kolesterol tinggi, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun ceremai direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian airnya diminum secara teratur. Untuk melancarkan peredaran darah, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun dewa segar direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 350 cc. Lalu ramuan disaring dan diminum sebanyak dua kali sehari.

Buah salam yang masak dapat mabuk akibat alkohol. Satu genggam buah salam masak ditumbuk sampai halus, peras dan saring. Airnya dapat diminum sekaligus.

Untuk pengobatan luar seperti kudis atau gatal-gatal pada kulit ambil daun dan kulit batang atau akar salam. Cuci bersih lalu giling hingga halus, tambahkan minyak kelapa secukupnya kemudian balurkan pada bagian yang gatal

Khasiat daun salam dapat kita simpulkan sebagai berikut:
  1. Diare : Daun 15 gr dicuci, direbus dengan 1 gls air selama 15 mnt, tambah sedikit garam, saring lalu diminum sekaligus. Bisa juga kulit batang dipotong lalu diminum seperti teh.
  2. Kencing Manis : Daun 7 lbr dicuci bersih, direbus dengan 3 gls sampai menjadi 1 gls, disaring dan diminum untuk 2x.
  3. Maag : Daun 15-20 lbr, cuci dan rebus dengan 0.5 ltr air sampai mendidih, tambahkan gula merah secukupnya dan minum sebagai teh.
  4. Mabuk alkohol : Satu genggam buah salam masak dicuci bersih, ditumbuk sampai halus, peras dan saring lalu minum.
  5. Kudis, gatal : Daun atau kulit batang atau akar, dicuci bersih lalu digiling halus sampai manjadi adonan  seperti bubur, balurkan ketempat yang sakit.

Tuesday, March 8, 2011

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal Daun Sendok Berserta Penyakitnya

Daun  Sendok


Nama latin: Plantago major L.

Nama daerah: Daun urat; Ekor angin; Ekor menjangan; Ki urat; Ceuli uncal; Meloh kiloh; Otot-ototan; Sembung otot; Suri pandak; Sang koba; Terongoat

Deskripsi tanaman: Tumbuhan terna tahunan, berkembang secara luar biasa dengan rimpang tegak, tinggi tanaman 60-80 cm.

Habitat: Tumbuh di tanah yang disinari matahari atau agak teduh, dipinggir-pinggir jalan berumput dan di lapangan rumput, di hutan atau tempat terbuka.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tanaman
Kandungan kimia: Lendir; Asam D-galakturonat; Pluntagon; ankobin(glikosid); Nivertin; Emulsin(enzim); Vitamin C; Alkaloida; Tanin; Minyak lemak
Khasiat: Anti inflamasi; Diuretik; Antipiretik; Ekspektoran
Nama simplesia: Plantaginis majoris herba
Nama lain :
Plantago major L.

Nama umum

Indonesia: Daun sendok, ki urat (Snd)
Inggris: common plantain, broad-leaved plantain
Melayu: Ekor anjing, ekor angin… Lihat Selengkapnya
Pilipina: Lanting
Cina: che qian cao

Klasifikasi

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Plantaginales
Famili: Plantaginaceae
Genus: Plantago
Spesies: Plantago major L.

Kerabat Dekat

Otot-ototan, Marakun

SIFAT KIMIAWI : Seluruh herba; Kandungan kimia a.l: Seluruh herba : plantagin,aucubin, ursolic acid,bethasitosterol,hentria-contane dan plantaglucide yang terdiri dari methyl d-galacturonate, D-3galactose, L-arabinose dan L-rhammose. Vitamin B1, C, A dan kalium. Rhinantin,turunan dari naphazolin sebagaiandrenergik agent, menghilangkan nyeri urat.

Biji : planterolic acid,plantasan (dengan komposisi xylose, arabinose, galacturonic acid dan rhammose), protein adenine, choline, catalpol, dan asamlemak; palmitic acid, succinic acid, stearic acid, arachidic acid, linolenicacid dan lenoleic acid.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : anti inflamasi (anti radang), peluruh airseni (diuretic), karena unsur K, peluruh dahak (mucolytic), menghentikan batuk (antitusiv), antiseptik karena glikosid aukubin, aphrodisiak memperbaiki penglihatan pada penderita kencing manis, hepatoprotektor, menormalkan aktivitas hati. Mempunyai Rasa manis dan sifat dingin.

Resep tradisional:

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

  1. Gangguan saluran air kemih. 6 ons herba segar, digodok 3 liter jadi 1,5 liter,dibagi 3 kali minum, atau herba segar ditumbuk, diperas jadi 1/2 mangkuk. Tambah madu 1 sendok, minum, tambah keji beling (Desmodiumgangeticum), direbus, airnya sebagai obat batu ginjal atau kandung kemih. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
  2. Air kemih berdarah. Minum semangkok air tumbukanherba segar sebelum makan. (Saran 3 x 2 kapsul/hari)
  3. Keputihan. Akar 10 g. dilumatkan,ditambah air cucian beras saring, minum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
  4. Disentri panas. Semangkok air tumbukan herba segar + madu 2 sendok, di tim sebentar, minum hangat. Atau Biji digiling halus, larutkan dalam anggur, sebagai tonikum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
  5. Disentribasiler. Minum 60 – 120 ml/hari godokan daun sendok, selama 10 hari. (Saran 3 x 2 kapsul/hari)
  6. Diare. Daun segar 30 gram digodok,minum sehari 2 kali. (Saran 3 x 2 kapsul per hari, minum banyak air)
  7. Gangguan pencernakan anak-anak. Biji disangrai dan dibuat bubuk untuk dimakan. Umur4-12 bulan; @ 0,5 gram; 1-2 tahun; @1gram,3-4 kali/hari. (Saran 3x 1 kapsul per hari, minum banyak air)
  8. Mimisan. Daun segar dilumatkan, seduh dengan air panas, minum setelah dingin.
  9. Batuk sesak, batuk darah. Herbasegar 60 g. + sedikit air, 15 g. madu atau 30 g. gula batu, di tim. Minum hangat-hangat. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
  10. Radang saluran napas (bronchitis). Herba segar 30 g.digodok, minum, 1-2 minggu. (Saran 3 x 2 kapsul/hari)
  11. Kencing manis, kencing batu. Daun 0,5 genggam, digodok, air 3 gelas jadi 2 1/4gelas. Disaring, minum denganmadu. Sehari 3 kali 3/4 gelas minum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
  12. Sakit kuning (Acute icteric hepatitis). Daun 60 g digodok,minum. Nafsu makan timbul dalam 5 s/d 7hari, warna kuning (jaundice) menghilang dalam 14 hari. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
  13. Luka berdarah, gigitan serangga, gigitan ular. Lukadikompres dengan air perasan daun sendok.
  14. Bisul. Turapkan segenggam daun yang dilumatkan dan diremas dengan sirih.
  15. Obat kuat laki-laki. 3 sendok teh biji daun sendok digiling, + 3 sendok madu, minum. (Saran3 x 2 kaps/hr)
  16. Radang selaput mata. Tanaman segar direbus 15 menit, airnya diteteskan pada radang selaput mata.
  17. Nyeri urat/otot. Daun lima lembar dilumatkan, gosokkan. Atau akarnya dimasak dengan minyak kelapa dihasilkan minyak untuk mengobati salah urat.
  18. Kudis. Daun sendok segar 5 lbr, daun sambiloto 7 lbr, digodok, air 2 gelas jadi 1 gelas, saring, minum.
  19. Batu empedu. Tanaman daun sendok ( + akar) ditambah keji beling lima kali lipat, direbus, minum.
  20. Bisul:Seluruh tanaman daun sendok 3 tanaman; air 2 gelas, Campuran direbus sampai diperoleh 1 gelas; disaring, Diminum sehari 1 kali 1 gelas.
  21.  Kudis:Daun sendok segar 7 lembar; Daun sambiloto segar 7 lembar; air 2 gelas, Campuran direbus hingga diperoleh 1 gelas; disaring, Diminum sehari 2 kali; 1 gelas.
  22. Batu ginjal:Herba daun sendok segar 7 g; Akar alang-alang 7 g; Daun keji beling segar 2 g; Herba kumis kucing segar 6 g; Herba meniran segar 2 g; Air 130 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml; apabila dibuat pipisan; diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 14 hari.
  23. Hepatitis dan Radang usus:Herba daun sendok segar 1 genggam; Rimpang temu lawak segar 7 keping; Air secukupnya, Rimpang temu lawak segar disangrai; kemudian dipipis bersama herba daun sendok, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 7 hari sampai 14 hari.
  24.  Rematik:Herba daun sendok segar secukupnya; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian yang sakit; diperbaharui setiap 3 jam sekali.
  25.  Wasir:Herba daun sendok segar 1 genggam; Daun wungu segar 7 helai; Air 100 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 14 hari

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal SIRIH Berserta Penyakitnya


Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain[1]. Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dimakan dengan cara mengunyah bersama gambir, pinang dan kapur. Namun mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat malignan.

Sirih digunakan sebagai tanaman obat (fitofarmaka); sangat berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat rumpun Melayu

Nama latin: Piperbetie L.

Nama daerah: Sirih; Suruh

Deskripsi tanaman: Perdu, merambat, batang berkayu, berbuku-buku, bersalur, berwarna hijau keabu-abuan. Daun tunggal, bulat panjang, berwarna kuning kehijauan sampai hijau tua, yang sudah bisa dipetik biasanya sudah selebar 10 cm, panjang 15 cm. Buah buni, bulat, berwarna hijau keabu-abuan.

Habitat: Tanaman ini dapat tumbuh di daerah yang lembab.Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang.

Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 - 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 - 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Eugenol; Metil eugenol; Karvakral; Kavikal; Alil katekal; Kalribetol; Sineol; Estragol; Karoten; Tiamin; Riboflavin; Asam nikotinat; Vitamin C; Tanin; Gula; Pati; Asam amino

Khasiat: Astringen; Ekspektoran; Sialagoga; Hemostatik; Antiseptik

Nama simplesia: Piperis Folium


Resep tradisional:

Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan. Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam lubang hidung. Selain itu, kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap[2].

Kegunaan

   1. Batuk
   2. Sariawan
   3. Bronchitis
   4. Jerawat
   5. Keputihan
   6. Sakit gigi karena berlubang (daunnya)
   7. Demam berdarah
   8. Bau mulut
   9. Haid tidak teratur
  10. Asma
  11. Radang tenggorokan (daun dan minyaknya)
  12. Gusi bengkak (getahnya)
  13. Membersihkan Mata

Pemakaian luar

   1. Eksim
   2. Luka bakar
   3. Koreng (pyodermi)
   4. Kurap kaki
   5. Bisul
   6. Mimisan
   7. Sakit mata
   8. Perdarahan gusi
   9. Mengurangi produksi ASI yang berlebihan
  10. Menghilangkan gatal

Kaki bengkak:
Daun sirih 2 helai; Cabai jawa 3 buah; Lempuyang emprit 1 rimpang; Beras sedikit; Air sedikit; Arak secukupnya, Ramuan dihaluskan dengan bantuan sedikit air; kemudian ditambah arak secukupnya, Digosokkan pada kaki yang bengkak sebelum tidur.

Keputihan:
Daun sirih 2 helai; Daun Jambu biji 5 helai; Air 210 ml, Dibuat infus, Dicebokkan 2 kali sehari.

Malaria:
Daun sirih segar 20 helai; Daun sembung 20 helai; Daun asam 1 genggam; Daun beluntas 20 helai; Kulit kayu pulai 3 jari tangan; Air 2 panci, Dididihkan, Uapnya digunakan untuk mandi ukub(mandi uap).

Napas/mulut bau:
Daun sirih 3 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 50 ml.

Nyeri sendi:
Buah sirih 5 butir; Lempuyang emprit 1 rimpang; Ragi secukupnya, Dihaluskan ditambahan arak, Digosokkan pada tempat yang nyeri.

Pendarahan hidung(mimisan):
Daun sirih, Diremas dan digulung, Dimasukkan ke dalam hidung.

Radang mulut:
Daun sirih 2 helai; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 100 ml.

Suara parau dan Batuk:
Daun sirih 2 g; Buah kapulaga 1 g; air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml

Saturday, March 5, 2011

Terapi Herbal Meski Alami, Waspadai Efek Samping dan Aturannya

Penyimpangan terhadap salah satu aspek kemungkinan dapat menyebabkan ramuan OT tersebut yang asalnya aman menjadi tidak aman atau efek samping bagi kesehatan. Pada hal jika diperhatikan, seiring perkembangan jaman banyak sekali hal-hal tradisional yang telah bergeser mengalami penyempurnaan agar lebih mudah dikerjakan ulang oleh siapapun.

Misalnya tentang peralatan untuk merebus jamu, dulu masih menggunakan kwali dari tanah liat sekarang sudah beralih ke panci dari aluminium, untuk menumbuk sudah menggunakan alat-alat dari logam dan tidak lagi menggunakan alu dari kayu atau batu, dan lain sebagainya.

Disamping itu perlu disadari pula bahwa memang ada bahan ramuan OT yang baru diketahui berbahaya, setelah melewati beragam penelitian, demikian juga adanya ramuan bahan-bahan yang bersifat keras dan jarang digunakan selain untuk penyakit-penyakit tertentu dengan cara-cara tertentu pula. Secara toksikologi bahan yang berbahaya adalah suatu bahan (baik alami atau sintesis, organik maupun anorganik) yang karena komposisinya dalam keadaan, jumlah, dosis dan bentuk tertentu dapat mempengaruhi fungsi organ tubuh manusia atau hewan sedemikian sehingga mengganggu kesehatan baik sementara, tetap atau sampai menyebabkan kematian.

Suatu bahan yang dalam dosis kecil saja sudah menimbulkan gangguan, akan lebih berbahaya daripada bahan yang baru dapat mengganggu kesehatan dalam dosis besar. Akan tetapi bahan yang aman pada dosis kecil kemungkinan dapat berbahaya atau toksis jika digunakan dalam dosis besar dan atau waktu lama, demikian juga bila tidak tepat cara dan waktu penggunaannya. Jadi tidak benar, bila dikatakan OT/TO itu tidak memiliki efek samping, sekecil apapun efek samping tersebut tetap ada; namun hal itu bisa diminimalkan jika diperoleh informasi yang cukup.

Ada beberapa contoh, antara lain merica (Piperis sp.) pada satu sisi baik untuk diabetes, tetapi merica juga berefek menaikkan tekanan darah; sehingga bagi penderita diabet sekaligus hipertensi dianjurkan tidak memasukkan merica dalam ramuan jamu/OT yang dikonsumsi.

Kencur (Kaempferia galanga) memang bermanfaat menekan batuk, tetapi juga berdampak meningkatkan tekanan darah; sehingga bagi penderita hipertensi sebaik-nya tidak dianjurkan minum beras-kencur. Demikian juga dengan brotowali (Tinospora sp.) yang dinyatakan memiliki efek samping dapat mengganggu kehamilan dan menghambat pertumbuhan plasenta.

Walaupun demikian efek samping TO/OT tentu tidak bisa disamakan dengan efek samping obat modern.

Pada TO terdapat suatu mekanisme yang disebut-sebut sebagai penangkal atau dapat menetralkan efek samping tersebut, yang dikenal dengan SEES (Side Effect Eleminating Subtanted).

Sebagai contoh di dalam kunyit terdapat senyawa yang merugikan tubuh, tetapi di dalam kunyit itu juga ada zat anti untuk menekan dampak negativ tersebut.

Pada perasan air tebu terdapat senyawa Saccharant yang ternyata berfungsi sebagai antidiabetes, maka untuk penderita diabet (kencing manis) bisa mengkonsumsi air perasan tebu, tetapi dilarang minum gula walaupun gula merupakan hasil pemurnian dari tebu.

ada wawasan yang perlu kita perhatikan agar hati-hati dalam menggunakan resep herbal.mari kita perhatikan artikel saya dibawah ini :

Beberapa tahun belakangan ini terapi herbal menjadi alternatif penyembuhan penyakit. Kendati berbahan alami, terapi herbal bukan tanpa efek samping loh.

    Karena ada pengalaman seorang pria penderita diabetes mendadak mengalami impotensi setelah rutin mengkonsumsi buah pare untuk menurunkan gula darahnya. Usut punya usut, ternyata hal itu disebabkan buah pare yang dikonsumsi adalah mentah dan overdosis!

    Endah Lasmadiwati, seorang praktisi herbal di Jakarta, belum lama ini menuturkan kasus "kecelakaan" lain setelah mengkonsumsi buah mahkota dewa dan temu putih yang dijadikan andalan untuk penumpas sel kanker. Selain sakit tenggorokan mendadak, pasien yang bersangkutan justru mengalami perdarahan.

    "Biji mahkota dewa memang tidak boleh dikonsumsi, karena sangat beracun. Selain itu buah mahkota dewa juga temu putih jangan diminum selagi haid, akan memperhebat perdarahan. Khasiatnya memang menumpas sel kanker sekaligus menggerus dinding rahim. Harus hati-hati, ada aturannya, terutama soal dosis," kata pemilik Kebun Tanaman Obat Taman Sringganis, di kota hujan Bogor itu.

    Kasus bengkak wajah setelah minum ramuan jamu, banyak ditulis oleh media massa. Ini disebabkan oleh kenakalan para produsen dengan menambah bahan-bahan kimia aktif. Bengkak mata karena salah kompres dengan teh celup chamomille yang mestinya teh biasa, adalah contoh kurang pengetahuan para pengguna herbal di sini.

    Ginko, herbal yang makin laris untuk memompa daya ingat itu juga tidak aman 100 persen. Terapi herbal itu hanya akan efektif jika penurunan daya ingat disebabkan oleh karena melemahnya aliran darah ke otak. "Kondisi seperti ini bisa diperbaiki dengan konsumsi ginko. Bagaimana jika melemahnya daya ingat disebabkan oleh faktor lain, misalnya ketidakseimbangan hormonal," kata Endah mempertanyakan.

    Hal senada dikemukakan dokter yang juga herbalis dari Jakarta, Anton Budiono. Katanya, herbal memang potensial sebagai obat, karena warisan alam ini akan menjadi pilar terapi masa depan. Namun sayang, kekayaan herbal Indonesia belum semuanya teruji kelayakannya sebagai bahan terapi. Juga, karena herbal belum pernah secara khusus dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan dokter di sini, sehingga masih sulit untuk menstandarisasikannya.

    "Dengan demikian siapa akan menjamin mutunya," katanya.

    Untuk bisa dipakai sebagai bahan terapi, tanaman obat harus lulus melewati penelitian fisk, kimiawi, farmakologis, biologis, uji toksisitas (racun). Hingga kini para dokter masih enggan meresepkan tanaman obat karena masih kurang jelasnya informasi tentang khasiat, cara penggunaan dan efek sampingan bahan tanaman obat. Pekerjaan tersebut di Indonesia saat ini tidak mudah dilakukan mengingat memerlukan biaya riset yang tidak sedikit.

    Sebagai gambaran, ia memaparkan hasil penelitian tanaman obat di Amerika Serikat. Tahapan penelitian untuk menentukan zat aktif satu tanaman saja memerlukan biaya 15-20 juta dollar, dan memerlukan waktu penelitian 12 tahun! Nah, mampukah Indonesia?

    Indonesia sangat tertinggal dalam hal penelitian ilmiah berkaitan dengan obat tradisional, bahkan dibanding negara-negara di Asia lain seperti India, Korea, Jepang. Jadi pemakaian obat tradisional saat ini masih bersifat empiris artinya berdasar dosis dan efek yang didapat dari pengalaman yang sangat bervariasi buat masing-masing orang atau dari daerah ke daerah.

    Meski demikian herbal tidak sepenuhnya aman, karena tanaman obat pun mengandung racun, dan penggunaannya memerlukan berbagai kondisi yang berbeda. Misalnya Echinacea (yang biasa digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh melawan flu) sebaiknya tidak dikonsumsi mereka yang mempunyai gangguan otoimun, karena akan mempergiat sistem imun yang sudah terlalu aktif.

    "Epedhra dan licorise akan membuat pasien darah tinggi semakin parah. Begitu juga ginko dan jahe, dosis konsumsinya harus diperhatikan terutama bagi pasien-pasien yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah," katanya.

    Ditanyakan lebih bagus mana, herbal segar atau yang sudah dikeringkan? Menurut Anton Budiono, efek herbal segar dan kering sama saja, hanya soal dosis saja, karena yang telah dikeringkan atau diekstrak lebih pekat konsentrasinya. Pengeringan sangat bermanfaat, karena ada herbal tertentu yang tumbuh hanya pada musim tertentu.

    "Untuk kasus akut seperti flu, sebaiknya herbal dikonsumsi dalam bentuk seduhan. Sedangkan kasus kronis, herbal dalam bentuk pil, tablet maupun kapsul. Sirup lebih mudah diberikan kepada anak-anak," katanya.

    Ditambahkan, tinctur bisa diberikan jika pasien bisa menerima alkohol (ada pasien yang menolak alkohol). Dalam pengobatan Cina tradisional arak atau alkohol bersifat menghangatkan dan melancarkan sirkulasi darah sehingga bisa memperkuat efek pengobatan. Lebih-lebih pada kasus penyakit 'yin/dingin' dan gangguan sirkulasi darah.

    Disinggung soal cara menyimpan herbal yang aman, Anton mengatakan, untuk herbal segar dapat disimpan dengan cara membungkusnya rapat dalam tempat yang tertutup rapat lalu dimasukkan lemari es, bisa tahan sampai seminggu.

    Sedangkan herbal kering bisa tahan lebih lama, tetapi efek panas, cahaya, oksigen (udara) tetap berpengaruh. Herbal aromatik seperti chamomile, peppermint dengan bahan aktif yang terikat minyak esensial mudah menguap saat bereaksi dengan oksigen dan panas.

    "Sebaiknya di tempatkan dalam wadah kaca yang tertutup rapat, simpan dalam gelap, kering dan dingin, jauhkan dari panas matahari. Jika penyimpanananya benar, herbal kering (bunga dan daun) bisa tahan sampai setahun, sedang kulit kayu dan akar kering bisa sampai 2 tahun," katanya.

    Liquid extract paling stabil, namun masih juga rusak oleh panas, cahaya dan udara (oksigennya). Jika disimpan dalam wadah yang tertutup selalu rapat, kekuatan liquid bisa bertahan hingga 3 tahun atau lebih.

    Kapsul dan tablet sangat tidak stabil karen selama proses dihancurkan menyebabkan penguraian. Simpan dalam kering, dingin, gelap, jangan lebih dari 3 bulan. Dalam bentuk minyak, sangat peka terhadap panas. Paling baik, dalam lemari es, bisa tahan 6 bulan.

    Seberapa cepat herbal bereaksi ? Menurut Anton, tergantung herbal dan kondisi kesehatan kita/kondisi penyakitnya. Misalnya untuk keadaan akut, (kembung dan mual) dengan minum teh jahe, hasilnya akan terlihat 30 menit hingga sejam. Lain lagi untuk keadaan pengobatan jangka panjang, misal (gangguan keseimbangan hormonal) semacam menopause (dengan mengkonsumsi black cochos) bisa tampak Ihasilnya sekitar 3 bulan.

    "Herbal bekerja dengan cara memberi energi pada organ tubuh, kelenjar, dan menyeimbangkan kondisi tubuh. Ini tentu memerlukan waktu untuk melihat hasilnya," tuturnya.

    Apakah sebaiknya dalam keadaan perut kosong? Tidak ada aturan umum, tetapi biasanya herbal yang bersifat tonik (umumnya berasa manis dan tidak merangsang lambung) diminum sebelum makan agar penyerapannya maksimal, apalagi jika herbal tersebut mahal harganya (misal ginseng).

    Berapa lama herbal boleh diminum ?

    Efektifitas herbal ternyata ada jangka waktunya, bergantung pada kondisi penyakit dan sifat herbal. Kondisi penyakit: jika kasusnya akut seperti diare, flu, maka herbal bisa diminum setiap 3-4 jam sekali dan dihentikan setelah kondisi membaik. Sedangkan pada kasus penyakit kronis, misal jerawat, rematik, hipertensi, kolesterol, biasanya herbal harus diminum dalam waktu yang lebih lama.

    Ditambahkan, waspadai jika belum lebih dari satu jam mengkonsumsi herbal, muncul gejala mual, diare, pusing, berkeringat deras. Hentikan mengkonsumsi herbal dan segera konsultasikan kepada ahli herbal atau dokter. "Mungkin Anda perlu mengingat-ingat, selain herbal yang baru Anda minum, Anda juga sedang mengkonsumsi obat apa saja," katanya menandasakan

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal Daun Wungu Berserta Penyakitnya

DAUN WUNGU

Deskripsi

Daun ungu adalah termasuk tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat terutama dalan bidang kesehatan. Kapsul herbal ini, terbuat dari daun Ungu 100%, berguna untuk mengatasi penyakit wasir dan mengobati sembelit

Tanaman daun ungu mengandung kandungan kimia antara lain. Alkaloid non toksik, flavonoid, glikosid, steroid, saponin, tanin, calsium oksalat, asam format dan lemak. Dengan berbagai kandungan kimiawinya daun ungu mempunyai sifat sebagai antiinflamasi, peluruh air seni, mempercepat pemasakan bisul, pencahar ringan, pelembut kulit kaki, melunakkan feaces, dan mengempiskan wasir.

Tumbuhan perdu, tinggi lebih kurang 8 meter. Daun berbentuk lonjong, berhadapan, berlendir. Bunga berbentuk bintang, keluar dari pucuk daun, kelopak bunga besar dan berbentuk daun, warna putih.

W arna daun ungu langsung tertuju pada wasir atau ambeien. Famili Acanthaceae itu memang mujarab mengobati penyakit akibat membengkaknya bibir anus itu. Daun ungu juga berkhasiat antiinflamasi, antiplak gigi, dan mencegah sakit ketika menopause. Wasir atau hemorrhoid merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya pembengkakan atau pembesaran pembuluh vena di bagian terbawah poros usus, baik di sisi dalam maupun di sisi luar anus.



Pola defekasi yang tidak teratur pun serta jarangnya olahraga menjadi faktor pememicu timbulnya wasir. Khasiat daun ungu sebagai anti-hemorrhoid sen diri dibuktikan oleh Prof dr H Sardjono Oerip Santoso dari Farmakologi FKUI.

Sebanyak 9-10 gram daun ungu segar kemudian direbus dalam 2 gelas air (600 cc) sampai menjadi 1 gelas rebusan dan diminum tiap hari 1 kali. Lima hari kemudian, efek yang ditimbulkan oleh gejala hemorroid seperti nyeri, pendarahan, dan panas hilang tak berbekas. Dr JM Sugiarto memberikan bukti, Konsumsi 1 gelas rebusan daun ungu selama dua bulan berturut-turut ternyata bisa membebaskan penderita dari gangguan wasir.

Berkat daun ungu, pengidap ambeien tak perlu lagi mengkonsumsi obat-obatan jenis phlebodinamic seperti radium dan daflon. Obat itu lazim diresepkan dokter untuk melancarkan sirkulasi darah di daerah anus serta menghilangkan bengkak, tonjolan, dan pendarahan.

Analgesik. Sebagai analgesik pun khasiat daun ungu teruji sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan Dr drg Nur Permatasi MS, dr Umi Kalsum MKes, dan dr Nurdiana MKes dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.

Mereka menyatakan bahwa kandungan alkaloid dalam daun ungu mempunyai kemampuan sebagai antiinflamasi dan juga sebagai analgesik pada hewan percobaan. Efek analgesik tersebut ditunjukkan dengan terjadinya penurunan nilai ambang nyeri setelah pemberian ekstrak alkaloid pada dosis 1,5, 3, dan 6 mg/kg.

Menurut trio peneliti tersebut kemampuan efek analgesik dan antiinfl amasi fraksi alkaloid dari ekstrak etanol daun ungu ampuh menurunkan nilai ambang nyeri pada dosis 3 mg/kg bobot tubuh.

Itu setara dengan pemberian aspirin dengan dosis 125 mg/kg bobot tubuh. Hal ini berkat kemampuan alkaloid daun wungu dalam menghambat pembentukan prostaglandin. Penelitian yang dilakukan oleh drg Endang Wahyuningtyas MS SpPros dari Jurusan Ilmu Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi UGM, menyimpulkan daun ungu bermanfaat untuk sanitasi gigi palsu. Penelitian yang menggunakan 40 sampel gigi tiruan arkrilik dibagi dalam 4 kelompok.

Masing-masing kelompok diberikan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40% daun ungu dan direndam selama 15 menit. Setelah dipakai oleh pasien selama 4 jam, gigi palsu itu kemudian dibilas dan diperiksa. Hasilnya, daun ungu ampuh mencegah pertumbuhan bakteri mutan streptococcus, cendawan, dan mencegah pertumbuhan plak.

Penelitian tersebut merekomendasikan bahwa pencegahan terbaik untuk menghambat plak, bakteri, dan cendawan terjadi pada konsentrasi kandungan daun ungu sebanyak 40%. Daun ungu ternyata mengandung berjuta manfaat.

Dari beberapa ulasan dapat saya simpulkan sebagai berikut:

Nama latin: Graptophyllum pictum (L.)Griff.

Nama daerah: Daun putri; Demung; Tulak; Puding; Daun ungu

Habitat: Tumbuh di dataran rendah sampai 1250 m dpl, sebagai tanaman hias atau tanaman pagar.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Lendir; Alkaloid; Steroida; Tanin

Khasiat: Diuretik; Laksatif

Nama simplesia: Graptophylli Folium

Resep tradisional:

Demam:
Daun wungu segar 7 helai; Rimpang temu lawak 5 keping; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 7 hari.

Wasir:
Daun wungu segar 7 helai; Daun duduk 7 helai; Menyan madu 1/2 sendok teh; Norit 1/2 tablet; Air secukupnya, Dipipis, Diminum sehari 1 kali tiap kali 1/4 cangkir; diulang selama 14 hari.Ada dua tipe wasir yang lazim dikenal, wasir dalam (internal hemorrhoid) dan wasir luar (external hemorrhoid). Wasir bisa disebabkan karena kurang mengkonsumsi serat. Ini mengakibatkan susah buang air besar (konstipasi), hingga penderita kerap mengejan

Bisul:
Daun wungu beberapa helai; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada bisul atau bagian kulit yang bengkak.Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan seperti bisul berwarna merah kebiru-biruan atau kehitaman.

Friday, March 4, 2011

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal DELIMA PUTIH Berserta Penyakitnya

DELIMA PUTIH

Nama latin: Punica granatum L.

Nama daerah: Dalima; Glima; Dalimo; Gangsalan; Talima; Dilimene

Deskripsi tanaman: Tanaman perdu, tinggi 2-5 meter. Batang berkayu, bulat, bercabang, berduri, batang muda berwarna cokelat setelah tua berwarna hijau kotor. Daun tunggal, bentuk lanset, panjang 1-8 cm, lebar 5-15 mm, bertulang menyirip, warna hijau. Bunga tunggal di ujung cabang, mahkota membulat berwarna merah atau kuning. Buah buni, bulat, diameter 5-12 cm, warna hijau kekuningan.

Habitat: Tanaman ini banyak tumbuh liar dihutan-hutan atau di tanam dikebun sebagai tanaman hias/buah-buahan.

Bagian tanaman yang digunakan: Kulit kayu ; Kulit buah ; Akar

Kandungan kimia: Alkaloid tropan; Tanin; Gula; Triterpenoid; Glukosida; Estron; Lendir


Khasiat: Antelmintik; Astringen

Nama simplesia: Granati Cortex, Granati fructus Cortex, Granati Radix
Resep tradisional:

Disentri:
Daun delima putih segar 5 g; Rimpang temu giring 2 g; Daun jambu biji segar 6 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 7 hari.
Keputihan:
Kulit buah delima segar 5 g; Daun beluntas segar 6 g; Herba tapak liman 5 g; Majakan 1 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 7 hari
.
Obat cacing:
Akar delima putih 1 jari; Rimpang temu giring segar 1 jari; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 4 hari.


 SECARA  DETAIL  TENTANG  BUAH  DELIMA;

Buah delima merupakan salah satu buah yang indah ketika dipandang.  Warna kulitnya yang halus, mengkilat serta warna daging  buah yang memikat menjadikan buah ini memiliki daya tarik tersendiri bagi penggemarnya.

Buah yang memiliki nama latin Punica granatum ini  tersebar di daerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 m dpl. Tidak jarang tanaman delima ini digunakan sebagai penghias rumah yang diletakkan di halaman atau taman yang berada disekitar tempat tinggal serta dikebun-kebun tanaman obat.

Ciri khas dari buah delima adalah Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjang yang bersegi-segi agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu, atau putih.  Ada tiga macam delima yang dikenal, yaitu delima putih, delima merah, dan delima ungu.  Namun yang paling dikenal sebagai pangan dan obat adalah delima merah. Apabila dimakan, buah delima ada yang terasa manis dan ada juga yang asam. Hal ini tergantung dari jenis buah itu sendiri. Delima yang rasanya manis itu bersifat panas dan basah.

Buah yang seperti ini sangat bagus untuk kesehatan perut, memperkuat perut dengan fungsinya sebagai penyeimbang yang lunak dan halus. Selain itu, buah delima juga bermanfaat untuk kesehatan tenggorokan, dada serta paru-paru sehingga bisa digunakan sebagai penyembuh penyakit batuk. Selain itu karena kelembutan, kehalusannya serta kandungan air didalamnya membuta buah ini cepat larut dan melancrakan sirkulasi pencernaan perut. Delima juga bisa membangkitka gairah seksual. Akan tetapi buah ini tidak disarankan bagi penderita demam.

Untuk buah delima yang rasanya masam, bersifat dingin dan kering cocok sebagai penyeimbang perut  yang halus.

Manfaat lain dari delima yang masam yaitu bisa digunaka sebagai penyembuh penyakit radang perut, melancarkan air seni., meredakan penyakit kuning, menghentikan diare dan muntah-muntah, mual, mulas, melunakan tinja, menurunkan panas pada organ hati, menguatkan organ-organ tubuh khususnya organ dalam perut, mencegah ganguan empedu, rasa sakitpada lever serta mulut lambung serta apabila air buah delima ditambahkan madu bisa digunakan untuk menghalau tumor pada selaput lendir.

Tidak hanya daging buahnya yang memiliki segudang khasiat. Bagian tumbuhan yang lain juga tidak kalah menakjubkan manfaatnya. Kulit buah  juga bisa digunakan untuk pengobatan sakit perut karena cacingan, buang air besar mengandung darah dan lendir (disentri), diare kronis, perdarahan seperti wasir berdarah, muntah darah, batuk darah, perdarahan rahim, perdarahan rektum, prolaps rektum, radang tenggorok, radang telinga, keputihan (leukorea) dan nyeri lambung.

Berdasarkan penelitian, kulit akarnya yang banyak menyimpan senyawa-senyawa alkaloid, antara lain pelletierin. alkaloid pelletierine ini sangat toksik dan menyebabkan kelumpuhan cacing pita, cacing gelang dan cacing kremi.

Selain alkaloid, dalam kulit akar, kulit batang dan buah, terkandung zat penyamak. Zat ini berkhasiat untuk mengecilkan pori-pori, antiseptik dan hemostatik yang baik untuk keputihan. Sementara air rebusan bunganya bisa dijadikan alternatif pereda sakit gigi.

Dalam beberapa penelitian ilmiah disebutkan bahwa dalam setiap 100 gr buah delima mengandung protein (0,5 gr), Lemak (0,3 gr), karbiohidrat (16,4 gr), Vit B1, B2, serta Vit C. selain itu terdapat kalsium, fosfor dan zat besi.

Prosentase zat besi, vitamin B dan C di dalamnya pun cukup tinggi. Biji delima, prosentase kandungan gizinya. Cenderung lebir tinggi, zat protein bisa mencapai 9 % dan zat lemak hingga 7%. Buah delima juga mengandung asam organic yang tinggi dengan prosetase yang relative besar.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Clinical Nutrition, buah delima yang kaya antioksidan ini bisa mencegah oksidasi LDL (Low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat dalam tubuh. Bahkan kandungan antioksidan dalam buah delima jumlahnya tiga kali lebih banyak daripada wine atau teh hijau.

Untuk penyajiannya buah delima dapat dimakan dalam keadaan segar, sebagai campuran rujak buah, salad buah, jus atau sari buah. Membuat jus delima sangat mudah. Tinggal belah dan ambil bagian biji yang dibungkus daging berselaput.

Masukkan daging buah dan biji ini ke dalam juicer atau alat pembuat jus. Setelah itu saring dan jus delima segar siap diminum. Satu buah delima ukuran sedang bisa menghasilkan setengah gelas jus. Untuk membuat jus delima sebaiknya diminum dengan bijinya karena di dalam biji banyak terkandung senyawa polifenol.

Peneliti dari Vanderbilt University Medical Center menemukan bahwa orang yang meminum jus 3 kali atau lebih dalam seminggu, dapat menurunkan resiko terkena alzheimer hingga 76% dibandingkan orang yang tidak minum jus sama sekali.

Apabila anda ingin menyimpan jus untuk pemakaian jangka panjang, bisa disimpan dengan proses tertentu. Caranya, jus dibeklukan dan disimpan dalam wadah kedap udara. Jus bisa disimpan di lemari pendingin dan bisa bertahan sampai beberapa minggu.

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal DUWET Berserta Penyakitnya


DUWET

Tanaman duwet  dapat tumbuh sangat besar,dapat dimanfaatkan :Kulit ,bunga dan bijinya.Kalau buahnya yang sudah masak dapat dimakan rasanya agak sepet,keset.berwarna ungu kecoklatan.

Sedangkan bijinya dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal menyembuhkan sakit gula / Diabites.Juga dapat dimanfaatkan untuk menghetikan kebiasaan anak kecil yang masih ngompol pada usia pra sekolah.

Famili :    Euphorbiaceae

Daerah : Sunda : Jamblang.  Dalas, dhuwak. Bali : juwet.

Asing : 

Sifat Kimiawi :  kaya kandung an kimia, yang sudah di keta-hui antara lain è Buah : zat penyamak tanin, minyak terbang, damar, asam gallus dan glicosida. Biji : tanin, asam galat, glukosida phytomelin, alfa‑phytostcrol yang bersifat anticholesteremik. Kulit : Zat samak

Efek Farmakologis : 
 
Tanaman ini memiliki sifat Rasa manis, Netral,   astringent antimalline,   anticholesteremik, anti ‑ diabeticum.

Bagian tanaman yang digunakan : Bunga, biji dan kulit.


Pada bunganya yang mengandung banyak nektar, kumbang membuat madu dengan kualitas yang baik


  • Daunnya dapat digunakan sebagai pakan
  • Kulit kayunya dapat digunakan sebagai obat kumur dan juga pewarna alami
  • Tepung bijinya bermanfaat untuk mengobati disentri,diabetes, diare, nyeri ginjal, dan dapat mencegah kelebihan kolesterol
  • Buahnya yang berwarna ungu memiliki antioksidan tinggi yang dapat mencegah dan memerangi penyakit degeneratif seperti kanker dan coronary

Cara budidaya :   Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dengan cara penyiraman yang cukup, menjaga kelembaban dan pe-mupukan terutama pupuk dasar.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.

  1. NGOMPOL : 7 butir biji juwet di giling sampai halus, lalu di rebus dengan 2 cangkir air bersama gula jawa. Sampai airnva tinggal separonya.  Minum  setiap  hari   1 cangkir  sekitar  jam  5 sore sampai sembuh.
  2. MENCRET karena masuk angin, Udara dingin dll : Kulit dahan sekitar 1 jari kering, direbus dengan 2 gelas air mendidih jadi 1 gelas. Saring,  minum.
  3. DIABETES (KENCING MANIS) : Biji 15 butir ditumbuk halus, bus dengan 2 gelas air sampai jadi satu gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan minum untuk satu hari. Ulangi setiap hari sampai badan tcrasa segar dan tidak lesu lagi. Atau è Kulit pohon duwet 250 gr (basah), di potong ‑ potong, rebus dengan 3 gelas air samapai jadi 2 gelas.disaring, minum sedikit‑sedikit sampai habis dalam satu hari.

Thursday, March 3, 2011

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal CABAI JAWA Berserta Penyakitnya

CABAI JAWA

Uraian :
Cabe jawa merupakan tumbuhan asli Indonesia, ditanam di pekarangan, ladang, atau tumbuh liar di tempat-tempat yang tanahnya dak lembap dan berpasir seperti di dekat pantai atau di hutan sampai ketinggian 600 m dpl. Tumbuhan menahun, batang percabangan liar, tumbuh memanjat; rnelilit, atau melata dengan akar lekatnya, panjangnya dapat mencapai 10 m. Percabangan dimulai dari pangkalnya yang keras dan menyerupai kayu.

Daun tunggal, bertangkai, bentuknya bulat telur sampai lonjong, pangkal membulat, ujung runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas licin, permukaan bawah berbintik-bintik, panjang 8,5 – 30 cm, lebar 3 – 13 cm, hijau. Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bulir yang tumbuh tegak atau sedikit merunduk, bulir jantan lebih panjang dari bulir betina.

Buah majemuk berupa bulir, bentuk bulat panjang sampai silindris, bagian ujung agak mengecil, permukaan tidak rata, bertonjolan teratur, panjang 2 – 7 cm, garis tengah 4 – 8 mm, bertangkai panjang, masih muda berwarna hijau, keras dan pedas, kemudian warna berturut-turut menjadi kuning gading dan akhirnya menjadi merah, lunak dan manis. Biji bulat pipih, keras, cokelat kehitaman. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.

Nama Lokal :
Cabean, cabe alas, cabe areuy, cabe jawa, c. sula (Jawa),; Cabhi jhamo, cabe ongghu, cabe solah (Madura).; Lada panjang, cabai jawa, cabai panjang (Sumatera).; Cabia (Makasar). Long pepper (Inggris);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kejang perut, muntah, perut kembung, mulas, disentri, diare, ; Sukar buang air besar, sakit kepala, sakit gigi, batuk, demam,; Hidung berlendir, lemah syahwat, sukar melahirkan, neurastenia,; Tekanan darah rendah, pencernaan terganggu, rematik goat, ; tidak hamil:rahim dingin, membersihkan rahim, badan lemah, ; Stroke, nyeri pinggang, kejang perut.;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Buah yang sudah tua tetapi belum masak, akar, dan daun, dikeringkan.

lNDIKASI :
Buah cabe jawa dapat digunakan untuk mengatasi:
- kejang perut, muntah-muntah, perut kembung, mulas,
- disentri, diare,
- sukar buang air besar pada penderita penyakit hati,
- sakit kepala, sakit gigi,
- batuk, demam,
- hidung berlendir,
- lemah syahwat,
- sukar melahirkan,
- neurastenia, dan
- tekanan darah rendah.

Bagian akar dapat digunakan untuk:
- kembung, pencernaan terganggu,
- tidak dapat hamil karena rahim dingin,
- membersihkan rahim setelah melahirkan,
- badan terasa lemah,
- stroke,
- rematik, gout, dan nyeri pinggang.

Daun dapat digunakan untuk mengatasi:
- kejang perut dan
- sakit gigi.

CARA PEMAKAIAN :
Buah sebanyak 2,5 – 5 g dijadikan pil atau direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, buah dijemur kering lalu digiling menjadi bubuk. Bubuk ini dihirupkan melalui hidung atau dimasukkan ke gigi yang berlubang (karies dentis). Juga digunakan untuk rematik dan parem setelah melahirkan.
Akar sebanyak 2,5 g direbus, atau dijadikan pil, bubuk. Pemakaian luar untuk obat luka dan sakit gigi. Daun untuk obat kumur pada radang mulut.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Neurastenia :C
abe jawa 6 butir, rimpang alang-alang 3 batang, rimpang lempuyang3/4 jari, daun sambiloto segar 1 genggam, gula enau 3 jari, dicuci
dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4 gelas air bersihsampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.
Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.
2. Masuk angin :
Cabe jawa 3 butir, daun poko (Mentha arvensis L.) dan daun
kesumba keling (Bixa orellana L.), masing-masing 3/4 genggam, gula
enau 3 jari. Bahan-bahan tersebut dicuci lalu dipotong-potong
seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4
gelas. Setelah dingin saring, lalu minum 3 kali sehari @ 3/4 gelas.
3. Membersihkan rahim setelah melahirkan, obat kuat:
Akar kering cabe jawa sebanyak 3 g digiling halus. Seduh dengan
air panas, hangat-hangat diminum sekaligus.
4. Pencernaan terganggu, batuk, ayan, demam sehabis melahirkan, menguatkan larnbung, paru dan jantung :
Buah cabe jawa kering sebanyak 5 g ditumbuk halus. Tambahkan
madu secukupnya sambil diaduk merata, lalu diminum sekaligus.
5. Sakit gigi :
a. Daun cabe jawa yang segar sebanyak 3 lembar dicuci lalu
ditumbuk. Seduh dengan 1/2 gelas air panas. Selagi hangat
disaring, airnya dipakai untuk kumur-kumur.
b. Akar lekat dikunyah beberapa saat, lalu dibuang.
6. Kejang perut :
Daun cabe jawa segar sebanyak 3 lembar dicuci lalu ditumbuk.
Seduh dengan 1 gelas air panas. Selagi hangat disaring Ialu
diminum sekaligus
7. Urus-urus untuk penderita penyakit hati :
Cabe Jawa 3 butir dan rimpang lempuyang seukuran ibu jari
ditumbuk. Tambahkan 1 sendok makan air matang sambil diaduk
rata, lalu peras dan saring. Airnya diminum sekaligus.
8. Demam :
Buah yang kering sebanyak 3 g digiling halus, lalu diseduh dengan
1/2 gelas air panas. Kemudian minumlah bersama ampasnya selagi
hangat.

CATATAN : Penderita panas dalam dan perempuan hamil dilarang minum ramuan tumbuhan ini.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS Buah rasanya pedas dan panas, masuk meridian limpa dan lambung. Akar cabe jawa pedas dan hangat rasanya. KANDUNGAN KIMIA : Buah cabe jawa mengandung zat pedas piperine, chavicine, palmitic acids, tetrahydropiperic acids, 1-undecylenyl-3,4-methylenedioxy benzene, piperidin, rninyak asiri, isobutyideka-trans-2-trans-4-dienamide, dan sesamin. Piperine mempunyai daya antipiretik, analgesik, antiinflamasi, dan menekan susunan saraf pusat. Bagian akar mengandung piperine, piplartine, dan piperlonguniinine.

Tinggalkan komentar anda melalui form koment yang ada, untuk memberikan tanggapan mengenai Tanaman Obat



Nama latin: Piper retrofractum Vahl

Nama daerah: Cabe jawa; Cabe alas; Cabesulah; Cabean; Cabe dhawa; Cabai solah; Cabia; Cabe ongghu; Lada panjang

Deskripsi tanaman: Tumbuh-tumbuhan memanjat menahun, panjang batang sampai 10 meter. Batang mengeras menyerupai kayu, tiap ruas (nondus)keluar akar lekat. Daun bulat memanjang dengan bagian dasarnya berbentuk jantung, ujungnya meruncing. Bunganya berkelamin tunggal yang tersusun dalam bulir dan tumbuh tegak. Bulir jantan lebih tegak daripada bulir betina. Buahnya buni, sebelum masak berwarna hijau, keras rasanya pedas dan tajam (di pasaran dunia lebih bermutu dan disukai daripada yang telah masak), bila telah masak berwarna merah, lembek dan rasanya manis.

Habitat: Cocok ditanam di pekarangan dan di ladang yang tanahnya tidak lembab dan banyak mengandung pasir dengan ketinggian sampai 600 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Buah

Kandungan kimia: Minyak atsiri; Pipernia; Piperidina; Hars; Zat pati; Minyak lemak

Khasiat: Stomakik; Karminatif; Ekspektoran; Sudorofik; Diuretik; Kolagog

Nama simplesia: Fructus


Resep tradisional:

Gangguan pencernaan; Bronkhitis; Batuk; Asma; Ayan(epilepsi); Demam setelah melahirkan:
Buah mentah dan kering 6 g; Madu secukupnya, Buah cabe jawa ditumbuk halus lalu ditambahkan madu, Diminum setiap hari

Obat kumur; Kejang perut:

Daun cabe jawa 3 lembar; Air panas 1 gelas, Daun cabe ditumbuk lalu dicampur air, Untuk berkumur dan diminum atau ditelan untuk anti kolik

Wednesday, March 2, 2011

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal CEREME Berserta Penyakitnya


CERME

( Phyllanthus acidus (L.) Skeels.)


Tanaman cereme dapat dimanfaatkan daun, akar dan buah sebagai obat Asma, Sariawan,Bubulen,Urus-urus,Mual dan Kegemukan / dapat digunakan sebagai herbal pelangsing tubuh.Rasa buahnya sangat masam yang kaya vitamain C.         



Famili :  Euphorbiaceae

Daerah :  Aceh : Ceremoi, Jawa : Cerme, Madura: Careme, Sunda : Careme, Bali : Cermen, Bugis:  Caramele, Bima: Sarume, Ternate : Ceremin

Asing : Country gooseberry

Sifat Kimiawi :  Kaya kandungan kimia antara lain Daun, batang : Tanin, Saponin, flavonoida & polifenol. Kayunya : Tanin, Saponin, flavonoida,  polifenol & alkaloid.

Efek Farmakologis :  Daun cerme berkhasiat untuk urus-urus dan obat mual, akar untuk asma dan daun muda untuk sariawan. Sifatnya – anti inflamasi, anti radang, mencegah muntah. Biji dan akar merupakan “purgans” yang kuat.

Bagian tanaman yang digunakan :  Daun, Daun muda dan akar.

Cara budidaya :   Perbanyakan tanaman dg menggunakan biji. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan (jangan pakai pupuk kimia).

Resep tradisional:

  1. Asma : beberapa akar kering (1 gr) digiling halus, seduh dengan air panas, minum (hati hati karena akarnya agak beracun)
  2. Sariawan : seperti no. 2
  3. Bubulen : akar segar ditumbuk dan tempelkan ketempat yang sakit
  4. Urus-urus : daun sebanyak sekitar 3 gr dicuci, dikeringkan, tumbuk halus dan seduh dengan 1/2 gls air matang, dinginkan dan minum semuanya.
  5. Mual : Beberapa daun dikunyah, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
  6. Kegemukan : minum teh daun cerme yang dikeringkan, penggunaan harus terbatas dan jaga efek samping.
CERME

( Phyllanthus acidus (L.) Skeels.)


Tanaman cereme dapat dimanfaatkan daun, akar dan buah sebagai obat Asma, Sariawan,Bubulen,Urus-urus,Mual dan Kegemukan / dapat digunakan sebagai herbal pelangsing tubuh.Rasa buahnya sangat masam yang kaya vitamain C.         


Famili :  Euphorbiaceae
Daerah :  Aceh : Ceremoi, Jawa : Cerme, Madura: Careme, Sunda : Careme, Bali : Cermen, Bugis:  Caramele, Bima: Sarume, Ternate : Ceremin

Asing : Country gooseberry

Sifat Kimiawi :  Kaya kandungan kimia antara lain Daun, batang : Tanin, Saponin, flavonoida & polifenol. Kayunya : Tanin, Saponin, flavonoida,  polifenol & alkaloid.

Efek Farmakologis :  Daun cerme berkhasiat untuk urus-urus dan obat mual, akar untuk asma dan daun muda untuk sariawan. Sifatnya – anti inflamasi, anti radang, mencegah muntah. Biji dan akar merupakan “purgans” yang kuat.

Bagian tanaman yang digunakan :  Daun, Daun muda dan akar.

Cara budidaya :   Perbanyakan tanaman dg menggunakan biji. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan (jangan pakai pupuk kimia).

Resep tradisional:
  1. Asma : beberapa akar kering (1 gr) digiling halus, seduh dengan air panas, minum (hati hati karena akarnya agak beracun)
  2. Sariawan : seperti no. 2
  3. Bubulen : akar segar ditumbuk dan tempelkan ketempat yang sakit
  4. Urus-urus : daun sebanyak sekitar 3 gr dicuci, dikeringkan, tumbuk halus dan seduh dengan 1/2 gls air matang, dinginkan dan minum semuanya.
  5. Mual : Beberapa daun dikunyah, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
  6. Kegemukan : minum teh daun cerme yang dikeringkan, penggunaan harus terbatas dan jaga efek samping.

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal CINCAU RAMBAT Berserta Penyakitnya

CINCAU RAMBAT

(Cyclea barbata Miers)

Tanaman Cincau Rambat merupakan tanman herbal sebagai obat Tekanan darah tinggi,Demam,radang lambung,gangguan perut/ nyeri dan keracunan makanan udang 

Famili :   Menispermaceae

Daerah :  Camcauh, juju, tarawalu, kepleng

Asing : 

Sifat Kimiawi :  Karbohidrat yang menyerap air, zat lemak dan alkoloid siklein, kardioplegikum, tentradine dan dimetil tentradine. Polifenol, saponoid dan flavonoida.

Efek Farmakologis : Rasa agak manis, anti demam, anti racun, menurunkan tekanan darah.

Bagian tanaman yang digunakan :   Rimpang dan daunnya.

Cara budidaya : Menggunakan stek batang, menghendaki tempat terbuka dan sedikit terlindung. pemeliharaannya mudah sekali.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
  1. Tekanan darah tinggi : daun diremas dengan air sampai menjadi hijau, biarkan menjadi agar-agar dan diminum dengan gula jawa.
  2. Demam : rimpang diiris halus, direbus dan perasannya diminum sebagai obat demam, atau akar cincau secukupnya disedu dan diminum.
  3. Radang lambung, typhus, penyakit usus : daun segar 50 gr dicuci ditumbuk sampai lumat. Tambah 4 gls air matang, diremas dan disaring.
  4. Diamkan sampai mengental dan tambahkan 5 sendok kecil gula, diminum 3 x sehari.
  5. Gangguan perut, Nyeri : seperti no. 1
  6. Keracunan makanan udang : seperti no. 1

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Hebal CIPLUKAN Berserta Penyakitnya

CIPLUKAN

Tanaman ciplukan merupakan tanaman liar yang tumbuh di sawah-sawah,untuk mendapatnya sangat mudah.Semua dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal beberapa penakit ;

influenza, batuk rejam, bisul, borok  ,kencing manis,sakit paru-paru dan ayan. 

Merupakan tumbuhan semusim, biasanya ditempat kosang yang tidak terlalu becek seperti pinggiran selokan, pinggir kebun dan lereng tebing sungai. Bisa tumbuh baik pada ketinggian 0 – 1800 m dpl.

KLASIFIKASI  – Ciplukan biasa disebut Physallis peruvianna L., atau Physallis angulata Linn atau Physallis minina Linn, termasuk famili tumbuhan Solanaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Keceplokan, Nyornyoran atau Cecendet.

SIFAT KIMIAWI - Memiliki berbagai kandungan kimia, yang sudah diketahui a.l : Chlorogenik acid, C27H44O-H2O, Asam sitrun dan fisalin, Buah mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C dan gula, sedangkan bijinya mengandung Claidic acid.

EFEK FARMAKOLOGIS -  Tumbuhan ini bersifat analgetik, peluruh air seni, menetralkan racun (detoxifies), meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar tubuh. Dalam farmakologi Cina disebutkan tumbuhan ini memiliki rasa pahit dan sifat sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG BERGUNA - Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar, daun dan buah.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.

  1. Influenza dan Sakit tenggorokan – Tanaman 9 – 15 gram direbus air secukupnya dan diminum airnya.
  2. Batuk Rejan (pertusis), Bronchitis, Gondongan -  sama seperti pengobatan Influenza
  3. Bisul – Daun Ciplukan 1/2 genggam dicuci, digiling halus lalu diturapkan pada bisul dan sekelilingnya, dibalut dan diganti 2x sehari.
  4. Borok – sama seperti bisul, hanya ditambah air kapur sirih secukupnya.
  5. Kencing Manis – Tanaman direbus 3 gelas air menjadi 1 gelas, saring dan minum.
  6. Sakit paru-paru – Tanaman Ciplukan lengkap direbus dengan 3 – 5 gelas air mendidih, saring dan minum airnya 3 x sehari secangkir.
  7. Ayan – Buah Ciplukan 8 – 10 buah dimakan tiap hari.

BUDI DAYA – Perbanyak tanaman dengan biji. Biji disemai kemudian tanaman muda dipindahkan ketempat penanaman. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau dengan menjaga kelembabab tanah. Disamping itu juga dibutuhkan pemupukan terutama pupuk dasar

Tuesday, March 1, 2011

RESEP JUS : Cara membuat Jus Buah Naga

aghifaris.blogspot.com
 
Buah naga mempunyai khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia diantaranya sebagai penyeimbang kadar gula darah, pelindung kesehatan mulut, pencegah kanker usus, mengurangi kolesterol, pencegah pendarahan dan mengobati keluhan keputihan.

Buah naga biasanya dikonsumsi dalam bentuk buah segar sebagai penghilang dahaga, karena buah naga mengandung kadar air tinggi sekitar 90 % dari berat buah. Rasanya cukup manis karena mengandung kadar gula mencapai 13-18 briks. Buah naga juga dapat disajikan dalam bentuk jus, sari buah, manisan maupun selai atau beragam bentuk penyajian sesuai selera anda.

Bila anda tak suka buah naga yang langsung dimakan, tapi ingin mengomsumsinya, buah naga bisa dijadikan jus yang segar. Kini saya menghadirkan resep buah naga segar, bisa dicoba, silahkan!

Gambar ini merupakan gambar jus buah naga yang segar
    Jus Buah Naga

Bahan Jus Buah Naga :

    * 1/2  buah naga merah
    * 100 ml yogurt
    * 1 gelas es batu, serut
    * 1-2 scoop ice cream vanila

Cara membuat Jus Buah Naga :

  1. Kupas buah naga, ambil dagingnya dan masukkan dalam blender.
  2. Tambahkan yogurt dan es batu yang sudah diserut, Kemudian blender sampai halus dan semua bahan hancur.
  3. Siapkan gelas saji. Kemudian tuangkan jus tersebut, beri 1-2 xcoop ice crean rasa vanilan.
  4. Jus buah naga siap disajikan

Resep Puding :Cara Membuat Puding Susu Melon

Melon merupakan buah segar yang kaya akan manfaat bagi tubuh kita diantaranya yaitu : Sebagai antikanker, Membantu sistem pembuangan dengan mencegah sembelit, Menurunkan resiko serangan penyakit jantung dan stroke, Mencegah penggumpalan darah, Menurunkan resiko penyakit ginjal, Menyembuhkan penyakit eksim, Mencegah dan menyembuhkan panas dalam.

Sedangkan susu memiliki kandungan nutrisi, jadi susu kaya akan manfaat bagi tubuh kita diantaranya yaitu : Mencegah osteoporosis dan menjaga tulang tetap kuat. Bagi anak-anak, susu berfungsi untuk pertumbuhan tulang yang membuat anak menjadi bertambah tinggi. Menurunkan tekanan darah.
Mencegah kerusakan gigi dan menjaga kesehatan mulut. Susu mampu mengurangi keasaman mulut, merangsang air liur, mengurangi plak dan mencegah gigi berlubang. Menetralisir racun seperti logam atau timah yang mungkin terkandung dalam makanan. Mencegah terjadinya kanker kolon atau kanker usus. Mencegah diabetes tipe 2. Mempercantik kulit, membuatnya lebih bersinar. Membantu agar lebih cepat tidur. Hal ini karena kandungan susu akan merangsang hormon melatonin yang akan membuat tubuh mengantuk.

Itulah tadi rahasia dibalik susu dan melon. Dilihat dari manfaat masing-masing bahan tersebut bisa disimpulkan bahwa puding susu melon mengandung banyak gizi bagi tubuh, jadi bagus untuk dikonsumsi. Puding susu melon ini rasanya enak, empuk, manis dan tentunya lezat. Puding ini cocok untuk segala umur. Dan cocok sekali sebagai hidangan pembuka sebelum menu pokok. apalagi dihidangkan diawal buka puasa, pas banget. Hingga kita tak sabar untuk menyantapnya karena melihat puding yang begitu mengiurkan. He..hee…sabar dulu, do’a dulu. Udah ah ngelantur…langsung saja kepokok permasalahan (resep puding susu melon). Baca artikel dibawah! praktekkan. Akan tahu sendiri.


Puding Susu Melon

Bahan-bahan puding susu melon :

    * Susu kental manis 375 gram
    * Santan yang kental 65 ml
    * Tepung jagung 1 sendok makan
    * Sirup squash melon 50 ml
    * Telur ayam 1 butir
    * Air yang matang 600 ml



Cara membuat puding susu melon :

  1. Campur semua bahan kecuali telur dan aduk rata.
  2. Setelah diaduk rata kemudian masukkan telur dan aduk kembali sampai telur tercambur dengan bahan.
  3. Siapkan panci dan tuangkan bahan-bahan tersebut, masak sampai mendidih.
  4. Jika sudah mendidih, angkat dan dinginkan, biar cepat dingin bisa dimasukkan kedalam kulkas.
  5. Puding susu melon siap disajikan.

Monday, February 28, 2011

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Herbal Bakung Berserta Penyakitnya

tanaman  bakung
BAKUNG

Tanaman bakung termasuk tanaman liar tumbuh di tepi sungai atau tempat yang rindang,batang semu,lunak dan tegak.

Khasiat bakung sebagai obat herbal Rematik, Radang kulit, Bisul dan Borok,yang dapat digunakan seluruh bagian tanaman.


Nama latin: Crynum asiaticum L

Nama daerah: Bawang hutan; Bakong; Bawang brojol; Bawang tembaga; Bakhang; Bakueng

Deskripsi tanaman: Terna tahunan, tinggi lebih kurang 1 meter. Batang semu, tegak, lunak, dan warna putih kehijauan. Daun tunggal, bentuk lanset, ujung meruncing, pangkal tumpul. Perbungaan bentuk payung, pangkal mahkota berdekatan membentuk corong, warna putih, putik panjang, warna ungu, kepala sari warna jingga. Buah kotak, bulat telur

Habitat: Tumbuh liar dan sebagai tanaman hias pada daerah tepi tepi sungai yang rindang pada dataran rendah sampai 700 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh tanaman

Kandungan kimia: Likorina; Krinidina; Hemantamina; Krinamina

Khasiat: Analgesik ; Antibengkak; Ekspektoran

Nama simplesia: Cryni asiatici Bulbus, Cryni asiatici Folium

Resep tradisional:

Rematik, Radang kulit, Bisul dan Borok:

Daun bakung segar secukupnya, Dipanaskan di atas api kecil, kemudian diremas, Ditempelkan pada bagian yang sakit

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Herbal BARU CHINA Berserta Penyakitnya

tanaman baru china
BARU CHINA

Nama latin: Artemisia vulgaris L
Nama daerah: Beunghar kucicing; Jukut lokok mala; Suket gajahan; Goro-goro

Deskripsi tanaman: 

Tanaman semak menahun, tinggi 30-90 cm. Batang berkayu, bulat, bercabang, warna putih kotor. Daun tunggal, tersebar berbulu, panjang 8-12 cm, lebar 6-8 cm, pertulangan menyirip, permukaan atas hijau, permukaan bawah keputih-putihan. Bunga majemuk, bentuk malai di ketiak daun dan di ujung batang, kecil, warna cokelat

Habitat:

Tumbuh liar pada ladang dan perkebunan pada daerah ketinggian 500-3000 m dpl

Bagian tanaman: Seluruh bagian tanaman

Kandungan kimia:

Minyak atsiri; Zat pahit artemisin; Kuebrakit; Tauremisin; Sitosterina; Adenina; Tetrakosanol; Ferneol; Stigmasterina; Amirin; Tanin; Resin

Khasiat: Analgesik; Antelmintik; Diuretik; Spasmolitik; Hemostatik; Stomakik
Nama simplesia: Artemisiae Herba

Resep tradisional:

Nyeri haid:

Herba baru cina 2 g; Daun poko 3 g; Rimpang teki 3 g; Herba jung rahab 2 g; Air 110 ml, Dibuat infus, diseduh atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml; apabila dipipis diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir

Wasir:

Herba baru cina segar 2 g; Daun wungu segar 7 lembar; Herba patikan Cina segar 3 g; Daun duduk 3 g; Herba pegagan segar 1 genggam; Air 110 ml, Dibuat infus, dipipis atau pil, Infus, diminum 1 kali sehari di pagi hari 100 ml. Pipisan, diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. Pil, diminum 3 kali sehari 9 pil

Rematik, Eksem:
Herba baru Cina segar 6 g; Rimpang kencur segar 7 g; Rimpang kunyit segar 7 g; Daun ketepeng 4 g; Daun kecubung 3 g; Air secukupnya, Dipipis hinga berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian yang sakit

Saturday, February 26, 2011

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Herbal BAYAM BERDURI Berserta Penyakitnya

BAYAM DURI


Famili :  Amaranthaceae
Bayam duri, acap dianggap sebelah mata, yang jarang memanfaatkan karena dianggap tanaman liar,berduri dan mudah tumbuh  . Di bandingkan bayam sayur biasa, meski rasanya sama, tumbuhan ini jarang disentuh. Padahal, banyak yang tidak menyadari, selain enak, tumbuhan ini penuh khasiat, menyembuhkan disentri, bisul, sampai keputihan.

Bayam duri berasal dari suku Amaranthus. Masyarakat mengenalnya dengan bermacam nama. Di Lampung, bayam duri lebih dikenal dengan nama bayam kerui. Adapula yang mengenalnya senggang cucuk (Sunda), bayam eri, bayam raja, bayam roda, bayam cikron (Jawa), Ternyak duri, ternyak lakek (Madura).
Di Bali, namanya Bayam Kikihan, Bayam siap, atau Kerug Pasih. Sedangkan di Minahasa bernama Kedawa Mawaw, karawa rap-rap, karawa in asu, korawa kawayo. Di Makasar namanya Sinau katinting, di Bugis bernama Podo Maduri. Tapi di Halmahera Utara bayam duri lebih dikenal dengan nama Maijanga atau ma hohoru, di Ternate namanya Baya, sedangkan di Loda bernama Loda.

Tersebut bahwa dengan memanfaatkan akarnya, banyak khasiat yang bisa diambil. Misalnya untuk pengobatan bisul yang keras, wasir (hemoroid), ekzema, gusi bengkak berdarah, malancarkan pengeluaran ASI ( laktagoga ), demam, kutil, luka bakr dan di gigit ular berbisa. Seluruh tumbuhan direbus, airnya selagi hangat di gunakan untuk merendam kaki yang pegal linu, dan reumatik.

Asing :  Prickly Amaranth, Le Xian Cai (Cina)

Sifat Kimiawi : Kaya kandungan kimia antara lain amarantin, rutin, kalium nitrat, piridoksin, garam-garam fosfat, besi, Vitamin A, C dan K.

Efek Farmakologis :


Tanaman ini mempunyai sifat masuk meridien jantung dan ginjal. Menghilangkan panas (anti piretik), peluruh kemih (diuretik), menghilangkan racun (anti-toksin) menghilangkan bengkak, menghentikan diare dan membersihkan darah.  Tanaman ini juga bersifat : Rasa manis, pahit dan sejuk. 

Bagian tanaman yang digunakan :   Seluruh tanaman baik segar maupun kering yang diangin-anginkan.

Cara budidaya : Dengan cara Stek ataupun biji.

Resep tradisional:

Disentri :

Akar segar 30 gr dicuci bersih, ditambah 15 gr gula enau dan air bersih secukupnya lalu direbus hingga sisa 1 gelas, minum sebelum makan
 

Keputihan :

Akar segar 30-60 gr, dicuci bersih ditambahkan sedikit gula batu, digodok dengan 3 gls air sampai 1 gls, disaring dan diminum.

TBC Kelenjar :

Akar segar 30-60 gr atau seluruh tumbuhan, dicuci bersih digodok air bersih dicampur arak secukupnya, diminum.
  

Sakit kerongkongan :

Akar segar 45 gr dicuci bersih, digodog dan diminum.
  

Bisul :

Daun segar secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus, campurkan madu secukupnya menutupi bisul lalu dibalut. Sehari diganti 2x.


Wasir :

Segenggam daun segar dicuci, digodog dan dipakai menguapi dan mencuci wasirnya.


Eksim (Dermatitis) : 

Seluruh tumbuhan secukupnya digodok, tambahkan sedikit garam dan airnya digunakan mencuci bagian yang sakit.

  
Radang saluran pernapasan : 

Daun 1/4 genggam dicuci dan digiling halus, diberi air masak 3 sendok makan dan garam sedikit, diperas dan disaring lalu diminum 2x sehari

Buang air kemih tidak lancar :

Satu potong akar dengan bonggolnya dicuci bersih, digodog dengan 2 gls air bersih sampai menjadi 1 gls, minum sekaligus.


Gusi luka berdarah : 

Tanaman secukupnya dibakar (dengan alas genteng) dan dijadikan bubuk, dipakai seperti salep dioleskan kebagian yang sakit.


Menambah produksi ASI 

Satu batang bayang dicuci bersih, digiling halus dan dipakai sebagai tapal disekeliling payu dara.
   

Demam :

Daun segar segenggam dicuci, digiling, ditambah air, dipakai sebagai tapal didahi

Manfaat Dan Khasiat Tanaman Herbal BLIMBING MANIS Berserta Penyakitnya

BELIMBING MANIS
Tanaman blimbing manis dapat dimanfaat akar tanaman dan buah blimbing yang sudah masak,rasa buah asam agak manis.Blimbing sebagai obat herbal Sakit liver,koreng atau luka luar,bisul, malaria, kanker, kencing batu, sakit pada sendi, darah tinggi ,influenza,sakit tenggorokan, sakit kepala, diabetis dan kolesterol'    


Famili :  Oxalidaceae
Daerah : Belimbing legi (Jawa), Belimbing amis (Sunda), Balireng (Bugis), Lembetua (Gorontalo)

Asing :  Sweet starfruit
Sifat Kimiawi : Banyak kandungan antara lain protein, lemak, kalsium, phosphor, besi, Vit A, B dan C.

Efek Farmakologis : Buah – rasa asam, manis, netral, anti radang, peluruh liur, peluruh kemih. Bunga – rasa manis, anti malaria. Batang dan daun – rasa asam, kelat, netral, anti radang, peluruh kemih, menghilangkan panas. Akar – rasa asam, netral, kelat (astringent), analgesik (menghilangkan sakit), anti rematik.
 
Bagian tanaman yang digunakan :  Buah, bunga, daun dan akar.
Cara budidaya :  Menggunakan biji, cangkok atau okulasi
 
Resep tradisional:
   
Sakit lever :

12-15 gr akar kering dicuci ditambah air, direbus dan diminum.

   
Koreng :

  Satu genggam  daun segar direbus, airnya hangat-hangat untuk mencuci bagian yang sakit.

   
Bisul :

1 Genggam  daun segar digiling halus, aduk dengan air cucian beras sehingga jadi bubur, tempelkan dan balut.

   
Malaria :

15-24 gram bunga kering seduh dengan air panas/mendidih diminum sehari 2x.

   
Kanker : 

1/4 genggam daun belimbing, 1/2 lembar daun pepaya muda, 1/4 genggam daun cerme muda, 1/3 genggam daun bayam merah, 2 jari wortel, dicuci bersih tambah air matang 1.5 gelas digiling halus, disaring dan airnya ditambah 1 sendok madu lalu diminum.

   
Kencing batu :
 
3-5 buah belimbing direbus ditambah madu dan diminum.
7
   
Sakit pada sendi :

120 gr akar segar dicuci bersih, dipotong seperlunya dimasukan kedalam 600 cc arak, tutup rapat disimpan 7 hari dan minum sehari 1 sloki.

   
Darah tinggi :

2 buah yang masak atau masih hijau dimakan setelah makan pagi dan makan sore.

   
Influenza, sakit tenggorokan :

90-120 gr buah belimbing segar di juice, saring dan minum airnya.

   
Sakit kepala kronis : 

30-45 grm akar segar dipotong kecil-kecil dicuci bersih, ambil 120 grm tahu, tambahkan air sampai terendam di tim dan dimakan sehari sekali.

   
Diabetes melitu dan kolesterol 

buah yang masak atau masih hijau 2 biji segar, dimakan setelah makan pagi dan sore.
 

blogger templates | Blogger